Rabu, April 18, 2012
Senin, April 16, 2012
Tiada Pantas
heum......
tersenyum simpul pada saat aku membaca semua tentang mu
keluh kesahmu akan kerinduanmu pada ku
bukannya aku ke GRn tapi itulah yang aku tangkap
dari semua kisah tentangmu
dibalik semua itu sebenarnya terbesik rasa
rasa yang ingin memilikimu lagi
rasa yg ingin merindumu lagi
rasa yang ingin mencintaimu lagi
rasa yang ingin menyayanimu lagi
tapi jujur sayang, aku malu akan diri ini
malu telah meninggalkanmu
hanya karena sebuah kegoisan ku ni
namun bukan hanya itu saja sayang
itu hanya sebagian dari penyesalanku padamu
dibalik itu semua add komitmen terhadap diri ini
terhadap org yg berjasa akan diriku
sebuah komitme untuk menjadi sosok yg bisa dibanggakan
sosok yang berhasil dimata merekak
oleh karena itu, diri ini hrs banyak berkorban
termasuk mengorbankan perasaan dan hati
artinya, aku belom siap untuk menjalin suatu hubungan
hubungan yang kata sebagian orang adalah CINTA
dan asal kam tahu, kau juga merindukan mu
merindukan celotehan mu
merindukana kamu
merindukan keluh kesahmu
merindukan egoisnya kamu
merindukan keras kepalanya kamu
merindukan disat kita sharing ttg pelajaran
merindukan menasehatimu
hanya kata maaf yang bisa terucap
mungkin aku adalah laki laki yang paling pengecut
gak berani langsung menemuimu
dan berkata MAAF
semua ada alasannya
bukan karena gak berani
tapi aku gak mau memberikan harapan kepamu
dengann menunjukkan siapa aku
karena, aku tak mau menyakitimu
dengan kehadiranku menemuimu
ku berharap kau bisa sedikit melupakan akuu
agar hari harimu bisa terasa indah
buka hatimu untuk orang lain
yang bisa mmemberikan sebongkah kebahagiaan
agar kau sll tersenyum bahagia menatap masa depan
jgn kau fikirkan dan kenang aku ini
yang pengecut dan tak bisa memberikan kebahagian buat mu
itu semua hanya membuang waktu saja
kau masih sangat muda dan energik
masa depan masih panjang
fokus dengan cita citamu
yang ingin segera lulus dan hijrah kejepang
ku yakin kamu pasti bisa untuk semangat
ngejalanin hari hari mu tanpa aku
karena kau gadis mungil yang mmempunyai segudang semangat dan harapan
tersenyum simpul pada saat aku membaca semua tentang mu
keluh kesahmu akan kerinduanmu pada ku
bukannya aku ke GRn tapi itulah yang aku tangkap
dari semua kisah tentangmu
dibalik semua itu sebenarnya terbesik rasa
rasa yang ingin memilikimu lagi
rasa yg ingin merindumu lagi
rasa yang ingin mencintaimu lagi
rasa yang ingin menyayanimu lagi
tapi jujur sayang, aku malu akan diri ini
malu telah meninggalkanmu
hanya karena sebuah kegoisan ku ni
namun bukan hanya itu saja sayang
itu hanya sebagian dari penyesalanku padamu
dibalik itu semua add komitmen terhadap diri ini
terhadap org yg berjasa akan diriku
sebuah komitme untuk menjadi sosok yg bisa dibanggakan
sosok yang berhasil dimata merekak
oleh karena itu, diri ini hrs banyak berkorban
termasuk mengorbankan perasaan dan hati
artinya, aku belom siap untuk menjalin suatu hubungan
hubungan yang kata sebagian orang adalah CINTA
dan asal kam tahu, kau juga merindukan mu
merindukan celotehan mu
merindukana kamu
merindukan keluh kesahmu
merindukan egoisnya kamu
merindukan keras kepalanya kamu
merindukan disat kita sharing ttg pelajaran
merindukan menasehatimu
hanya kata maaf yang bisa terucap
mungkin aku adalah laki laki yang paling pengecut
gak berani langsung menemuimu
dan berkata MAAF
semua ada alasannya
bukan karena gak berani
tapi aku gak mau memberikan harapan kepamu
dengann menunjukkan siapa aku
karena, aku tak mau menyakitimu
dengan kehadiranku menemuimu
ku berharap kau bisa sedikit melupakan akuu
agar hari harimu bisa terasa indah
buka hatimu untuk orang lain
yang bisa mmemberikan sebongkah kebahagiaan
agar kau sll tersenyum bahagia menatap masa depan
jgn kau fikirkan dan kenang aku ini
yang pengecut dan tak bisa memberikan kebahagian buat mu
itu semua hanya membuang waktu saja
kau masih sangat muda dan energik
masa depan masih panjang
fokus dengan cita citamu
yang ingin segera lulus dan hijrah kejepang
ku yakin kamu pasti bisa untuk semangat
ngejalanin hari hari mu tanpa aku
karena kau gadis mungil yang mmempunyai segudang semangat dan harapan
Kamis, April 05, 2012
Cinta yang Belum Halal
Bilakah rindu melayang menghampiri
cinta..
Maka datangnya lah keriangan yang
tak terhenti.. Jikalau cinta menanti rindu..
Maka rekatkan nya dengan kesabaran..
Subhanallah....
kerinduan memang tidak pernah lepas
dengan yang namanya cinta,dimana
ada rindu disitu ada cinta yang terlampir. Namun rindu itu akan
menjadi indah ketika diberikan pada
cinta sejati diatas sebuah pernikahan...
Jika rindu itu sudah terbalut dengan
cinta yang belum halal, rindu pada
lawan jenis, rindu itu hanya akan menjadi sebuah penjara yang
menyakitkan. Kata para pujangga cinta,
rindu itu seperti luka yang menganga,
seperti langit malam tanpa bintang,
seperti pintu yang tak pernah terketuk,
karna semua rindu itu sangat sakit ketika tidak dilepas...
Bagaimana mau melepas rindu jika dia
yang kamu rindukan belum halal
bagimu? Maka benar sekali jika rindu
itu sangat menyakitkan karna tidak
pernah tersampaikan. Atau mungkin kamu seorang yang mudah
menyatakan rindu pada lawan jenis mu
yang belum halal bagimu? Aahh..saya
yakin, kamu bukanlah tipe orang yang
mudah membuat lawan jenis mu
terbuai makna cinta dari syetan. Karna kamu tahu bahwa mendekati Zinapun
sudah dilarang...
Aku berusaha mendekatimu namun kau menjauh, aku sudah berusaha untuk memberikan perhatian padamu semampuku, walau kadang dengan diam. Namun, kau tak pernah mengerti. . Biarkan aku pergi tanpa mengharapmu, cinta yang belum halal.
cinta..
Maka datangnya lah keriangan yang
tak terhenti.. Jikalau cinta menanti rindu..
Maka rekatkan nya dengan kesabaran..
Subhanallah....
kerinduan memang tidak pernah lepas
dengan yang namanya cinta,dimana
ada rindu disitu ada cinta yang terlampir. Namun rindu itu akan
menjadi indah ketika diberikan pada
cinta sejati diatas sebuah pernikahan...
Jika rindu itu sudah terbalut dengan
cinta yang belum halal, rindu pada
lawan jenis, rindu itu hanya akan menjadi sebuah penjara yang
menyakitkan. Kata para pujangga cinta,
rindu itu seperti luka yang menganga,
seperti langit malam tanpa bintang,
seperti pintu yang tak pernah terketuk,
karna semua rindu itu sangat sakit ketika tidak dilepas...
Bagaimana mau melepas rindu jika dia
yang kamu rindukan belum halal
bagimu? Maka benar sekali jika rindu
itu sangat menyakitkan karna tidak
pernah tersampaikan. Atau mungkin kamu seorang yang mudah
menyatakan rindu pada lawan jenis mu
yang belum halal bagimu? Aahh..saya
yakin, kamu bukanlah tipe orang yang
mudah membuat lawan jenis mu
terbuai makna cinta dari syetan. Karna kamu tahu bahwa mendekati Zinapun
sudah dilarang...
Aku berusaha mendekatimu namun kau menjauh, aku sudah berusaha untuk memberikan perhatian padamu semampuku, walau kadang dengan diam. Namun, kau tak pernah mengerti. . Biarkan aku pergi tanpa mengharapmu, cinta yang belum halal.
Rabu, April 04, 2012
Melangkah Sejengkal ke Telaga Kesabaran.
Kututup kembali rapat-rapat diary malam ini. Serapat hatiku melupakan kenangan itu. Serapat jauh ku tepis harapan itu. Serapat kuat ku alihkan semua nya. Hingga kau benar-benar pergi membawa seribu kepedihan yang menyisa. Untukmu, yang biasa kupanggil dengan sebutan ukhti shalehah…
Tak mampuku tuk menyelami suara sepi itu. Sepatah keteguhanmu kini hanya menjadi penghias memori lamaku. Masih adakah kau ingat itu dari kejauhan sayup diseberang disana?? Aku merindukan semuanya. Dan disini masih kunantikan engkau kembali katakan, “mari kita rajut tali temali itu..”
Keraguan melangkahkan kaki ini, membuatku semakin bimbang. Mendekatimu, semakin membuat engkau berlari menjauh. Dan, terdiam dalam seribu tanya, semakin memperkuat erat genggaman didalam angan membiruku. Ya, karena aku tak mampu menyelami suara sepi itu, hingga aku katakan padamu.. “biarlah kulepaskan semua……..”
Ukhti shalehah.. hingga hari ini, aku masih menanti jawabmu. Sungguh, bukan kebencian yang hadir saat ini. Rajutan itu kini sudah semakin melonggar dari setiap benangnya. aku ingin menatapmu, dan mendengarkan semuanya. Semuanya………. Hingga benar-benar aku memiliki alasan ‘tuk melepaskanmu.
Mungkin, tak guna juga kusesali semuanya. Ketidakmampuan menjadi teladan bagi sahabat-sahabatku, dan kesibukan akan dunia untuk keberhasilanku, kesemuanya seakan-akan menjelma menjadi hukuman akan perubahan yang terjadi. Hingga tanpa kusadari.
Ya Allah, jika masih belum terlambat bagiku untuk menengadahkan dikedua tangan ini dihadapanMu. Masihkah ada waktu ‘tuk Kau beri kesempatan bagi kami merubah kembali semua ini???
Karena Engkaulah yang Maha membolak balik hati setiap hambanya. Aku meminta dalam lirih do’a kesunyian, “Aku begitu mencintai saudariku. Seandainya Kau perkenankan mengembalikan hangatnya ukhuwah yang telah kami bingkai dulu, akan ku ubah semua salah dan khilafku. Aku akan menjaga kenikmatan dalam perjalanan hidup ini dengan penuh makna dari mengingatMu, hingga saudaraku pun juga semakin yakin dalam hatinya bahwa aku dari kejauhan ini juga selalu akan menguatkan langkah-langkahnya didalam butiran do’a ini.
Aku ingin menggenggam erat semuanya. Hingga perubahan-perubahan ukiran pahatan itu kini tak mengalami perubahan sedikitpun. Bahkan, andaikan waktu dapat ku hentikan. Akan kutahan sejenak jarum jam itu, agar dapat ku memohon padanya ‘tuk menyampaikan sebuah janji itu sekali lagi. Agar semakin jelas kulihat bahasamu dari kesungguhan itu. Dan agar semakin kuat keistiqomahan itu turut memperkuat hatiku. Dalam menapaki kehidupan yang hanya sekali ini…………….
Teruntuk padamu ukhti sholehah, aku masih menanti jawabmu. Perjalanan ini semakin memberikan arti akan peran seluruhnya. Belajar dari setiap kejadian. Agar disuatu hari, kau dapat merenungkan semua perubahan ini. Menjadikan suara hati yang kutuliskan hari ini untukmu, menjadi sebuah pertimbangan jika kau memutuskan untuk melangkah kebelakang.
Senin, April 02, 2012
Konflik Dunia Maya
Aku yg tak penah bisa lupakan dirinya yg kini hadir dalam bayang semuku
Sebenarnya yang ingin aku coretkan adalah perasaan dan konflik dalam diri aku sejak beberapa hari ini berkenaan dengan Facebook. Bercakap tentang facebook, makin hari aku rasa makin fed up, aku ingin tutup akan facebook aku. kenapa??
Ya Allah.. ampunilah dosa ku.. amin..
Sebenarnya yang ingin aku coretkan adalah perasaan dan konflik dalam diri aku sejak beberapa hari ini berkenaan dengan Facebook. Bercakap tentang facebook, makin hari aku rasa makin fed up, aku ingin tutup akan facebook aku. kenapa??
Kaarena aku tertekan melihat banyaknya gambar kawan-kawan berpelukan dengan girlfriend mereka yang belum menikah.
Aku tertekan menonton gambar mereka tidak menutup aurat.
Aku tertekan menengok betapa hipokritnya mereka meletak gambar yang
diedit dengan sangat 'cunnya' sedangkan realitinya.. alahai...
Apakah sebenarnya yang mereka cari? Apakah pujian manusia? Apakah sanjungan sesama? Adakah kepuasan sementara?
Pasti
ada yang menyangka bahawa aku cemburu pada mereka. Tidak! Sedikit pun
tidak! Malah setiap kali aku melihatkan gambar-gambar seperti itu, aku
mengucapkan Alhamdulillah... Alhamdulillah karena orang yang di dalam
gambar itu bukanlah aku, bukanlah teman dekatku. Alhamdulillah karena sampai saat ini Allah membentengiku dari perbuatan zina mata dan seterusnya dan rasa ingin melakukan perkara sia-sia seperti itu.
Malah alhamdulillah karena aku terlepas dari dosa memandangi aurat yang tidak sepatutnya ada. Namun, aku sedikit tertekan karena
kawan-kawan aku sendiri yang terjebak di dalam perbuatan mungkar
tersebut. Aku ingin menjadi kawan dunia akhirat.. Aku tak mau mereka
berdosa.. Aku tak mau mereka hanyut di buai nafsu syaitan.. Tapi aku
tahu dunia sekarang ini tak begitu menitik beratkan ajaran syariat Islam. Pergaulan lelaki dan wanita seolah tanpa batas. Apa yang bisa ku lakukan hanyalah berdoa kepada Allah agar diberikan petunjuk dan
hidayah buat mereka. Cuma, konflik diri aku dalam menutup facebook belakangan ini begitu kelihatan, hanya disebabkan konflik diri mereka
yang tidak mau kembali kepada fitrah..
Jumat, Maret 23, 2012
Ukhti, Aku Rindu Kamu !!!
Tulisan ini khusus kualamatkan kerumah hatimu, tempat yang pernah kukunjungi tapi tak pernah kutahu alamat detailnya, entah mengapa saat menulis ini aku teringat kali pertama mengenalmu, ya..... di dunia maya kemudian kutemui tadi siang ...
Tak tahu harus dari sisi mana menceritakan, harus dari sebelah mana berawal, sulit untukku bisa jelas menggambarkan, tentang rasa yang tiada pernah kuduga, tentang sayang yg kini datang memberikan secercah cahaya meski kadang bayang-bayang semu masa lalu menghampiri.
Dalam sbuah ruang kuterjerembab dalam sebuah khayal, dimana hanya ada diriku dan dirimu, menikmati kebersamaan hingga lenyap dalam canda tawa.
bercerita berbagi suka duka, menjadi penghias indah ukhuwah yg kita bina, semakin lama smakin kurasakan keindahan yg tiada terkira, inilah nikmat ukhuwah yg tak smua orang mampu menikmatinya.
Hari demi hari tlah kita lewati, dan ta bisa kupungkiri, tlh banyak perubahan yg terjadi.
Ukhty, aku memang belum sepenuhnya memahami karakter kamu, tak tahu apa kesibukanmu setiap saat dan bagaimana keseharianmu, pentingkah hal itu kulakukan?
aku slalu merindukanmu dalam fikiran, pantaskah?
aku slalu mengaliri hari2mu dg doa, bolehkah?
Ukhty, mengapa engkau terdiam? sungguh ada banyak kecamuk dalam diriku untuk mengajakmu stidaknya bercanda dan menyapa. namun ntah mengapa bibirku kelu, seakan2 hanya butuh memperhatikan dan membiarkan angin menyampaikan pesan dalam hati.
Ukhty, jauh dlm lubuk hatiku, aku merindukan sosok yang sederhana, taat beribadah, ghadhul bashar sepertimu, periang dan penuh semangat dan canda tawamu meski tidak secara langsung karena aku tau berkhalwat sangat berbahaya,
Izinkan aku menikahimu,
I will miss u
Kamis, Maret 22, 2012
Arti Perasaan
Dikala aku merindu Ingin kutulis sejuta syair indah Ingin rasanya aku berkisah Tentang semua kekangenanku Di saat ini seolah aku sulit mencari Dermaga yang berairkan tinta emas Dan pena antik untuk mengukirnya Aku takut terdampar di pulau sana Yang penuh dengan ketidakpastian Paradigma ?!!! Hari demi hari terus berjalan Pergantian waktupun tidak dapat dielakan Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi Sebagai konsekwensi logis atas akhir dari setiap langkah Paradigma hidup merupakan acuan dalam melangkah Sebagai barometer dalam menjalani hidup Menuju sebuah wujud misteri ‘Cita-cita’ Perenungkan kembali tentang Paradigma hidup Tentang cita-cita yang tergantung di angkasa Katakanlah kamu bisa untuk meraihnya Kamu bisa untuk menjalaninya Gapailah semuanya ‘Sungguh beruntunglah orang yang slalu mensucikan diri
Kangen
Dalam remang cahaya lilin
Sekilas nampak kilauan kasih
Memedarkan arti kekelabuan hati
Sesaat seolah redup
Membisakan harapan cinta dan kerinduan
Dalam dada menyesak arti ketidakpastian
Sesekali ingin semua cita teraih
Namun, tak dapat menembus batas ruang
Yang semakin menjauh
Dikala sekelebat kilat menyala
Cahayanya menyilaukan mata
Bukan terang yang kuraih
Namun kegelapan setelahnya
Hamparan bunga cinta menjadi merana
Kedinginan, ingin ada yang memetiknya
Dipandang ditaruh dalam vas bunga
Walau nantinya layu
Namun hidupnya menjadi berarti
Menikmati semua tujuan yang dicapai
Sambutlah ‘si CINTA’
Saat malam mulai larut
Suasanapun semakin senyap
Aku terbujur dalam kekakuan
Karena hati terpasung dalam kesepian
Kesedihan dengan kesendirian
Seakan menggugurkan sejuta harapan
Sepinya malam berlalu sudah
Pagi datang mengawali hari baru
Aku terbangun dari panjangnya malam
Perlahan aku bergerak,
Berdiri dan kubuka jendela
Tersiratlah cahaya mentari pagi
Menyinari……
Menghempaskan semua khayalan kepahitan
Memang, Aku harus tetap tegar berdiri
Songsong hari yang baru
Sambut dengan sesuatu yang indah
Wujudkan misteri cita dan cinta
Sambutlah ‘si CINTA’ yang cantik
Berikan dia senyum
Warnailah hari-hari dengan cinta
ya Allah
Ya Allah aku kembali merasakan perasaan cinta ini pada seseorang. Pada dia yang selalu memegang teguh rasa cintanya padaMu ya Allah. Berawal dari kekaguman, hingga akhirnya aku mengerti. Hanya dia yang mampu membuat aku nyaman, bahkan aku tidak perlu mempunyai perasaan ingin melindunginya karena dialah yang sepertinya akan selalu melindungiku. Ya Allah, Jika dia hadir untuk tercipta untukku, dan namanya yang engkau catat di lauh mahfudz, dan telah engkau catatkan 50ribu tahun sebelum bumi ini diciptakan, aku memohon dan berdo'a padamu agar engkau jaga perasaan ini hanya untuk dia kelak. Biarkan kini yang kucintai hanya Engkau, tapi dengan menjaga perasaan ini hanya untuknya kelak, dan begitupun untuknya.. Jika dia memang jodohku, kuharap dia pun menyimpan perasaan itu untukku, dan menjaganya sampai waktunya nanti.
Bagaimana mungkin aku jatuh cinta lagi secepat ini padahal baru saja Allah mencabut perasaan sayang ini pada seseorang yang tidak tepat itu kemarin? Entahlah.. Perasaan itu datang tanpa aba-aba, tiba-tiba semua bayangan ketika aku menutup mataku, itu semua adalah gambaran wajahnya.
Aku jatuh cinta pada kebaikan hatinya, keteguhan prinsipnya, ketegasannya dalam memilih, bagaimana dia menghormati lelaki, kecintaannya padaMu ya Allah, dan bagaimana dia kuimpikan selalu mampu melindungiku..
Ya Allah... Luka yang kudapatkan kemarin sudah mengering, dan mungkin sebentar lagi hilang. Terima kasih telah menguatkanku, menyadarkanku, membuat mataku terbuka bahwa orang itu bukan orang baik, bukan akhwat yg mampu jadi segalanya kelak. Terima kasih sudah menyelamatkanku dari penderitaan yang akan aku alami jika bersamanya.
Ya Allah, jika kelak ternyata dia, yg kini kurasa kusayangi, bukan seseorang yg kau takdirkan, peliharalah aku dari rasa kecewa. Karena kucintainya karenaMu, aku melepasnya karenaMu juga.
refleksi cinta (reflections of love)
Kawan, malam ini purnama belumlah sempurna, mungkin kilau sinarnya belum cukup untuk menerangi malam nan gulita, apalagi coba menyaingi terang dan hangatnya mentari.
Namun, justru disanalah kata dunia, kau akan menemukan keindahannya. Semuanya mengajakku mengembara menjelajahi relung hati yang amat dalam dan mungkin sangat kelam.
Ya, seperti katamu, Kawan…..”Coba temukan perbedaan antara cinta dan angkara, tatkala bergumul menjadi satu hendak menyesatkanmu! Tak hendak berpisah.”
Kawan, aku berlindung kepada Allah atasnya.
Kawan, aku tak tahu harus mulai dari mana. Tapi aku akan memulainya dari CINTA !
Aku sendiri tak tahu bagaimana rasa itu bisa tumbuh sedemikian rupa, mengganggu, mengusikku, mengganggu ketenanganku, semua begitu tiba-tiba.
Aku jatuh cinta! Tapi, bagaimana mungkin rasa benci berubah menjadi cinta ? Dan pada satu kelokan waktu, semuanya tiba-tiba berubah !
Kawan, malam ini kupandang purnama yang belum utuh melingkar. Kutemukan sesuatu dalam hidupku, sesuatu yang telah meluluhkan hati setelah kebekuannya, sesuatu yang telah menerangi kalbu setelah kekelamannya, sesuatu yang telah menguatkan jiwa setelah kerapuhannya….
Tapi Kawan….
Sungguh tersesat imanku kalau semua perubahan ini hanya karena dirinya semata, menjadikannya riya, mendustai jiwa.
Tapi bersyukurlah, Kawan. Kalau kau dan dia ikut menyalakan lentera dalam hatiku. Semoga Allah menjaga nyalanya dan memijarkan ke seluruh ruang.
Bahkan….kalau bunga hati yang kini tumbuh itu harus patah sekalipun !
Karena telah kutemukan tambatan yang lebih utama dalam diri-Nya yang Maha (Allah)
Kawan, sungguh tersesat pula hatiku, jika aku hanya mencintai sesuatu yang fana dalam dirinya. Bukan, bukan itu ! Tak ada yang bisa menggambarkan selain kemuliaan hatinya.
Kawan, malam semakin larut. Aku laksana purnama itu, bahkan jauh dari sempurna. Takkan pernah cukup sinarnya menerangi semesta.
Apalagi harus bersanding bersama saudara-saudariku yang telah lebih dahulu teguh di sisi-Nya. Saudara-saudariku yang telah biasa dia temui dalam kesehariannya.
Tapi….. biarlah kusemaikan harap dalam ridha-Nya. Semoga
Semoga ini yang dinamakan cinta karena Allah Al Karim
Kamis, Maret 15, 2012
Memperbaki diri, melangkah dan bertahan
Saat aku merasa sendiri dan sepi, tak seorangpun sudi menghela.
Kau tak pernah tahu dan mungkin tak kan pernah tahu.............
Aku menyadari bahwa saat ini kau sudah tidak lagi punya urusan denganku, begitu juga seharusnya denganku yang sudah tak punya andil apapun terhadapmu. Aku telah mendengar semua itu dari bibir dan hatimu. Aku sungguh telah mendengarnya. Hatiku gerimis setelahnya.....
Betapa sungguh secepat itu namaku lenyap dari hati dan pikiranmu!!!
Secepat itu juga kau menemukan matahari yang lain. Lima tahun lalu, bahkan kau baru saja berterus terang bahwa kau hanya punya dua matahari. Matahari sesungguhnya dan satu yang lain adalah "Aku". Tapi aku pikir, aku harus tahu diri bahwa sinarku tak cukup menerangi jalanmu. Aku yakin dan percaya bahwa sesungguhnya ada matahari lain yang bisa menerangi hatimu. Menghangatkan jiwamu....
Aku berdoa untuk kebahagiaanmu....
Kalau boleh aku berujar, matahari itu sesungguhnya telah ada di dekatmu. Tinggal bagaimana caramu untuk menarik sinar itu hingga dia bisa memberikan sinarnya padamu. Kau mungkin tak pernah tahu bahwa aku sudah merasa seperti itu sejak kau masih berada disampingku dulu.
Semoga kau masih bisa menerimaku, masih bisa mengingatku atau aku sangat berharap bisa jadi asteroid bagimu. Meskipun harus mendapatkan sinar dari matahari untuk bisa menyinarimu. Meskipun tidak seterang mentari, tapi setidaknya aku bisa sedikit menerangi hatimu dan menyingkirkan mendung di kelopak matamu.Biarkan aku jadi seperti itu dan aku rela menyerahkan sinarku untuk mataharimu yang selanjutnya.Biarkan sinar itu hidup dalam raga orang lain daripada harus menderita tak berdaya dalam hatiku.Biar sinar itu hidup melalui orang lain, daripada harus menanggung sakit dan bersalah dalam jiwa ragaku.
Semoga kau tahu bahwa sinar itu masih hidup dan menunggumu.
Dan semoga kau tahu bahwa aku pernah mencintai seseorang hingga aku menangis.
Aku hidup bukan hanya untuk menunggumu,....
masih banyak mereka yang sama sepertiku.
Tugasku adalah,....
Memperbaki diri, melangkah dari bertahan
menebus kesalahanku di masa lalu
dan berbagi dengan sahabat, teman, saudara
untuk membantu menguatkan mereka agar tetap mampu bertahan
dalam hempasan gelisah yang menggengam jiwa mereka!!!
Aku berusaha walau belum tentu bisa, namun akan aku coba,.....
Aku tak mau ada orang-orang sepertiku yang dulu,
tersudut tertunduk kaku tanpa bisa beranjak dari penat
karena tiada teman yang menguatkan dan berbagi kisah namun amanah !!!
Rasa sakit & pahit itu menjadikan kekuatan untuk ku,
lewat tulisan dan goresan tuk berbagi rasa dalam kata,.....
Berharap ridlo Allah Lillahita’ala....
InsyaAllah,...
...
Kita belajar bersama membenahi diri sedari dini untuk masa depan yang lebih baik, karena pembinaan karakter Rumah Tangga nantinya TIDAK TERLEPAS dari pendidikan masa muda kita terutama dalam menyikapi setiap masalah, tingkat kedewasaan dan stabilitas emosi dan cara pandang serta pola fikir kita sehari-hari.
BUKAN Ijab Qabul yg jadi fokus utama, namun bagaimana mempertahankan keutuhan & keharmonisan Rumah Tangga Nantinya yg pasti penuh masalah & problematika, dan BESAR / KECIL nya masalah itu Tergantung dari mana kita memandangnya. INGAT !!! Mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan.
Minggu, Februari 19, 2012
Nasib Guru Honorer
Seperti biasa, setiap hari saya bangun lebih awal lalu menyiapkan segala sesuatu untuk bekal di kelas nanti. Buku penuntun pembelajaran, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, serta absensi kehadiran siswa. Seperti layaknya Pegawai Negeri Sipil yang sudah harus duduk manis di meja masing-masing dalam ruang guru sederhana, saya pun demikian walau sebenarnya tidak tersedia meja khusus untuk saya dalam ruangan sempit ini.
Bel berbunyi pukul delapan tepat, saya juga bergegas menuju kelas. Mengajar salahs satu pelajaran eksakta atau sains atau lebih tepatnya ilmu pasti yang dianggap paling rumit ini. Waktu empat puluh lima menit satu jam pelajaran bukan perjalanan yang panjang. Rasanya sebentar sudah selesai, bahkan belum dua bahkan lebih soal perhitungan rampung dijawab.
Berdiskusi dengan siswa tentu bukan hal yang mudah, apalagi saya masih dalam kategori guru honorer yang notabennya dianggap berilmu sedikit dan kurang pengalaman. Ada juga siswa yang sering pelonco bahkan sebagian guru yang sudah pegawai malah meremehkan kemampuan guru honorer. Saya tidak ambil pusing, anggapan itu biarlah menjadi pemanis sang pembicara. Tugas saya berbicara di depan kelas, bersama siswa yang duduk manis mendengarkan saya, siswa senang dan mengerti, saya akan puas dan tersenyum bahagia.
Tugas saya tidak jauh berbeda dengan guru yang sudah pegawai. Saya mengajar, datang tepat waktu, mengajai sesuai kurikulum dan harus ikhlas. Terpenting easy going saja dan selanjutnya enjoy.
Tantangan memang selalu ada, apalagi jika sudah berhadapan dengan akhir bulan. Guru tetap atau pegawai dapat gaji saya malah gigit jari. Belajar ikhlas memang tidak sebanding dengan mata bengkak tiap malam menyelesaikan soal rumit untuk bahan ajar keesokan harinya. Tetapi di saat sudah begini, saya harus tegar dan belajar ikhlas lebih sabar lagi.
Gaji guru honor tidak ada. Kabarnya begitu. Namun saya manusia yang butuh makan dalam keseharian, jika sebuah sekolah membutuhkan tenaga pengajar, sekolah juga harus sudah siap memberikan imbalan yang sesuai sebelum pegawai pemerintah datang mengajar. Kita tidak bisa melupakan pepatah yang mengatakan hidup ini tidak gratis, nah itu juga berlaku dalam setiap pekerjaan. Ikhlas untuk mengajar bukan berarti harus ikhlas tidak dibayar sepanjang satu semester bukan?
Biasanya gaji guru honorer dibayar setiap akhir semester, itu pun kalau ada dan tidak seberapa dengan jerih payah mereka selama mengajar. Sangat tidak sebanding dengan kerja keras mereka, mengajar dengan ikhlas, sabar menghadapi siswa, belajar lagi yang kurang dimengerti agar tidak salah persepsi pada siswa.
Saya hanya heran, dana pendidikan yang sekian banyak itu dibawa kemana. Ada dana ini, dana itu, tapi rasanya tidak terperhatikan dengan sangat teliti pemakaiannya. Jika sebuah sekolah tidak cukup guru, alternatif lain adalah memakai guru honor. Seharusnya pemerintah yang berwenang memperhatikan hal ini, jika memang tidak dibayar pemerintah harus menempatkan guru pegawai yang cukup di salah satu sekolah atau mengalokasikan dana untuk guru honor ini.
Saya tidak tahu, mungkin saya yang salah karena tidak tahu ada dana yang khusus untuk guru honor ini atau ada masalah lain. Tapi, satu semester sudah berlalu, gaji saya sebagai guru honor juga belum cair juga. Saya harus bagaimana. Saya butuh makan, butuh beli keperluan sehari-hari. Sama seperti Anda, orang lain, juga pegawai negeri yang tiap bulan dapat gaji.
Senin, Februari 13, 2012
Minggu, Februari 12, 2012
Impian Menikah
Sebelumnya... Yuk, kita mulai dengan membaca lafadz basmalah; Bismillahirrahmaanirrahiim.
Semoga tulisan yang kusajikan ini tidak mengundang prasangka-prasangka negatif, malahan seharusnya jadi doa buat kita semua. Untuk yang belum nikah semoga disegerakan, dan untuk yang sudah menikah semoga bisa menularkan virus menikah pada teman atau saudaranya yang lain. Aaamiin..
Siapa sih orang yang hidup di dunia ini gak punya impian??? Hmm... Kalau aku ketemu orang yang gak punya impian sama sekali rasanya ingin kusadarkan dia untuk segera bangun dari tidur panjangnya. Sebab... Percuma aja kalau hidup itu gak punya impian sama sekali. Mengisi hari dengan kekosongan yang tiada arti, hidup pun jadi terasa pendek sekali.
Nah, untuk yang punya impian... Apa sih impianmu saat ini? Punya kerjaan, jadi PNS, lulus kuliah, lanjutin S2, pergi ke luar negeri, punya mobil dan sebagainya. Wew, banyak ya ternyata... But, satu hal yang rasanya kalau dipikir-pikir itu juga termasuk impian kita semua namun sulit sekali kita mengungkapkannya bahkan terasa tabu untuk mengangankannya. Apakah itu? Yaitu MENIKAH, siapa yang pernah punya impian untuk menikah? Pasti semua enggan menjawab, malu-malu kucing padahal sih dalam hati seakan mengangguk-ngangguk. Hehe... Ya khan?
Kenapa juga kita malu untuk memiliki impian yang berbeda seperti kebanyakan yang lainnya. Disaat yang lain mengejar status sosial, jabatan, harta dan segala macamnya.... Munculah kita dengan membawa bendera impian yaitu impian untuk segera menikah semata-mata mengejar ridha Alloh dan dalam rangka menjaga kehormatan diri. Subhanalloh... Salut kalau ada yang memiliki niatan seperti itu.
Hm... Baiklah. Kali ini aku mau bicara mengenai impianku. Salah satu impian dibalik salah yang lainnya hehe... yaitu Menikah. Sudah tahu dong bahwa menikah merupakan sunnah yang diagungkan oleh Alloh? Al-Qur'an pun menyebut pernikahan sebagai mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) yang merupakan nama dari perjanjian yang paling kuat di hadapan Alloh.
Mengapa disebut sebagai mitsaqan-ghalizha? Itu karena Alloh menjadi saksi ketika seseorang melakukan akad nikah. Setiap jalan menuju mitsaqan-ghalizha dimuliakan oleh Alloh. Dan tentulah Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat dan ikhtiar untuk menikah.
Menikah adalah masalah kehormatan agama, bukan hanya kehormatan diri yang terkait disini. Ia bukan pula sekadar legalisasi penyaluran hubungan biologis dengan lawan jenis. Karena menikah merupakan amanah Alloh dan sangat tinggi derajatnya. Menikah berarti menyempurnakan setengah Ad-Dien.
Kenapa mesti malu jika memiliki impian untuk bisa menyegerakan pernikahan? Padahal jika kita menyegerakan nikah insya Alloh keluarga kita akan penuh barakah. Tetapi jika yang kita lakukan adalah tergesa-gesa, kekecewaan lebih mudah didapatkan daripada kebahagiaan. So, nikah disini tentu perlu dengan perencanaan yang matang bukan sekadar 'loe suka-gue suka, yuk nikah!', bukan yang seperti itu melainkan pernikahan yang didalamnya ada barakah karena tidak sembarang mengambil langkah. Kalau sudah mendapat berkah, insya Alloh banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya sunnah-hasanah (kebiasaan baru yang baik).
Alloh akan melimpahkan ridha-Nya kepada orang yang menyegerakan nikah. Mereka yang menyegerakan nikah atau membantu orang untuk menyegerakan nikah, insya Alloh akan mendapat rahmat dan perlindungan Alloh kelak di yaumil-akhir.
Dan yang terpenting juga... Sederhana dalam proses dan sederhana dalam pelaksanaan merupakan jalan besar menuju keluarga yang barakah, sakinah, mawaddah wa rahmah. Sedang mempersulit proses pernikahan dapat membuka pintu-pintu mudharat. Mempersulit proses pernikahan melapangkan jalan fitnah dan mafsadah (kerusakan) masyarakat sebab barangkali jika tidak melalui pernikahan, banyak yang menyalurkan hasrat seksualnya bukan pada tempatnya. Na'udzubillah!
Itulah mengapa Alloh menjadikan pernikahan untuk tujuan pemenuhan dorongan instink dan syahwat seksual. Kalau bukan karena syahwat yang menggelora di dalam diri setiap laki-laki dan perempuan, maka siapa pun tidak akan pernah berpikir untuk menikah! Dan dengan menikahlah dapat membangun keluarga muslim yang terhormat, dan menyemarakkan dunia dengan keturunan dan anak-anak yang saleh.
Masih ragu juga untuk segera menikah? Bagaimana sih membedakan antara 'segera' dan 'tergesa-gesa'? Rasulullah menasihatkan, "Mintalah fatwa dari hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang menimbulkan keraguan atau kecemasan dalam jiwa dan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."
Jika menikah begitu banyak keutamaannya, maka apa yang masih dapat mempersulit pernikahan? Bukankah menghalangi pernikahan merupakan dosa besar? Bukankah azab Alloh itu sangat keras?
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir." (QS. Ar-Rum : 21)
Kalau kita telah memiliki tekad ('azzam) yang kuat, mudah-mudahan Alloh menyegerakan terlaksananya impian kita tersebut... Impian besar yang penuh dengan perencanaan dan kematangan sehingga kelak kan memberi pernikahan yang barakah dan dipenuhi ridhaNya. Insya Alloh :)
Doakan yaa.,...
Semoga tulisan yang kusajikan ini tidak mengundang prasangka-prasangka negatif, malahan seharusnya jadi doa buat kita semua. Untuk yang belum nikah semoga disegerakan, dan untuk yang sudah menikah semoga bisa menularkan virus menikah pada teman atau saudaranya yang lain. Aaamiin..
Siapa sih orang yang hidup di dunia ini gak punya impian??? Hmm... Kalau aku ketemu orang yang gak punya impian sama sekali rasanya ingin kusadarkan dia untuk segera bangun dari tidur panjangnya. Sebab... Percuma aja kalau hidup itu gak punya impian sama sekali. Mengisi hari dengan kekosongan yang tiada arti, hidup pun jadi terasa pendek sekali.
Nah, untuk yang punya impian... Apa sih impianmu saat ini? Punya kerjaan, jadi PNS, lulus kuliah, lanjutin S2, pergi ke luar negeri, punya mobil dan sebagainya. Wew, banyak ya ternyata... But, satu hal yang rasanya kalau dipikir-pikir itu juga termasuk impian kita semua namun sulit sekali kita mengungkapkannya bahkan terasa tabu untuk mengangankannya. Apakah itu? Yaitu MENIKAH, siapa yang pernah punya impian untuk menikah? Pasti semua enggan menjawab, malu-malu kucing padahal sih dalam hati seakan mengangguk-ngangguk. Hehe... Ya khan?
Kenapa juga kita malu untuk memiliki impian yang berbeda seperti kebanyakan yang lainnya. Disaat yang lain mengejar status sosial, jabatan, harta dan segala macamnya.... Munculah kita dengan membawa bendera impian yaitu impian untuk segera menikah semata-mata mengejar ridha Alloh dan dalam rangka menjaga kehormatan diri. Subhanalloh... Salut kalau ada yang memiliki niatan seperti itu.
Hm... Baiklah. Kali ini aku mau bicara mengenai impianku. Salah satu impian dibalik salah yang lainnya hehe... yaitu Menikah. Sudah tahu dong bahwa menikah merupakan sunnah yang diagungkan oleh Alloh? Al-Qur'an pun menyebut pernikahan sebagai mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) yang merupakan nama dari perjanjian yang paling kuat di hadapan Alloh.
Mengapa disebut sebagai mitsaqan-ghalizha? Itu karena Alloh menjadi saksi ketika seseorang melakukan akad nikah. Setiap jalan menuju mitsaqan-ghalizha dimuliakan oleh Alloh. Dan tentulah Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat dan ikhtiar untuk menikah.
Menikah adalah masalah kehormatan agama, bukan hanya kehormatan diri yang terkait disini. Ia bukan pula sekadar legalisasi penyaluran hubungan biologis dengan lawan jenis. Karena menikah merupakan amanah Alloh dan sangat tinggi derajatnya. Menikah berarti menyempurnakan setengah Ad-Dien.
Kenapa mesti malu jika memiliki impian untuk bisa menyegerakan pernikahan? Padahal jika kita menyegerakan nikah insya Alloh keluarga kita akan penuh barakah. Tetapi jika yang kita lakukan adalah tergesa-gesa, kekecewaan lebih mudah didapatkan daripada kebahagiaan. So, nikah disini tentu perlu dengan perencanaan yang matang bukan sekadar 'loe suka-gue suka, yuk nikah!', bukan yang seperti itu melainkan pernikahan yang didalamnya ada barakah karena tidak sembarang mengambil langkah. Kalau sudah mendapat berkah, insya Alloh banyak melahirkan keutamaan, termasuk tumbuhnya sunnah-hasanah (kebiasaan baru yang baik).
Alloh akan melimpahkan ridha-Nya kepada orang yang menyegerakan nikah. Mereka yang menyegerakan nikah atau membantu orang untuk menyegerakan nikah, insya Alloh akan mendapat rahmat dan perlindungan Alloh kelak di yaumil-akhir.
Dan yang terpenting juga... Sederhana dalam proses dan sederhana dalam pelaksanaan merupakan jalan besar menuju keluarga yang barakah, sakinah, mawaddah wa rahmah. Sedang mempersulit proses pernikahan dapat membuka pintu-pintu mudharat. Mempersulit proses pernikahan melapangkan jalan fitnah dan mafsadah (kerusakan) masyarakat sebab barangkali jika tidak melalui pernikahan, banyak yang menyalurkan hasrat seksualnya bukan pada tempatnya. Na'udzubillah!
Itulah mengapa Alloh menjadikan pernikahan untuk tujuan pemenuhan dorongan instink dan syahwat seksual. Kalau bukan karena syahwat yang menggelora di dalam diri setiap laki-laki dan perempuan, maka siapa pun tidak akan pernah berpikir untuk menikah! Dan dengan menikahlah dapat membangun keluarga muslim yang terhormat, dan menyemarakkan dunia dengan keturunan dan anak-anak yang saleh.
Masih ragu juga untuk segera menikah? Bagaimana sih membedakan antara 'segera' dan 'tergesa-gesa'? Rasulullah menasihatkan, "Mintalah fatwa dari hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang menimbulkan keraguan atau kecemasan dalam jiwa dan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya."
Jika menikah begitu banyak keutamaannya, maka apa yang masih dapat mempersulit pernikahan? Bukankah menghalangi pernikahan merupakan dosa besar? Bukankah azab Alloh itu sangat keras?
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir." (QS. Ar-Rum : 21)
Kalau kita telah memiliki tekad ('azzam) yang kuat, mudah-mudahan Alloh menyegerakan terlaksananya impian kita tersebut... Impian besar yang penuh dengan perencanaan dan kematangan sehingga kelak kan memberi pernikahan yang barakah dan dipenuhi ridhaNya. Insya Alloh :)
Doakan yaa.,...
Sabtu, Februari 11, 2012
Albumku dengan Sebagian Cerita
Masjid Agung Jawa Tengah waktu mengantar lomba altletik dan Volly tingkat Karesidenan Semarang. Dibawah Bimbingan Guru Penjaorkes Abdul Wakhid, S.Pd dan Kep.sek Tego Prasetyo, S.Pd., M.Pd Alhamdulillah setiap tahun selalu mendapat juara
Sekolah Dasar tempatku mengabdi yang sudah 8 Tahun di SDN Sidorejo Kidul 03,Walaupun terletak di pinggiran kota tetapi prestasinya tidak meragukan loohh., Dengan semangat kerja yang tinggi melahirkan generasi penerus yang santun, berkarakter, tertib, unggul dan berprestasi
Foto diambil 2 tahun lalu waktu masih ngelesi Gista. Makin gendut ajanie mas Abie, owh tak apaalah yang peting sehat dan selalu senyum,,, hehe tapi bukan senyum sendiri looh.,..
Satu Visi dan misi dalam mengemban tugas mulia, foto diambil Jumat Awal September 2011 setelah senam Indonesia Sehat bersama siswa. Seragame baru, nie yeee ... xixixix eh ngapain liat2 ...
April 2011 Kenangan bersama seseorang di pantai Marina Semarang, seseorang itu telah meninggalkanku untuk masa depan yang lebih baik. Gak usah diterusin.. privasi kalie yee,, bukan untuk konsumsi publik laahhh... masa lalu biarlah berlalu, jadikan pelajaran tuk melangkah lebih baik.
Pertengahan Juni 2008 Kantor SD Sidorejo Kidul 03 pindah ke Rumah DInas Kepala Sekolah karena mendapat Bantuan Gedung dan Mebileir dari DANA ALOKASI KHUSUS , MEBILER DAN PUSAT SUMBER BELAJAR pemerintah kota Salatiga,, yaaah namanya juga masih wiyata bhakti pakai seragam kheki kirain dah PNS ,, mboten np2 budhe. alon2 penting Optimis...
Mengikuti Sholat Idul Adha 1432 H di Alun2 kota Salatiga bersama Pengarang Novel Ketika Cinta Bertasbih Habiburrahman El Shirazy, Lc., Ma lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir. wah dik Ulin mekso foto2 yaa
Nampang dulu... habis beli pulsa di Shifa Cell Jl. Marditomo Sidorejo Kidul Salatiga
Konter itu kini sudah tutup. Mas Nanang sahabatku kini sedang bekerja di Bandung dan gak buka lagi.,. ditempat ini berkumpul sahabat chat anak2 Salatiga 1.
Bersama temen2 mig33 Salatiga 1 di Yogya Wisata, tahu berapa aku lupa yang jelas aku masih kuruuusss n masih jomblo.. wkwkwkwkw
Masih kurus ya? kapan nih foto ? ... yee di rumahku yang sangat sederhana namun bahagia bersama kedua orang tuaku dan adikku. Kesederhanaan dalam hidup adalah prinsip kami
Akhir Tahun 2008, mengikuti test CPNS di Wonogiri bersama mas Abidin Sholeh, Syafiq, Amien Tony, Yeni Dwi Astuti, tetapi yang lolos cuma mas Abidin.. ya namanya juga usaha, yang tak boncengin malah nasibnya beruntung. Kini tingal di Wonogiri mengajar 2 SD Negeri dibawa serta keluarganya. Masih ingatkah kau kawan? bila membaca tulisan ini kamu pasti takka pernah lupakan aku.
di TPQ Al Chira tempatku mengajar anak2 di waktu sore hari. ,,
BERSAMBUNG
Sekolah Dasar tempatku mengabdi yang sudah 8 Tahun di SDN Sidorejo Kidul 03,Walaupun terletak di pinggiran kota tetapi prestasinya tidak meragukan loohh., Dengan semangat kerja yang tinggi melahirkan generasi penerus yang santun, berkarakter, tertib, unggul dan berprestasi
Foto diambil 2 tahun lalu waktu masih ngelesi Gista. Makin gendut ajanie mas Abie, owh tak apaalah yang peting sehat dan selalu senyum,,, hehe tapi bukan senyum sendiri looh.,..
Satu Visi dan misi dalam mengemban tugas mulia, foto diambil Jumat Awal September 2011 setelah senam Indonesia Sehat bersama siswa. Seragame baru, nie yeee ... xixixix eh ngapain liat2 ...
April 2011 Kenangan bersama seseorang di pantai Marina Semarang, seseorang itu telah meninggalkanku untuk masa depan yang lebih baik. Gak usah diterusin.. privasi kalie yee,, bukan untuk konsumsi publik laahhh... masa lalu biarlah berlalu, jadikan pelajaran tuk melangkah lebih baik.
Pertengahan Juni 2008 Kantor SD Sidorejo Kidul 03 pindah ke Rumah DInas Kepala Sekolah karena mendapat Bantuan Gedung dan Mebileir dari DANA ALOKASI KHUSUS , MEBILER DAN PUSAT SUMBER BELAJAR pemerintah kota Salatiga,, yaaah namanya juga masih wiyata bhakti pakai seragam kheki kirain dah PNS ,, mboten np2 budhe. alon2 penting Optimis...
Mengikuti Sholat Idul Adha 1432 H di Alun2 kota Salatiga bersama Pengarang Novel Ketika Cinta Bertasbih Habiburrahman El Shirazy, Lc., Ma lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir. wah dik Ulin mekso foto2 yaa
Nampang dulu... habis beli pulsa di Shifa Cell Jl. Marditomo Sidorejo Kidul Salatiga
Konter itu kini sudah tutup. Mas Nanang sahabatku kini sedang bekerja di Bandung dan gak buka lagi.,. ditempat ini berkumpul sahabat chat anak2 Salatiga 1.
Bersama temen2 mig33 Salatiga 1 di Yogya Wisata, tahu berapa aku lupa yang jelas aku masih kuruuusss n masih jomblo.. wkwkwkwkw
Masih kurus ya? kapan nih foto ? ... yee di rumahku yang sangat sederhana namun bahagia bersama kedua orang tuaku dan adikku. Kesederhanaan dalam hidup adalah prinsip kami
Akhir Tahun 2008, mengikuti test CPNS di Wonogiri bersama mas Abidin Sholeh, Syafiq, Amien Tony, Yeni Dwi Astuti, tetapi yang lolos cuma mas Abidin.. ya namanya juga usaha, yang tak boncengin malah nasibnya beruntung. Kini tingal di Wonogiri mengajar 2 SD Negeri dibawa serta keluarganya. Masih ingatkah kau kawan? bila membaca tulisan ini kamu pasti takka pernah lupakan aku.
di TPQ Al Chira tempatku mengajar anak2 di waktu sore hari. ,,
BERSAMBUNG
Minggu, Februari 05, 2012
Nasihat Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Apabila seorang mukmin menghendaki supaya Allah Subhanahu wata’ala menganugerahinya bashiroh (ilmu yang mendalam) di dalam agama, pengetahuan akan sunnah Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam dan pemahaman akan kitab-Nya dan diperlihatkan hawa nafsu, bid’ah, kesesatan dan jauhnya manusia dari shirothol mustaqim, jalannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabatnya. Apabila ia menghendaki untuk menempuh jalan ini, maka hendaklah ia persiapkan dirinya untuk dicemooh oleh orang-orang bodoh dan ahlul bid’ah, dicela, dihina dan ditahdzir oleh mereka. Sebagaimana pendahulu mereka melakukannya kepada panutan dan imam kita Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
Adapun apabila ia menyeru kepada hal ini dan mencemooh apa-apa yang ada pada mereka, maka mereka akan murka dan membuat makar kepadanya…
Sehingga dirinya menjadi orang yang :
Asing di dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka
Asing di dalam berpegangteguhnya ia kepada sunnah dikarenakan berpegangnya mereka dengan kebid’ahan
Asing di dalam aqidahnya dikarenakan rusaknya aqidah mereka
Asing di dalam sholatnya dikarenakan rusaknya sholat mereka
Asing di dalam manhajnya dikarenakan sesat dan rusaknya manhaj mereka
Asing di dalam penisbatannya dikarenakan berbedanya penisbatan mereka dengannya
Asing di dalam pergaulannya terhadap mereka dikarenakan ia mempergauli mereka di atas apa yang tidak disenangi hawa nafsu mereka
Kesimpulannya: ia adalah orang yang asing di dalam urusan dunia dan akhiratnya, yang masyarakat tidak ada yang mau menolong dan membantunya.
Karena dirinya adalah :
Seorang yang berilmu di tengah-tengah orang yang bodoh
Penganut sunnah di tengah-tengah pelaku bid’ah
Penyeru kepada Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam di tengah-tengah penyeru hawa nafsu dan bid’ah
Penyeru kepada yang ma’ruf dan pencegah dari yang mungkar di tengah-tengah kaum yang menganggap suatu hal yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan suatu hal yang mungkar sebagai ma’ruf.
Adapun apabila ia menyeru kepada hal ini dan mencemooh apa-apa yang ada pada mereka, maka mereka akan murka dan membuat makar kepadanya…
Sehingga dirinya menjadi orang yang :
Asing di dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka
Asing di dalam berpegangteguhnya ia kepada sunnah dikarenakan berpegangnya mereka dengan kebid’ahan
Asing di dalam aqidahnya dikarenakan rusaknya aqidah mereka
Asing di dalam sholatnya dikarenakan rusaknya sholat mereka
Asing di dalam manhajnya dikarenakan sesat dan rusaknya manhaj mereka
Asing di dalam penisbatannya dikarenakan berbedanya penisbatan mereka dengannya
Asing di dalam pergaulannya terhadap mereka dikarenakan ia mempergauli mereka di atas apa yang tidak disenangi hawa nafsu mereka
Kesimpulannya: ia adalah orang yang asing di dalam urusan dunia dan akhiratnya, yang masyarakat tidak ada yang mau menolong dan membantunya.
Karena dirinya adalah :
Seorang yang berilmu di tengah-tengah orang yang bodoh
Penganut sunnah di tengah-tengah pelaku bid’ah
Penyeru kepada Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam di tengah-tengah penyeru hawa nafsu dan bid’ah
Penyeru kepada yang ma’ruf dan pencegah dari yang mungkar di tengah-tengah kaum yang menganggap suatu hal yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan suatu hal yang mungkar sebagai ma’ruf.
Senin, Januari 23, 2012
Aku Bangga Tulisanku Nol Komentar
Blog ku Nol Komentar, hehehe hebat kan?? Biasa aja deh sob, .. Hkzzhkzz huahuahua sebenarnya sedih sob T_T, Aneh deh padahal tu kotak komentar jelas terlihat, kenapa ga ada yang komentar??. Barang satu aja sehari ini mah sebulan 1 aja belum tentu, padahal ini blog Dofollow loh (mungkin *red).
Kalau begitu dengan bangga ciungtips luncurkan posting :
Cara Berkomentar di Blog berikut langkah langkahnya :
1. Baca artikelnya dengan seksama dan dalam tempo yang selambat-lambatnya, maksudnya sobat mengerti inti artikel tersebut ini untuk menghindari '' Jaka sembung bawa golok alias gag nyambung kok komen di blog'' xixixi..
2. Sesuda di baca, sobat melihat kotak dengan tulisan '' Poskan Komentar'' nah ini kotak gunanya untuk sobat curahin unek-unek,saran ke si empu blog. Positif think bebas jebakan Betmen kok ^_^
3. selesai menulis komen,lanjut ke kotak di bawahnya dengan tulisan '' poskan sebagai'' nah sepertinya disini pengunjung sering bingung. Sebenarnya mudah saja kok tinggal pilih saja
*Live Journal
*AiM
*TypePad
*Wordpress
*Open Id
#nama/url
#Anonymouse
Jika sobat tidak punya akun yang bertanda *,pilih saja nama/url masukan nama mu, kurang praktis?? Ya udah pilih anonymuse aja deh.
4. sesudah pilih-pilih profil komentar klik ''Pos kan Komentar''
5. Dan Trararararamm Komentar mu sudah tertinggal di blog, biarin si empu nya baca.
6. Selanjutnya Klik iklan yang tersedia.. Eh ups ini mah ga ada sangkutan nya deh xiixixii cuman sampai nomor 5 tips nya juga :p
Intinya berkomentar di blog itu tidak ribet kok,mudah saja. Blog itu interaktif loh sob. Ada Penulis/Narablog ada pembaca.
Nah bagaimana seorang Penulis tau apakah tulisanya jelek,ancur,hina,dina (eh cukup-cukup ini mah ngehina xixiixi) kalau tidak ada respon dari pembaca???. Stag terus dong tuh penulis,gag ada tamparan yang bisa melecut semangatnya untuk lebih baik lagi dalam menulis..
So komen please, tuh space komentar masih kosong.. ^_*
Kalau begitu dengan bangga ciungtips luncurkan posting :
Cara Berkomentar di Blog berikut langkah langkahnya :
1. Baca artikelnya dengan seksama dan dalam tempo yang selambat-lambatnya, maksudnya sobat mengerti inti artikel tersebut ini untuk menghindari '' Jaka sembung bawa golok alias gag nyambung kok komen di blog'' xixixi..
2. Sesuda di baca, sobat melihat kotak dengan tulisan '' Poskan Komentar'' nah ini kotak gunanya untuk sobat curahin unek-unek,saran ke si empu blog. Positif think bebas jebakan Betmen kok ^_^
3. selesai menulis komen,lanjut ke kotak di bawahnya dengan tulisan '' poskan sebagai'' nah sepertinya disini pengunjung sering bingung. Sebenarnya mudah saja kok tinggal pilih saja
*Live Journal
*AiM
*TypePad
*Wordpress
*Open Id
#nama/url
#Anonymouse
Jika sobat tidak punya akun yang bertanda *,pilih saja nama/url masukan nama mu, kurang praktis?? Ya udah pilih anonymuse aja deh.
4. sesudah pilih-pilih profil komentar klik ''Pos kan Komentar''
5. Dan Trararararamm Komentar mu sudah tertinggal di blog, biarin si empu nya baca.
6. Selanjutnya Klik iklan yang tersedia.. Eh ups ini mah ga ada sangkutan nya deh xiixixii cuman sampai nomor 5 tips nya juga :p
Intinya berkomentar di blog itu tidak ribet kok,mudah saja. Blog itu interaktif loh sob. Ada Penulis/Narablog ada pembaca.
Nah bagaimana seorang Penulis tau apakah tulisanya jelek,ancur,hina,dina (eh cukup-cukup ini mah ngehina xixiixi) kalau tidak ada respon dari pembaca???. Stag terus dong tuh penulis,gag ada tamparan yang bisa melecut semangatnya untuk lebih baik lagi dalam menulis..
So komen please, tuh space komentar masih kosong.. ^_*
Senin, Januari 09, 2012
Pernyataan-Pernyataan Memilukan Tentang Jilbab
1. “Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat atau ke pengajian. Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik”.
2. Tidak hanya sampai di situ, si A menyamakan jilbab dengan swimsuit. Pakaian itu penggunaannya bersifat situasional. Kalau mau pergi mengaji ya pakai jilbab. Kalau mau berenang ya pakai baju renang. “Masa renang pake mukena,” tukasnya lagi. “Segampang itu kok nggak paham,”
3. A juga mengatakan pendapat yang bisa mengundang kontroversi, yakni tentang alasan orang beragama. “Kenapa orang beragama? 1) karena miskin; 2) karena rentan dan merasa terancam,” ujarnya…
Tentang pernyataan pertama; kewajiban berjilbab Allah utarakan dalam Al-Quran secara umum, tidak terikat dengan momen tertentu; khusus untuk di pengajian misalkan. Yang ada malah sebaliknya, ketika shalat diwajibkan, jilbab (menutup aurat) menjadi salah satu pakaian khusus (ketentuan khusus) yang tidak bisa tidak, harus dipakai saat shalat. Jadi, siapa yang kebalik-balik?? Yang benar itu dari umum ke khusus, bukan dari khusus ke umum.
Jilbab dan pakaian renang adalah perbandingan yang tidak jauh berbeda dengan perbandingan antara basket dan main catur, meskipun kedua-duanya sama-sama olah raga, tapi rule of the gamenya berbeda, jika Allah syariatkan jilbab untuk dipakai di semua tempat, maka pabrik pembuat pakaian olah raga membuat pakaian renang khusus untuk di tempat renang. Adat manusia juga tidak membenarkan adanya seseorang yang ceramah di atas podium dengan memakai pakaian renang bukan? sebaliknya, tidak ada seorang pun yang protes jika seorang wanita berjilbab mengisi seminar di depan orang banyak, justru sebaliknya, akan banyak yang protes jika wanita tersebut memakai pakaian “ala kadarnya” ketika mengisi seminar.
Tentang pernyataan ketiga: justru kenyataan yang terjadi saat ini adalah, orang miskin tidak sedikit yang stress, gila. Kenapa gila? salah satu faktornya karena tidak beragama. Agama bukan pabrik yang di situ ada untung rugi materil; yang beragama kaya, yang tidak miskin! tidak selalu begitu. Yang beragama aman dari ancaman, yang tidak, selalu terancam, tidak selalu juga! Yang tepat adalah, kebanyakan orang menjadi begitu religius karena SADAR, sadar akan adanya pencipta, sadar akan adanya nikmat surga dan siksa neraka, sadar akan dirinya yang bukan siapa-siapa. Beda loh, sadar dengan terancam!!
Setidaknya, jilbab adalah salah satu indikator akan kesadaran beragama seorang wanita. Jilbab tidak mengekang wanita, yang ada malah menjaga, namun terkadang sebagian memaknai menjaga dengan mengekang. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk berfikir benar, bukan hanya bagus dan sensasional. Wallahualam bis shawab.
Salatiga, 9 jANUARI 2012
Buat seseorang yang dulu pernah berjilbab kemudian menanggalkan jilbabnya. Moga Allah memberikan hidayah
2. Tidak hanya sampai di situ, si A menyamakan jilbab dengan swimsuit. Pakaian itu penggunaannya bersifat situasional. Kalau mau pergi mengaji ya pakai jilbab. Kalau mau berenang ya pakai baju renang. “Masa renang pake mukena,” tukasnya lagi. “Segampang itu kok nggak paham,”
3. A juga mengatakan pendapat yang bisa mengundang kontroversi, yakni tentang alasan orang beragama. “Kenapa orang beragama? 1) karena miskin; 2) karena rentan dan merasa terancam,” ujarnya…
Tentang pernyataan pertama; kewajiban berjilbab Allah utarakan dalam Al-Quran secara umum, tidak terikat dengan momen tertentu; khusus untuk di pengajian misalkan. Yang ada malah sebaliknya, ketika shalat diwajibkan, jilbab (menutup aurat) menjadi salah satu pakaian khusus (ketentuan khusus) yang tidak bisa tidak, harus dipakai saat shalat. Jadi, siapa yang kebalik-balik?? Yang benar itu dari umum ke khusus, bukan dari khusus ke umum.
Jilbab dan pakaian renang adalah perbandingan yang tidak jauh berbeda dengan perbandingan antara basket dan main catur, meskipun kedua-duanya sama-sama olah raga, tapi rule of the gamenya berbeda, jika Allah syariatkan jilbab untuk dipakai di semua tempat, maka pabrik pembuat pakaian olah raga membuat pakaian renang khusus untuk di tempat renang. Adat manusia juga tidak membenarkan adanya seseorang yang ceramah di atas podium dengan memakai pakaian renang bukan? sebaliknya, tidak ada seorang pun yang protes jika seorang wanita berjilbab mengisi seminar di depan orang banyak, justru sebaliknya, akan banyak yang protes jika wanita tersebut memakai pakaian “ala kadarnya” ketika mengisi seminar.
Tentang pernyataan ketiga: justru kenyataan yang terjadi saat ini adalah, orang miskin tidak sedikit yang stress, gila. Kenapa gila? salah satu faktornya karena tidak beragama. Agama bukan pabrik yang di situ ada untung rugi materil; yang beragama kaya, yang tidak miskin! tidak selalu begitu. Yang beragama aman dari ancaman, yang tidak, selalu terancam, tidak selalu juga! Yang tepat adalah, kebanyakan orang menjadi begitu religius karena SADAR, sadar akan adanya pencipta, sadar akan adanya nikmat surga dan siksa neraka, sadar akan dirinya yang bukan siapa-siapa. Beda loh, sadar dengan terancam!!
Setidaknya, jilbab adalah salah satu indikator akan kesadaran beragama seorang wanita. Jilbab tidak mengekang wanita, yang ada malah menjaga, namun terkadang sebagian memaknai menjaga dengan mengekang. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk berfikir benar, bukan hanya bagus dan sensasional. Wallahualam bis shawab.
Salatiga, 9 jANUARI 2012
Buat seseorang yang dulu pernah berjilbab kemudian menanggalkan jilbabnya. Moga Allah memberikan hidayah
Minggu, Desember 25, 2011
Tahajud Cinta
Aku kembali hilang,kosong...
betapa aku nelangsa
tak mampu berkata,tak jua menerima
wahai kekasih yg menjadi pemilik kerajaan hatiku
sungguh hatiku berdebu !
Sujudku tak mampu menghapus debu yg menempel di keningku.
Kemanakah ia pergi,
Kau kemanakan...?
aku tanggungkan sakit dan duka,
jika cinta itu candu,
berikan penawar kesakitan dan kegelisahan,
ajarkan tentang merelakan
Engkau ijinkan aku menyaksikan,
Engkau tumbuhkan dan pisahkan,
Kekasihku,tempat sujudku...
beningkanlah aku,
ajarkan aku untuk tahu diri
pupuskan jelaga dalam kalbuku.
Jika kerlipku haram ku pendarkan,
jiwaku pecah terbelah,
biarkan sujudku padaMu
mengutuhkannya...
Kularikan aliran sungai kecilku,
pada sajadah terbentang...
disudut tersunyi,
di sepertiga malamku,
menepikan segala lara kehilangan tak terperi
kucari kerelaanMu
mencari kelapangan meski
jalanku yang tak mengarah padanya.
Engkau Muara cinta dan kesetiaan
tiupkan setitik terang,
pada sudut terdalam hatiku
ijinkan kuberjalan dalam jubah keikhlasan...
Salatiga 26 Desember 2011
betapa aku nelangsa
tak mampu berkata,tak jua menerima
wahai kekasih yg menjadi pemilik kerajaan hatiku
sungguh hatiku berdebu !
Sujudku tak mampu menghapus debu yg menempel di keningku.
Kemanakah ia pergi,
Kau kemanakan...?
aku tanggungkan sakit dan duka,
jika cinta itu candu,
berikan penawar kesakitan dan kegelisahan,
ajarkan tentang merelakan
Engkau ijinkan aku menyaksikan,
Engkau tumbuhkan dan pisahkan,
Kekasihku,tempat sujudku...
beningkanlah aku,
ajarkan aku untuk tahu diri
pupuskan jelaga dalam kalbuku.
Jika kerlipku haram ku pendarkan,
jiwaku pecah terbelah,
biarkan sujudku padaMu
mengutuhkannya...
Kularikan aliran sungai kecilku,
pada sajadah terbentang...
disudut tersunyi,
di sepertiga malamku,
menepikan segala lara kehilangan tak terperi
kucari kerelaanMu
mencari kelapangan meski
jalanku yang tak mengarah padanya.
Engkau Muara cinta dan kesetiaan
tiupkan setitik terang,
pada sudut terdalam hatiku
ijinkan kuberjalan dalam jubah keikhlasan...
Salatiga 26 Desember 2011
hemm
lama gak posting di blog..
*kurang lebih 15 hari.
Sorry ya blog, sekarang Saya benar-benar sibuk (what?!), jadi gak bisa buka notebook, kalo online di hape..
Kapan-kapan aja.
Lagipula ni blog sepi, jd kalaupun posting udah kaya orang ngomong sendiri.
It's okay, Saya lagi gak nyaman dengan godaan wanita
*kurang lebih 15 hari.
Sorry ya blog, sekarang Saya benar-benar sibuk (what?!), jadi gak bisa buka notebook, kalo online di hape..
Kapan-kapan aja.
Lagipula ni blog sepi, jd kalaupun posting udah kaya orang ngomong sendiri.
It's okay, Saya lagi gak nyaman dengan godaan wanita
Kamis, Desember 15, 2011
Puing-puing Kekecewaan
“Aku tidak tahu perasaan seperti apa yang berkecamuk dalam dada dan pikiran aku ketika mengingat dirimu. Hari ini 15 Desember 2011 hari Ulang Tahunmu, meski belum 1 tahun aku mengenalmu lewat dunia maya hingga akhirnya menjalin kisah cinta. Aku ingin marah, aku juga ingin memaki kamu hingga puas dan ingin meluapkan segala emosi aku di hadapanmu. Mengingat semua yang telah kita lewati, rasanya tidak mungkin bila akhirnya kamu mengabaikan aku. Harusnya kamu tidak melakukan itu padaku, harusnya kamu tidak meninggalkan aku dalam keadaan serba tidak pasti. Kamu bagiku pecundaaannggg….”
Ketika membaca catatan di atas, luka itu seperti tergores lagi. Hati ini juga seperti merintih, rasanya memang tak mudah. Mengingat semua yang sudah terjadi tujuh bulan silam, ketika mengenang kebersamaan dengannya. Namun jika mengingat peristiwa bulan Mei, aku merasa semua kebahagiaan yang kumiliki lepas. Hilang, dan yang tersisa hanya perih di dalam dada.
Memang terhitung sangat singkat aku dan dia, hanya empat bulan. Yah, empat bulan! Bukankah membekas tidaknya sebuah hubungan di hati setiap orang tidak ditentukan oleh seberapa lama ia menjalani hubungan tersebut. Bisa jadi hanya sehari, namun ia tidak bisa melupakan peristiwa tersebut seumur hidupnya, termasuk dalam cerita film”August Rush”. Sayangnya kisah cintaku tidak sebaik dalam film itu. Aku ditinggalin dan aku diabaikan, alasannya sangat klasik “Tidak ada kecocokan lagi”. Alasan seperti apa itu, pikirku. Tapi aku berusaha menghormati keputusannya. Meski sebenarnya, dia tidak pernah tahu bahwa aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya.
“Tidak ada kecocokan lagi”. Gumamku!
“Tidak ada kecocokan lagi”. Gumamku lagi!
Rupanya aku sedang dipermainkan, aku berusaha untuk mencerna kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya ketika itu. Aku berusaha mencari ketidak cocokan yang mana yang membuat aku sama dia bisa berakhir seperti ini. Sekalipun aku berusaha mencari dan mencari, aku tetap tidak menemukannya karena sesungguhnya ketidakcocokan kita berdua ada pada dirinya sendiri. Dia yang membuat semuanya menjadi tidak cocok. Ketika ada pria lain yaitu Antok yang telah membuatnya lebih merasa hebat. Bagiku, dia kini sama asing
Ketika membaca catatan di atas, luka itu seperti tergores lagi. Hati ini juga seperti merintih, rasanya memang tak mudah. Mengingat semua yang sudah terjadi tujuh bulan silam, ketika mengenang kebersamaan dengannya. Namun jika mengingat peristiwa bulan Mei, aku merasa semua kebahagiaan yang kumiliki lepas. Hilang, dan yang tersisa hanya perih di dalam dada.
Memang terhitung sangat singkat aku dan dia, hanya empat bulan. Yah, empat bulan! Bukankah membekas tidaknya sebuah hubungan di hati setiap orang tidak ditentukan oleh seberapa lama ia menjalani hubungan tersebut. Bisa jadi hanya sehari, namun ia tidak bisa melupakan peristiwa tersebut seumur hidupnya, termasuk dalam cerita film”August Rush”. Sayangnya kisah cintaku tidak sebaik dalam film itu. Aku ditinggalin dan aku diabaikan, alasannya sangat klasik “Tidak ada kecocokan lagi”. Alasan seperti apa itu, pikirku. Tapi aku berusaha menghormati keputusannya. Meski sebenarnya, dia tidak pernah tahu bahwa aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya.
“Tidak ada kecocokan lagi”. Gumamku!
“Tidak ada kecocokan lagi”. Gumamku lagi!
Rupanya aku sedang dipermainkan, aku berusaha untuk mencerna kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya ketika itu. Aku berusaha mencari ketidak cocokan yang mana yang membuat aku sama dia bisa berakhir seperti ini. Sekalipun aku berusaha mencari dan mencari, aku tetap tidak menemukannya karena sesungguhnya ketidakcocokan kita berdua ada pada dirinya sendiri. Dia yang membuat semuanya menjadi tidak cocok. Ketika ada pria lain yaitu Antok yang telah membuatnya lebih merasa hebat. Bagiku, dia kini sama asing
Jumat, Desember 09, 2011
Tingkat Keimanan
Tingkat Keimanan seeorang kepada Penciptanya bisa dibagi menjadi 4 ( empat ) tingkatan, yakni :
1. Tingkatan pertama seseorang beriman kepada Penciptanya, atas dasar KATANYA ( CENAH ) ;
Pada tingkatan ini jiwa seorang manusia hanya beriman menurut ceritera orang lain, seperti
Kata Nabi, Kata Wali, Kata Guru, Kata Orang tua, Kata Kitab dll.
Iman kepada Penciptanya ini, tingkatannya bisa maju juga bisa mundur, tergantung sering tidaknya Dia
bertanya dan bermusyawarah serta pengajian atau membaca.
2. Tingkatan kedua, seseorang beriman kepada Penciptanya, atas dasar YAKIN
Pada tingkatan ini jiwa seseorang manusia sedikit lebih maju keimanannya karena dia punya tingkatan
pertama, ditambah dengan yakin ada ciptaan2 lainnya selain pencipta memciptakan dirinya.
3. Tingkatan Ketiga, seseorang beriman kepada Penciptanya, atas dasar AINAL YAKIN
Pada tingkatan YAKIN ini jiwa seseorang sudah melihat Penciptanya secara penglihatan nyata, melalui
jalan SULUK yang dia kuasai dan atas Ridho Penciptanya dia berjumpa dan biasanya jarang ada
percakapan lisan bathin, karena dirinya sangat terpana dan terpesona.
4. Tinggatan Keempat, seseorang beriman kepada Penciptanya, Atas dasar HaqqulYAKIN
Pada Tingkat Haqqul YAKIN ini, adalah segala pucak dari puncak pertemuan JIWA seseorang
dengan pencipatanya, sehingga kerinduan akan pertemuan selalu menggandrunginya, karena Tingkat
Keimnannya sudah memuncak bahwa dirinya ada yang mencintainya yang hakiki.
Tulisan ini mohon di benarkan kalau ada kesalahan .. terimakasih
1. Tingkatan pertama seseorang beriman kepada Penciptanya, atas dasar KATANYA ( CENAH ) ;
Pada tingkatan ini jiwa seorang manusia hanya beriman menurut ceritera orang lain, seperti
Kata Nabi, Kata Wali, Kata Guru, Kata Orang tua, Kata Kitab dll.
Iman kepada Penciptanya ini, tingkatannya bisa maju juga bisa mundur, tergantung sering tidaknya Dia
bertanya dan bermusyawarah serta pengajian atau membaca.
2. Tingkatan kedua, seseorang beriman kepada Penciptanya, atas dasar YAKIN
Pada tingkatan ini jiwa seseorang manusia sedikit lebih maju keimanannya karena dia punya tingkatan
pertama, ditambah dengan yakin ada ciptaan2 lainnya selain pencipta memciptakan dirinya.
3. Tingkatan Ketiga, seseorang beriman kepada Penciptanya, atas dasar AINAL YAKIN
Pada tingkatan YAKIN ini jiwa seseorang sudah melihat Penciptanya secara penglihatan nyata, melalui
jalan SULUK yang dia kuasai dan atas Ridho Penciptanya dia berjumpa dan biasanya jarang ada
percakapan lisan bathin, karena dirinya sangat terpana dan terpesona.
4. Tinggatan Keempat, seseorang beriman kepada Penciptanya, Atas dasar HaqqulYAKIN
Pada Tingkat Haqqul YAKIN ini, adalah segala pucak dari puncak pertemuan JIWA seseorang
dengan pencipatanya, sehingga kerinduan akan pertemuan selalu menggandrunginya, karena Tingkat
Keimnannya sudah memuncak bahwa dirinya ada yang mencintainya yang hakiki.
Tulisan ini mohon di benarkan kalau ada kesalahan .. terimakasih
Selasa, November 29, 2011
Kesuksesan, Ketekunan dan Semangat Hidup
Semalam kurang tidur, pagi ini harus melanjutkan aktifitasku sebagai GTT di Sekolah negeri itu. Genap 8 tahun aku mengabdi . Semoga saja di tahun 2012 nanti ada pencerahan untuk honorer seperti aku yang ingin sekali diangkat CPNS sesuai janji Pemerintah
Tak apalah jam mengajarku jadi hilang karena keadaan, saat ini aku bekerja sebagai admin/tata usaha/ penulis karena teman-teman PNS meminta jam mengajarku kembali untuk pengajuan sertifikasi. Yah maklum aku hanya sebagai guru “gajulan” yang seikhlasnya mengajar bidang studi yang di butuhkan sekolah. Hanya dengan gaji 250ribu Alhamdulillah aku bisa mencukupi kebutuhanku, tapi saat ini belum bisa membantu orang tua, kalau malam aku ngelesi / privat yang alhamdulillah bisa mencapai 750ribu kalau insentif GTT cair ya bisa mencapai 1juta/bulan, Rasanya aku ingin pindah aja ke sekolah swasta biar bisa ikut program pemerintah yaitu sertifikasi. Sayang sekali GTT di sekolah negeri harus punya SK Bupati / Walikota. Ahh.. seaindainya saja aku di Madrasah Ibtidaiyyah seperti sebelumnya dibawah yayasan tentunya aku bisa sertifikasi seperti teman-teman seangakatanku . Tapi keinginan itu terlambat sudah, apa artinya pengabdian selama 8 tahun harus digantikan dengan keputusan konyol sepeti itu.
Adalah bu Anik., putri dari bapak K. Mohadi (Alm) yang sekarang sudah sukses. Potret keluarga yang sakinah dengan 4 orang anak yang lucu dan cerdas. Yang hidup penuh liku dan cerita-cerita penuh hikmah. Dari cerita beliau semalam dapat kusimpulkan sebagai berikut :
1. Harta dunia bukan tujuan, carilah apa yang ada semata-mata untuk meraih ridho Allah dengan ilmu yang dimiliki. ( Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu)
2. Bersedekahlah semampunya niscaya Allah akan mengganti dengan berlipat ganda. ( Dulu hanya punya warung sup buah, sekarang, bisa punya usaha warnet dan toko helm)
3. Kesuksesan berawal dari ketekunan dan semangat pantang menyerah satu sama lain. (Dulu tidak punya apa-apa sekarang bisa punya 2 mobil dengan kerja keras suaminya di Kalimantan yang mendirikan Koperasi Bina Usaha)
Waktu sudah siang, rasa kantukku mulai datang. Tapi belum jam pulang., Semalam termenung dalam sajadah panjangku sampai menjelang waktu subuh. Bagai bahtera meniti samudera, terombang-ambing ombak, bergulung-gulung menggunung. Gunung karang menghalang, topan dan badai siap menerkam. Aku tak peduli, aku akan terus berlari, kan ku ganyang semua penghalang, Biar dicaci, biar dimaki, biar dihina biar dibenci, aku tak peduli, asalkan kebenaran selalu menyertai, asalkan Tuhan selalu meridhoi. Allahu Akbar !!
Sidorejo Kidul, Akhir Nopember 2011
Tak apalah jam mengajarku jadi hilang karena keadaan, saat ini aku bekerja sebagai admin/tata usaha/ penulis karena teman-teman PNS meminta jam mengajarku kembali untuk pengajuan sertifikasi. Yah maklum aku hanya sebagai guru “gajulan” yang seikhlasnya mengajar bidang studi yang di butuhkan sekolah. Hanya dengan gaji 250ribu Alhamdulillah aku bisa mencukupi kebutuhanku, tapi saat ini belum bisa membantu orang tua, kalau malam aku ngelesi / privat yang alhamdulillah bisa mencapai 750ribu kalau insentif GTT cair ya bisa mencapai 1juta/bulan, Rasanya aku ingin pindah aja ke sekolah swasta biar bisa ikut program pemerintah yaitu sertifikasi. Sayang sekali GTT di sekolah negeri harus punya SK Bupati / Walikota. Ahh.. seaindainya saja aku di Madrasah Ibtidaiyyah seperti sebelumnya dibawah yayasan tentunya aku bisa sertifikasi seperti teman-teman seangakatanku . Tapi keinginan itu terlambat sudah, apa artinya pengabdian selama 8 tahun harus digantikan dengan keputusan konyol sepeti itu.
Adalah bu Anik., putri dari bapak K. Mohadi (Alm) yang sekarang sudah sukses. Potret keluarga yang sakinah dengan 4 orang anak yang lucu dan cerdas. Yang hidup penuh liku dan cerita-cerita penuh hikmah. Dari cerita beliau semalam dapat kusimpulkan sebagai berikut :
1. Harta dunia bukan tujuan, carilah apa yang ada semata-mata untuk meraih ridho Allah dengan ilmu yang dimiliki. ( Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu)
2. Bersedekahlah semampunya niscaya Allah akan mengganti dengan berlipat ganda. ( Dulu hanya punya warung sup buah, sekarang, bisa punya usaha warnet dan toko helm)
3. Kesuksesan berawal dari ketekunan dan semangat pantang menyerah satu sama lain. (Dulu tidak punya apa-apa sekarang bisa punya 2 mobil dengan kerja keras suaminya di Kalimantan yang mendirikan Koperasi Bina Usaha)
Waktu sudah siang, rasa kantukku mulai datang. Tapi belum jam pulang., Semalam termenung dalam sajadah panjangku sampai menjelang waktu subuh. Bagai bahtera meniti samudera, terombang-ambing ombak, bergulung-gulung menggunung. Gunung karang menghalang, topan dan badai siap menerkam. Aku tak peduli, aku akan terus berlari, kan ku ganyang semua penghalang, Biar dicaci, biar dimaki, biar dihina biar dibenci, aku tak peduli, asalkan kebenaran selalu menyertai, asalkan Tuhan selalu meridhoi. Allahu Akbar !!
Sidorejo Kidul, Akhir Nopember 2011
Tanggung Jawab Siapa?
Mendung bergelayut layu, tiba-tiba hujan lebat mengguyur kota Salatigaku tercinta. Kulalui jalan Kota Salatiga yang licin dengan sepedamotor bututku, menuju kampung Jetis Wetan tempat ku mengajar pada sebuah Lembaga Pendidikan Al Qur`an binaan Ust Turjaun. Masih ada kewajiban mengajar di TPQ Al Chira karena Ust. Muhyiddin Anwar Al Hafidz sedang sakit, biasanya murid TPA ku mencapai 25 anak, tapi kini yang berangkat Cuma dua anak. Ya Bunga dan Linda, mereka kelihatan cemas menungguku.
Sesampai di TPQ kulihat mereka bersedih, ada apa dik ? tanyaku. Mereka kecewa karena teman-teman yang lain tidak datang. Masjid semegah dan di lantai dua TPQ itu sangat sepi. Anak-anak yang lain sedang tertidur pulas dengan mimpinya setelah seharian sekolah di SD / MI masing-masing. Mungkin mereka berharap TPQnya libur karena hujan deras.
Orang tua mana yang tidak bangga jika kita memiliki anak sholeh/ah yang taat pada Allah dan berbakti pada kedua orang tuanya. Tapi sayangnya mendidik anak agar menjadi anak sholeh/ah bukan pekerjaan mudah bagi orang tua saat ini. Para orang tua dituntut untuk mencurahkan perhatian dan pengorbanannya demi si buah hati tercinta.
Lahirnya seorang anak sholeh/ah bukan tiba-tiba saja muncul, tapi perlu ada pendidikan dan penanaman sejak usia dini. Ibarat tumbuhan, seorang anak perlu dirawat dan dijaga dengan baik. Semakin baik perawatan kita tentu akan semakin baik pula hasilnya. Salah satu yang seharusnya ditanamkan oleh para orang tua, sebagai bentuk penjagaan adalah bekal-bekal Al Qur’an. Al Qur’an adalah bekal utama yang tidak boleh ditinggalkan oleh para orang tua saat ini. Tanpa bekal Al Qur’an mustahil kita akan mampu mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh/ah, sebab Islam memandang bahwa faktor yang menentukan seorang anak dikatakan sholeh/ah, dirinya memiliki bekal Al Qur’an.
Hari ini, kita banyak jumpai anak muslim di kampung-kampung yang tidak memiliki bekal Al Qur’an. Tidak adanya bekal Al Qur’an tersebut kebanyakan bukan karena anaknya malas untuk belajar atau karena orang tua yang enggan membekali anaknya, tapi lebih pada tidak adanya tempat untuk bisa membekali Al Qur’an (semacam TPA/TPQ). Hari ini TPA/TPQ masih tetap menjadi harapan dan tumpuan oleh kebanyakkan para orang tua saat ini khususnya yang minim ilmu dan harta. Hari ini TPA/TPQ di masjid kampung dinantikan dan diharapkan kiprahnya oleh mayoritas jama’ah dan masyarakat sekitar masjid. Akan tetapi, sekalipun TPA/TPQ di masjid kampung sangat urgen untuk membekali Al Qur’an bagi anak-anak saat ini, sayangnya tidak semua orang tua menaruh harapan terhadap TPA/TPQ.
Biasanya orang tua yang cukup ilmu dan mapan hidupnya (tingkat sosial menengah ke atas), tidak terlalu mengharapkan TPA/TPQ untuk membekali anak-anak mereka dengan Al Qur’an, mungkin mereka berpandangan bahwa bekal Al Qur’an masih bisa diberikan pada anak-anak mereka dengan cara dipondokpesantrenkan atau di sekolah fullday schoolkan (yang sudah meliputi bekal Al Qur’an), walaupun harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Dan kebetulan sekali, para orang tua yang tidak terlalu berharap pada TPA/TPQ justru kebanyakan didominasi kalangan pengurus masjid hari ini. Jika kita tidak percaya, coba kita cermati dengan baik, rata-rata pengurus masjid adalah orang yang secara ekonomi telah mapan, kemudian jika di lihat dari pendidikan anak-anak/keturunannya, kebanyakan mereka tidak tergantung dengan TPA/TPQ. Yang jadi pertanyaan adalah, mungkinkah jika orang yang tidak terlalu berharapan terhadap TPA’TPQ (sebagai sarana untuk membekali Al Qur’an untuk anak-anak) bisa peduli dan memperjuangkan nasib TPA/TPQ dengan baik dan sungguh-sungguh? Jawabannya sudah pasti tidak mungkin. Teman teman FBku sekalian, inilah barangkali sebabnya mengapa TPA/TPQ tidak bisa berjalan dengan baik di masjid kita hari ini.Dan seakan-akan tidak ada kesungguhan untuk menghidupkan dan menjalankan TPA/TPQ kembali dengan baik dan profesional.
Maka dari itu, jika masjid peduli dengan kepentingan jama’ah atau masyarakat muslim di sekitar masjid (yang mengalami kesulitan dalam memberikan bekal pengajaran Al Qur’an pada anak-anak mereka) tentu pengurus masjid akan memberikan perhatian lebih pada TPA/TPQ hari ini, bahkan jika perlu berkorban apapun asal TPA/TPQ bisa berjalan dengan baik, sehingga jama’ah merasakan manfaatnya, khususnya pada anak-anak mereka. Mari coba kita renungkan baik-baik, jika kita selaku orang tua begitu bersemangatnya beribadah di masjid (untuk mencari bekal akhirat), kita begitu rajin infaq ditiap jum’atan (walau kebanyakan hanya sekedar dikumpulkan saja), kita begitu peduli dengan berbagai kegiatan masjid. Tapi perlu anda ingat, bahwa semua itu kembali pada diri anda selaku pribadi muslim/orang tua. Lalu, mana yang kembali kepada anak-anak anda, walau hanya dalam wujud pengajaran Al Qur’an (di TPA/TPQ)? Sementara anda tidak mampu mengajarkan Al Qur’an sendiri ?
Hasilnya, inilah kenyataannya jika masjid tidak peduli dengan TPA/TPQ, anak-anak di sekitar masjid tidak mendapatkan manfaat dari masjidnya, kalaupun ada pengajaran Al Qur’an biasanya hanya di bulan Ramadhan semata. Yang jadi pertanyaan kita kembali, apa mungkin mendidik anak-anak kita dengan Al Qur’an hanya mengandalkan bulan Ramadhan ?
Maka, jika ada masjid yang TPA/TPQ nya saja tidak berjalan, atau berjalan tapi asal jalan semata, hal ini menunjukkan kegagalan pengurus masjidnya, tapi sayangnya pengurus masjid hari ini banyak yang merasa tidak pernah gagal menjadi pengurus masjid. orang tuanya. Tapi sayangnya mendidik anak agar menjadi anak sholeh/ah bukan pekerjaan mudah bagi orang tua saat ini. Para orang tua dituntut untuk mencurahkan perhatian dan pengorbanannya demi si buah hati tercinta. Lahirnya seorang anak sholeh/ah bukan tiba-tiba saja muncul, tapi perlu ada pendidikan dan penanaman sejak usia dini. Ibarat tumbuhan, seorang anak perlu dirawat dan dijaga dengan baik. Semakin baik perawatan kita tentu akan semakin baik pula hasilnya. Salah satu yang seharusnya ditanamkan oleh para orang tua, sebagai bentuk penjagaan adalah bekal-bekal Al Qur’an. Al Qur’an adalah bekal utama yang tidak boleh ditinggalkan oleh para orang tua saat ini. Tanpa bekal Al Qur’an mustahil kita akan mampu mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh/ah, sebab Islam memandang bahwa faktor yang menentukan seorang anak dikatakan sholeh/ah, dirinya memiliki bekal Al Qur’an.
Hari ini, kita banyak jumpai anak muslim di kampung-kampung yang tidak memiliki bekal Al Qur’an. Tidak adanya bekal Al Qur’an tersebut kebanyakan bukan karena anaknya malas untuk belajar atau karena orang tua yang enggan membekali anaknya, tapi lebih pada tidak adanya tempat untuk bisa membekali Al Qur’an (semacam TPA/TPQ). Hari ini TPA/TPQ masih tetap menjadi harapan dan tumpuan oleh kebanyakkan para orang tua saat ini khususnya yang minim ilmu dan harta. Hari ini TPA/TPQ di masjid kampung dinantikan dan diharapkan kiprahnya oleh mayoritas jama’ah dan masyarakat sekitar masjid. Akan tetapi, sekalipun TPA/TPQ di masjid kampung sangat urgen untuk membekali Al Qur’an bagi anak-anak saat ini, sayangnya tidak semua orang tua menaruh harapan terhadap TPA/TPQ. Biasanya orang tua yang cukup ilmu dan mapan hidupnya (tingkat sosial menengah ke atas), tidak terlalu mengharapkan TPA/TPQ untuk membekali anak-anak mereka dengan Al Qur’an, mungkin mereka berpandangan bahwa bekal Al Qur’an masih bisa diberikan pada anak-anak mereka dengan cara dipondokpesantrenkan atau di sekolah fullday schoolkan (yang sudah meliputi bekal Al Qur’an), walaupun harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Dan kebetulan sekali, para orang tua yang tidak terlalu berharap pada TPA/TPQ justru kebanyakan didominasi kalangan pengurus masjid hari ini. Jika anda tidak percaya, coba anda cermati dengan baik, rata-rata pengurus masjid adalah orang yang secara ekonomi telah mapan, kemudian jika di lihat dari pendidikan anak-anak/keturunannya, kebanyakan mereka tidak tergantung dengan TPA/TPQ. Yang jadi pertanyaan adalah, mungkinkah jika orang yang tidak terlalu berharapan terhadap TPA’TPQ (sebagai sarana untuk membekali Al Qur’an untuk anak-anak) bisa peduli dan memperjuangkan nasib TPA/TPQ dengan baik dan sungguh-sungguh? Jawabannya sudah pasti tidak mungkin.
Inilah mungkin sebabnya mengapa TPA/TPQ tidak bisa berjalan dengan baik di masjid kita hari ini.Dan seakan-akan tidak ada kesungguhan untuk menghidupkan dan menjalankan TPA/TPQ kembali dengan baik dan profesional. Maka dari itu, jika masjid peduli dengan kepentingan jama’ah atau masyarakat muslim di sekitar masjid (yang mengalami kesulitan dalam memberikan bekal pengajaran Al Qur’an pada anak-anak mereka) tentu pengurus masjid akan memberikan perhatian lebih pada TPA/TPQ hari ini, bahkan jika perlu berkorban apapun asal TPA/TPQ bisa berjalan dengan baik, sehingga jama’ah merasakan manfaatnya, khususnya pada anak-anak mereka.
Mari coba kita renungkan baik-baik, jika kita selaku orang tua begitu bersemangatnya beribadah di masjid (untuk mencari bekal akhirat), kita begitu rajin infaq ditiap jum’atan (walau kebanyakan hanya sekedar dikumpulkan saja), kita begitu peduli dengan berbagai kegiatan masjid. Tapi perlu kita ingat, bahwa semua itu kembali pada diri kita selaku pribadi muslim/orang tua. Lalu, mana yang kembali kepada anak-anak kita, walau hanya dalam wujud pengajaran Al Qur’an (di TPA/TPQ)? Sementara kita tidak mampu mengajarkan Al Qur’an sendiri ? Wal hasil, inilah kenyataannya jika masjid tidak peduli dengan TPA/TPQ, anak-anak di sekitar masjid tidak mendapatkan manfaat dari masjidnya, kalaupun ada pengajaran Al Qur’an biasanya hanya di bulan Ramadhan semata.
Yang jadi pertanyaan kita kembali, apa mungkin mendidik anak-anak kita dengan Al Qur’an hanya mengandalkan bulan Ramadhan ? Maka, jika ada masjid yang TPA/TPQ nya saja tidak berjalan, atau berjalan tapi asal jalan semata, hal ini menunjukkan kegagalan pengurus masjidnya, tapi sayangnya pengurus masjid hari ini banyak yang merasa tidak pernah gagal menjadi pengurus masjid
Faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya dekadensi moral pada anak-anak dan terbentuknya kepribadian yang buruk pada diri mereka adalah kurangnya perhatian kedua orang tua untuk mengajarkan akhlak yang mulia kepada si anak dan dikarenakan kesibukan mereka hingga tidak ada kesempatan untuk mengarahkan dan mendidik anak-anaknya.
Apabila seorang ayah tidak lagi peduli terhadap tanggung jawabnya untuk mengarahkan dan mendidik serta mengawasi anak-anaknya, dan dikarenakan faktor tertentu, si ibu kurang menunaikan kewajibannya dalam mendidik si anak maka tidak diragukan lagi si anak akan tumbuh seperti anak yatim yang tidak memiliki orang tua, ia hidup bagai sampah masyarakat, bahkan suatu saat akan menjadi penyebab terjadinya kerusakan dan kejahatan di tengah-tengah umat.
Sesungguhnya kepedulian kedua orang tua tidak hanya terbatas memberikan pengajaran kepada mereka. Akan tetapi, mereka harus dibimbing dan dibantu dalam mempraktekkan bagaimana cara berbakti kepada kedua orang tuanya, tentu dengan cara dan perlakuan terbaik. Akan tetapi, jika orang tua tidak peduli akan pendidikan akhlak mereka maka si anak akan menjadi duri bagi kedua orang tuanya, karena berbakti kepada kedua orang tua merupakan sifat yang tidak akan muncul begitu saja tanpa melalui pengajaran
Tak terasa waktu sudah hampir maghrib, akupun pulang dengan mata berkaca-kaca. Perjuangan tak akan pernah berakhir. Wahai para orang tua? Mari kita prioritaskan pendidikan agama pada putra-putri kita. Mohon maaf bila tulisan ini kurang berkenan dihati. Semoga apa yang kita berikan walau sedikit dapat bermanfaat bagi sesama. Khoirun Nass anfauhum linnas.,, Amin ..
FB : abiesubhan@yahoo.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)














































