poin

Kamis, Mei 06, 2010

Depdiknas Membutuhkan Ratusan Ribu Guru

Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas mengajukan kebutuhan 737 ribu guru ke Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Men PAN). Depdiknas mengestimasi, dalam lima tahun ke depan ribuan guru bakal pensiun. Selain itu, pemekaran sekolah berimbas terhadap makin tingginya kebutuhan tenaga pendidik. Sekretaris Ditjen PMPTK Giri Suryatmana menjelaskan, berdasar proyeksi kebutuhan guru yang disusun PMPTK pada 2010-2014, kebutuhan Indonesia mencapai 737 ribu. “Saat ini, kami sudah mengajukan ke Men PAN kebutuhan dari tahun ke tahun hingga 2014,” jelasnya kemarin. Meski demikian, kata Giri, kewenangan pengangkatan CPNS ada di tangan Men PAN. “Kami hanya mengajukan. Mudah-mudahan disetujui. Sebab, semua bergantung kemampuan negara,” ujarnya. Giri menyebut, saat ini persoalan tenaga pendidik cukup pelik. Jika kebutuhan tenaga pendidik tidak segera terpenuhi, dikhawatirkan defisit guru semakin tinggi. “Karena itu, kami perlu mengadakan rembuk nasional untuk membahas persoalan ini,” ujarnya. Berdasar data PMPTK, jumlah guru yang pensiun tiap tahun rata-rata 50 ribu orang. Namun pada 2012, diprediksi terjadi pensiun besar-besaran. Sebab, pada tahun itu mayoritas guru Inpres sudah pensiun. Dia memperkirakan ada 150 ribu guru yang pensiun bersamaan. “Pada tahun itu terjadi puncak pensiun,” sebutnya. Karena itu, kata Giri, perlu segera dibuka formasi baru CPNS guru. Rencananya, formasi baru itu terbuka untuk umum. Tak ada yang menjadi prioritas untuk diangkat menjadi CPNS, seperti guru tidak tetap (GTT) atau honorer. Yang menjadi prioritas adalah guru yang telah memenuhi kualifikasi. Contohnya, berkualifikasi S1 dan telah mengikuti pendidikan profesi guru. “Syarat tersebut wajib dipenuhi. Yang tak ikut pendidikan profesi tak bakal bisa mengajar,” ungkapnya. Giri membeberkan, saat ini kebutuhan guru di bidang matematika, sains dan bahasa amat tinggi. Termasuk, kebutuhan guru untuk sekolah kejuruan. Hal itu katanya, seiring dengan semakin banyaknya dibuka SMK di berbagai daerah. Sementara di satu sisi, pemasok guru kejuruan seperti politeknik amat minim. Pemenuhan kebutuhan guru, kata Giri pula, juga masuk dalam program 100 hari menteri baru. Rencananya, dalam waktu dekat PMPTK bakal memverifikasi data guru di kabupaten/kota. “Verifikasi itu sekaligus sebagai penataan. Kalau ada daerah yang kelebihan guru, bisa didistribusikan ke daerah yang kekurangan guru,” terangnya.

Guru Honorer Minta Diangkat CPNS tanpa Seleksi

Perhimpunan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI) meminta kepada pemerintah untuk mengangkat tenaga honorer menjadi CPNS tanpa melalui proses seleksi. Permintaan ini disampaikan PHSNI dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI, Senin (9/11). “Kami minta DPR untuk mengawal ini. Pemerintah harus mengutamakan pengangkatan CPNS untuk tenaga honorer yang tidak masuk data base 2005, dibanding membuka pelamar umum untuk tenaga guru,” kata Ketua DPP Perhimpunan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI), Subandi. Dijelaskannya, banyak guru honorer yang sudah 30 tahun mengabdi tapi tak bisa jadi PNS karena tak masuk kompetensi. Ironisnya, mereka hanya mendapatkan honor Rp50 ribu-Rp150 ribu yang dibayar tidak tentu. “Kadang bulan ini dibayar, bulan depan belum tentu dibayar. Jadi kami ini susah pak karena gaji kami hanya berdasarkan belas kasihan masyarakat dan tidak masuk APBN/APBD,” ucapnya. Sementara Eko, honorer dari Kabupaten Sragen, meminta agar pemerintah bisa mengangkat guru honorer tanpa tes. “Tuntaskan dulu pengangkatan guru honorer, baru buka lamaran umum untuk guru,” cetusnya. Pimpinan Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo mengatakan, seharusnya sejak 2005 tidak ada lagi honorer yang diangkat oleh pemerintah daerah. Hal ini agar tidak ada lagi persoalan yang timbul karena kecemburuan sosial. “Masalahnya, pemerintah tetap mengangkat tenaga honorer, akhirnya seperti ini semua minta agar diperlakukan adil dan diangkat CPNS. Sedangkan harus diingat untuk mengangkat CPNS harus sesuai permintaan daerah. Kalau daerah tidak butuh, mau diapakan CPNS-CPNS ini,” ulas Ganjar. Sementara itu Deputi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara bidang SDM Ramli Naibaho menegaskan, masalah pengangkatan guru honorer dibahas bersama dengan Depdiknas. Sesuai PP 48 Tahun 2005, pemerintah dilarang mengangkat tenaga honorer lagi. Ini untuk memberikan kesempatan pada pelamar umum yang punya kompetensi. Mengenai sisa honorer, menurut dia, akan menunggu PP yang baru. “Harus ada payung hukumnya dulu baru bisa ada pengangkatan lagi,” pungkasnya.

Rabu, Mei 05, 2010

FTHSNI UPDATE

KESIMPULAN RAPAT KERJA GABUNGAN KOMISI II, KOMISI VIII, DAN KOMISI X DPR RI DENGAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA & REFORMASI BIROKRASI, MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, MENTERI PERTANIAN, MENTERI KEUANGAN MENTERI AGAMA, MENTERI KESEHATAN, MENTERI DALAM NEGERI, KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA DAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK TENTANG PENYELESAIAN TENAGA HONORER SENIN, 26 APRIL 2010 1. Komisi gabungan dan Pemerintah sepakat untuk merumuskan dan menuntaskan penyelesian tenaga honorer secara menyeluruh agar dikemudian hari tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan baru. 2. Pemerintah akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguhkeputusan rapat gabungan Komisi II. Komisi VIII dan Komisi X DPR RI tentang masalah tenaga honorer sebagai bahan dalam perumusan Peraturan Pemerintah. 3. Komisi gabungan meminta agar dalam pelaksanaan verifikasi dan validasi tenaga honorer diselesaikan selama 3 (tiga) bulan dengan mempertimbangkan formasi CPNS Tahun 2010. Perlu dipertimbangkan sanksi hukum untuk mengantisipasi manipulasi dan rekayasa administrasi dalam verifikasi dan validasi. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA KOMISI II, KOMISI VIII DAN KOMISI X DPR RI TENTANG PENYELESAIAN TENTANG TENAGA HONORER SENIN, 26 APRIL 2010 Disepakati penyelesaian Tenaga Honorer dengan kategiorisasi, sebagai berikut : I. Tenaga Honorer yang telah memenuhi syarat sesuai dengan PP nomor 48 Tahun 2005 dan PP Nomor 43 Tahun 2007, namun tercecer, terselip, dan tertinggal. Kriterianya yakni : a. Diangkat oleh pejabat yang berwenang b. Bekerja di instansi Pemerintah c. Penghasilannyan dibiayai dari APBN/APBD d. Masa kerja minimal 1 Tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus e. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006 (diangkat tanpa test hanya melalui verifikasi dan validasi, prioritas tahun 2010) Catatan : Pegawai Honorer yang memenuhi persyaratan di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Daerah termasuk yang swadana. II. Tenaga Honorer yang telah memenuhi syarat sesuai PP Nomor 48 Tahun 2005 dan PP Nomor 43 Tahun 2007, namun tidak bekerja di instansi Pemerintah. Kriterianya yakni : a. Diangkat oleh Pejabat yang berwenang b. Dibiayai oleh APBD/ APBN c. Masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus d. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006 e. Tidak bekerja din instansi pemerintah. (diangkat tanpa test, hanya melalui verifikasi dan validasi) III. Tenaga Honorer yang diangkat oleh Pejabat yang Tidak Berwenang. Dibiayai bukan oleh APBD/APBN, Kriterianya yakni: a. Diangkat oleh pejabat yang Tidak berwenang b. Dibiayai bukan oleh APBN/APBD c. Bekerja di instansi pemerintah. d. Masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus. e. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006 Bagi tenaga honorer yang telah memenuhi syarat dan telah mengikuti test serta dinyatakan lulus namun teranulir/dianulir, maka diangkat menjadi CPNS melalui proses verifikasi dan validasi. Bagi mereka yang belum mengikuti test namun memenuhi persyaratan sebagaimana huruf a sampai dengan e diatas dapat diangkat CPNS melalui test sesama tenaga honorer sejenis. Apabila mereka tidak berhasil diangkat menjadi CPNS sesuai dengan opsi I, II dan III akan diselasaikan dengan pendekatan kesejahteraan. IV. Tenaga yang diangkat oleh pejabat yang tidak berwenang, bekerja di Instansi Bukan Pemerintah, dibiayai bukan oleh APBN / APBD ( khusus guru ). Kriterianya yaitu : a. Diangkat oleh pejabat yang Tidak berwenang b. Dibiayai bukan oleh APBN/APBD c. Bekerja di instansi bukan pemerintah. d. Masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus. e. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006 Bagi tenaga honorer swasta yang telah memenuhi syarat dan telah mengikuti test serta dinyatakan lulus namun teranulir/dianulir, maka diangkat menjadi CPNS melalui proses verifikasi dan validasi. Bagi mereka yang belum mengikuti test namun memenuhi persyaratan sebagaimana huruf a sampai dengan e diatas dapat diangkat CPNS melalui test sesama tenaga honorer sejenis. Apabila mereka tidak berhasil diangkat menjadi CPNS sesuai dengan opsi I, II dan III akan diselasaikan dengan pendekatan kesejahteraan. V. Tenaga Honorer yang diangkat oleh Pejabat yang Berwenang, dibiayai oleh APBN / APBD ( Penyuluh Pertanian, Kesehatan, Pegawai Honor Sekretariat KORPRI ). Kriterianya yaitu : a. Diangkat oleh pejabat yang berwenang b. Dibiayai oleh APBN/APBD c. Bekerja di instansi pemerintah. d. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006 Melalui Proses Verifikasi dan Validasi, diangkat untuk mengisi formasi, melalui test sesama tenaga Honorer, apabila tidak menjadi CPNS akan diselesaikan dengan pendekatan status dan kesejahteraan, dan diatur dalam Peraturan Pemerintah tersendiri. PEMIMPIN GABUNGAN KOMISI II, KOMISI VIII DAN KOMISI X DPR RI ttd Dr. Drs. H. Taufik Efendi, MBA A-533 ttd Prof. Dr. H. Mahyuddin NS, S.POG (K) A-439 ttd Abdul Kadir Karding, S.Pi, M.Si A-155 ttd Prof. Dr. H. Mahyuddin NS, S.POG (K) A-387

Jumat, April 30, 2010

Puisi seorang adik terhadap kakaknya

"Kau Mencintaiku". Kau mencintaiku Seperti bumi Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Menanggung beban derita Tak pernah lelah Menghisap luka Kau mencintaiku Seperti matahari Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Membagi cerah cahaya Tak pernah lelah Menghangatkan jiwa Kau mencintaiku Seperti air Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Membersihkan lara Tak pernah lelah Menyejukkan dahaga Kau mencintaiku Seperti bunga Mencintai titah Tuhannya Tak pernah lelah Menebar mekar aroma bahagia Tak pernah lelah Meneduhkan gelisah nyala

Selasa, April 20, 2010

Bahtera rumah tangga seorang Jaka

Bahtera rumah tangga seorang Jaka, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda??? Bagikan Hari ini jam 11:44 Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah. Juga, sebagai penyambung keberlangsungan hidup umat manusia. Ada hal lain buat mereka yang nikah di usia muda. Nikah juga bermakna perjuangan. Hampir tak satu pun manusia yang betah membujang. Selalu saja ada hasrat untuk hidup berpasangan. Pria rindu ingin bersama wanita. Dan wanita kangen disayang pria. Hasrat-hasrat alami itu akan punya nilai tinggi dalam taman indah yang bernama nikah. Masalahnya, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda. Muda usia, muda pengalaman, muda pendidikan, dan muda penghasilan. Saat itulah terjadi pertarungan yang lumayan sengit: antara idealita dengan realita. Antara cita-cita tinggi dengan kenyataan hidup yang mesti dilakoni. Dan pertarungan itulah yang kini dialami Jaka. Dua tahun sudah calon bapak ini mengarungi bahtera rumah tangganya. Seribu satu suka dan duka ia nikmati bersama isteri tercintanya. Kadang ia berkesimpulan bahwa nikah itu anugerah indah. Sedemikian indahnya, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, tak jarang kesimpulan sebaliknya bisa hinggap. Jaka juga kerap berkesimpulan bahwa nikah merupakan perjuangan yang teramat berat. Awalnya, bayang-bayang indah pernikahan lebih dominan dari perjuangannya. Walau baru setahun lulus sekolah menengah atas, Jaka sudah punya tekad bulat: “Saya harus nikah, insya Allah!” Dan, tekad itu benar-benar menggulir walau mesti melalui rel yang tidak mulus. Mungkin, banyak pihak di sekitar Jaka yang geleng-geleng kepala. Ada apa dengan anak ini? Apa ia tergolong hiper seks. Atau, jangan-jangan sudah terjadi kecelakaan. Atau…? Masih banyak lagi dugaan yang tidak enak didengar oleh seorang Jaka yang juga aktivis rohis di sekolahnya. Dan yang tidak kalah sengitnya adalah orang tua Jaka sendiri. Ayah ibunya bingung. Kok, anak saya jadi begini. Apa ini pengaruh dari ajaran rohis? Orang tua Jaka yakin seratus persen kalau Jaka tidak mungkin melakukan penyimpangan. Jangankan hubungan gelap, hubungan terang saja tak pernah diperlihatkan Jaka. Boro-boro dua-duaan, ketemu wanita saja Jaka sudah alergi: pandangannya tertunduk, wajahnya pucat, tubuhnya banjir keringat. Lalu? “Saya bertekad nikah karena ingin segera dapat surga dunia dan akhirat,” jawab Jaka tenang. Kontan saja, kedua orang tua Jaka tertegun. Hampir tak ada celah buat menjegal tekad Jaka. Sejak SMP, Jaka memang sudah rajin dagang. Ia memang bukan tipe anak yang suka berlidung di balik kantong orang tua. Semua biaya sekolahnya hampir seratus persen mengucur dari kocek sederhananya. Termasuk, biaya buat walimahan. Saat itu, tak ada bayang-bayang pun yang melintas di benak Jaka kecuali keindahan. Betapa sejuknya hati ketika menatap senyum isteri. Betapa semangatnya hidup ketika cinta tak pernah redup. Betapa tenangnya pandangan mata ketika syahwat tak lagi terpenjara. Dan, betapa mantapnya iman ketika nafsu tak lagi gampang dipermainkan setan. Berlangsunglah masa-masa indah kehidupan Jaka. Hari berganti hari dan bulan pun menjumpai tahun. Ternyata, hidup tak selamanya penuh pesona wewangian taman bunga. Ada kalanya hidup penuh bara api dan asap tebal yang menyesakkan. Idealita sering tak cocok dengan realita. Dan nada-nada itulah yang kini bersenandung mengiringi keluarga Jaka. Bisnis serabutannya tak lagi lancar seperti dulu. Ada saja masalahnya. Madu yang biasa dilakoni Jaka kurang diminati pelanggan. Pedagang koran pun mulai bertebaran. Kian banyak saingan di sektor ini. Sementara, biaya kuliahnya kian naik. Biaya kontrak rumah pun mulai melonjak. Isteri mulai ngidam. Tubuhnya lemas, perutnya mual-mual, kepalanya sering pusing-pusing. Tentu saja, sang isteri tak lagi sempurna menunaikan urusan rumah tangga dan kampus. Apalagi mencari penghasilan sampingan. Mulailah irama ketidakstabilan mengiringi hidup Jaka. Konflik pun kian bermunculan. Seperti saat ini saja, Jaka bingung mau pinjam duit ke siapa lagi. Bulan lalu sudah pinjam ke teman kampus. Minggu lalu pinjam ke teman pengajian. Sementara, kebutuhan terus mengalir dan tak kenal penundaan. Ke orang tua? Ini yang paling dijaga Jaka. Seberat apa pun beban hidup, Jaka tak mau berurusan dengan orang tua. Ia bukan ragu tentang kemurahan orang tuanya. Bukan juga takut. Tapi, Jaka tak mau kalau idealismenya luntur hanya karena soal makan. Terlebih setelah Jaka janji tak mau ngerepotin orang tua. Kadang, suasana kejepit seperti itu menumbuhkan bayang-bayang masa lalu. “Kamu yakin nggak akan menyesal, Jaka?” pertanyaan-pertanyaan ibunya dua tahun lalu tak jarang menggoda ketegarannya. Kenapa nggak selesai kuliah dulu. Kenapa nggak cari kerja yang enak dulu.Kenapa nggak beli rumah dulu. “Benarkah saya menempuh rute jalan yang salah?” sebuah pertanyaan menukik tajam ke lubuk hati Jaka. Ah, benarkah? Sikap tegar Jaka kian sengit bertarung dengan kegelisahannya. Kadang tegar menguasai keadaan. Dan tak jarang, gelisah menyetir suasana. Dalam pertarungan imbang itu, sikap kritis Jaka kerap menjadi penengah. Mestikah roda hidup selalu bergulir secara seri dan linier? Tidakkah mungkin ada lompatan-lompatan? Ketegarannya mulai menguasai keadaan. Masih kuat dalam benak Jaka kisah teladan Rasul dan para sahabat. Sebuah fragmen hidup masa lalu yang tak kunjung kering dari air pelajaran. Siapa yang mengira kalau seorang penggembala yatim bisa menjadi pemimpin besar umat ini. Siapa yang menyangka kalau seorang budak, Bilal bin Rabbah, bisa tampil menjadi pemimpin yang disegani. Siapa yang menyana kalau seorang budak buangan, Zaid bin Haritsah, bisa melahirkan seorang panglima perang yang ditakuti. Hidup memang perjuangan. Suka dan duka pasti akan menjambangi setiap manusia. Tak peduli apakah manusia itu menganggap hidup sebagai perjuangan atau tempat bersantai. Jaka tersadar dengan keadaannya. Kini, bukan saatnya lagi mempersoalkan halte hidup yang telah terlewati. Ada dua resep yang akan ditebus Jaka: hadapi hidup apa adanya, dan jangan coba-coba lari dari kenyataan perjuangan. Kesusahan dan kemudahan tak ubahnya seperti dua muka kepingan uang logam. Satu sama lain tak akan berpisah jauh. Bersama kesusahan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesusahan ada kemudahan. Kesusahanlah yang menguatkan bahwa menikah itu perjuangan. Dan kemudahan, insya Allah, kian menguatkan warna-warni indahnya pernikahan. (muhammadnuh@eramuslim.com)

Rabu, April 14, 2010

forgiven NOT forgotten

Mudah sekali sepertinya ketika aku mengatakan “aku memaafkanmu”. Tapi sungguh sangat sulit ketika aku harus mengatakan “aku sudah melupakannya” Rasa sakit ketika aku harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang aku sayangi ternyata mendustai aku. Dan rasa sakit itu belum hilang juga sampai sekarang.... Rasa sakit itu membuat rasa percaya-ku berkurang padanya, membuat pertengkaran yang seolah tiada habisnya. Sebab setiap saat seolah aku selalu diingatkan pada hal yang telah menghancurkan hati ini. Ya ALLAH, aku sungguh ingin menghentikan semua ini. Sungguh melelahkan untuk mencintainya… tapi lebih melelahkan lagi jika aku harus membencinya…… Ya ALLAH-ku yang Maha Baik, berikanlah aku hati yang luas dan penuh ikhlas untuk dapat memaafkan dan melupakan semua hal yang sudah menyiksa jiwa ini. Aku hanya ingin bisa melupakan………hanya ingin bisa melupakan…… .... 08.27 14 Apr 10

Senin, April 12, 2010

CINTA

SetiaP oRaNG memPUNyai maKna ciNTa yaNG terSEndiRi . Ada yG biLaNG cinTa itU menYakiTkaN & jaNgaN kaU haMpirinYa . DaN ada juGa yG biLaNG cinTa iTU mengasYiKaN . sehingga kaU akaN terBaWa-baWa dGn ombaK asmaRa nYa . aDa juGa yG biLaNG cinTa itU inDaH & tiADa unkaPaN yG daPaT menYataKaN maKsuD cinTa yG sebeNaR-benaR nYa . KesaKitaN ciNTa iNi akaN teRasa ngiLunYa aPabiLa sebUaH hubunGaN iTu haNcuR musNaH . aPa yG diJanjiKaN seLaMa iNi menjadi duSta beLaka . KetiKa baRU aJa cLasH . semUa nYa menJadi taK keNa . SemUa nYa di persaLaHkaN . iTU taK betuL . iNi taK betuL . TeraSa diri ini dihimpiT oLeH sebuaH kereTa aPi & tiaDa oRaNG yG maU menoLOnG . Jadi sekiRanYa kamU iNgiN BercinTa denGaN se2oRaNg . ingaTLaH . "CinTa iNi taK seLama nYa inDaH & kAmU perLu beRSedia uNtuK mengahaDaPi seMuA kemungkiNaN yG berLakU . yG pasTi . dLM perCinTaaN aKaN aDa paSaNG suruT nYa huBunGaN . CUma kiTa tiDak taHu . biLa ia aKaN berLakU . mKN hari iNi . esoK . LuSa & EnTaH KaPaN"

CINTA

SetiaP oRaNG memPUNyai maKna ciNTa yaNG terSEndiRi . Ada yG biLaNG cinTa itU menYakiTkaN & jaNgaN kaU haMpirinYa . DaN ada juGa yG biLaNG cinTa iTU mengasYiKaN . sehingga kaU akaN terBaWa-baWa dGn ombaK asmaRa nYa . aDa juGa yG biLaNG cinTa itU inDaH & tiADa unkaPaN yG daPaT menYataKaN maKsuD cinTa yG sebeNaR-benaR nYa . KesaKitaN ciNTa iNi akaN teRasa ngiLunYa aPabiLa sebUaH hubunGaN iTu haNcuR musNaH . aPa yG diJanjiKaN seLaMa iNi menjadi duSta beLaka . KetiKa baRU aJa cLasH . semUa nYa menJadi taK keNa . SemUa nYa di persaLaHkaN . iTU taK betuL . iNi taK betuL . TeraSa diri ini dihimpiT oLeH sebuaH kereTa aPi & tiaDa oRaNG yG maU menoLOnG . Jadi sekiRanYa kamU iNgiN BercinTa denGaN se2oRaNg . ingaTLaH . "CinTa iNi taK seLama nYa inDaH & kAmU perLu beRSedia uNtuK mengahaDaPi seMuA kemungkiNaN yG berLakU . yG pasTi . dLM perCinTaaN aKaN aDa paSaNG suruT nYa huBunGaN . CUma kiTa tiDak taHu . biLa ia aKaN berLakU . mKN hari iNi . esoK . LuSa & EnTaH KaPaN"

Jumat, April 09, 2010

Kurikulum Pemanfataan TIK Dalam Pendidikan

Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, mulai dari metode penyampaian materi konvensional yang terkesan tidak efektif, letak geografis dan kondisi sosial yang berbeda di setiap daerah, kurangnya tenaga pendidik yang ahli pada suatu daerah akibat persebaran penduduk yang tidak merata. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, metode pembelajaran dengan memanfaatkan TIK serta dukungan dari infrastuktur yang memadai mungkin bisa menjadi salah satu solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Pendidikan berbasis pemanfaatan TIK memang telah dilaksanakan oleh beberapa sekolah, khususnya sekolah di kota-kota besar yang mana dukungan fasilitas bukanlah menjadi kendala. Namun, pendidikan yang diajarkan hanya sebatas inisiatif dari masing-masing sekolah, sehingga pendidikan yang diajarkan akan berbeda antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Misalnya, sekolah yang satu mengajarkan pengetahuan komputer hanya sebatas pemanfaatan office application, sedangkan sekolah lain sudah memanfaatkan dan mengajarkan mengenai pemanfaatan multimedia dan forum diskusi dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk itulah, perlu dibuat standarisasi pemanfaatan TIK dalam pendidikan dalam bentuk kurikulum yang disisipkan pada kurikulum pendidikan konvensional yang sudah ada sekarang. Kurikulum pemanfaatan TIK yang dibuat dapat langsung diterapkan pada peserta didik dengan tingkat pendidikan yang rendah terlebih dahulu seperti pada sekolah-sekolah dasar. Kemudian pemanfaatan TIK dapat ditingkatkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada jenjang sekolah dasar para siswa diberikan pengetahuan dasar mengenai penerapan TIK seperti bagaimana mengoperasikan fungsi-fungsi dasar komputer, pemanfaatan office application, serta pemanfaatan internet dengan batasan tertentu. Selain mengajarkan pengetahuan-pengetahuan dasar, penyajian materi yang menarik seperti dalam bentuk aplikasi audio video juga harus menjadi bahan pertimbangan agar dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada materi yang diberikan. Pada peserta didik dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sasaran proses belajar lebih ditekankan pada proses belajar efektif. Proses belajar seperti ini dapat dilakukan dengan mendorong siswa untuk dapat mempresentasikan kembali apa yang telah diajarkan dan telah mereka pelajari. Pada proses ini siswa dituntut untuk dapat mempresentasikan materi agar lebih menarik. Tentunya pengetahuan mengenai penyajian materi sangat diperlukan, seperti bagaimana memanfaatkan powerpoint dan bagaimana membuat penyajian materi dalam bentuk flash. Selain itu, proses belajar dengan diskusi mengenai materi yang dipelajari dengan arahan berbagai pertanyaan melalui forum diskusi juga dapat menjadi cara yang efektif dari proses pembelajaran. Peranan forum diskusi tidak hanya sebagai media untuk menyampaikan masalah yang dihadapi namun juga memacu peserta didik untuk belajar mandiri dengan mencari informasi seluas-luasnya melalui berbagai media seperti internet maupun dengan memanfaatkan video instructional. Menurut teori cognitivism dari Bruner, peserta didik akan lebih paham, atau pengetahuan yang mereka miliki akan bertahan lama apabila materi pengetahuan yang mereka peroleh berasal dari hasil usaha mandiri. Fungsi lain dari forum diskusi yaitu dapat dijadikan indikator sejauh mana peserta didik telah memahami materi yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari pendapat ataupun penjelasan yang mereka jabarkan di dalam forum. Kurikulum pemanfaatan TIK tidak hanya ditujukan kepada para peserta didik namun juga harus menyertakan para pendidik karena pada dasarnya para peserta didik membutuhkan bimbingan dari para pendidik yang ahli. Diharapkan para pendidik pada setiap sekolah dapat menyampaikan dan memberikan pengetahuan tentang bidang yang mereka kuasai melalui pengetahuan TIK yang mereka milki. Contohnya, seorang guru fisika dapat menyampaikan materi mengenai sistem tata surya melalui multimedia seperti flash maupun dalam bentuk video untuk dapat memberikan gambaran yang lebih nyata kepada para siswanya. Lebih jauh, pendidik yang ahli dalam memanfaatkan TIK dapat saling berdiskusi maupun berbagi informasi dengan para pendidik lain ataupun dengan peserta didik lain tanpa terkendala jarak dan waktu. Contohnya, guru yang mempunyai keahlian lebih dapat menyampaikan materi yang dikuasainya kepada guru ataupun siswa lain yang letaknya jauh dari tempat dimana guru itu berada dengan memanfaatkan video conference. Dilihat dari penjabaran fungsi dan manfaat dengan dibuatnya kurikulum pemanfatan TIK yang ditujukan kepada para peserta didik maupun pendidik seperti yang ada di atas, bukan tidak mungkin kualitas pendidikan dapat mengarah pada perbaikan yang cukup significant. Tentunya kita juga harus mempertimbangkan dan mencegah dampak negative yang mungkin timbul dari penerapan teknologi tersebut.

Rabu, April 07, 2010

Upah Guru Honorer DKI Sudah Sesuai UMP

Seluruh guru honorer di Jakarta yang berjumlah 7.000-an saat ini telah mendapatkan honor di atas UMP (upah minimum provinsi) sebagaimana telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 1.118.009. Dengan begitu mereka tak lagi risau dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun mereka berharap agar statusnya segera ditingkatkan menjadi PNS. Sayangnya, pada tahun 2010 ini belum ada informasi adanya lowongan bagi PNS di lingkungan Pemprov DKI.

Adalah Cecep Sulaiman (30), satu guru honorer SMAN 70 Jakarta Selatan, yang mengaku bersyukur karena mendapatkan honor di atas UMP. Ia mendapatkan honor dari komite sekolah setiap tanggal 15, kurang lebih sebesar Rp 1,6 juta. Sejauh ini ia merasa tercukupi kebutuhan hidupnya dengan menerima honor sebesar itu. Honor diambil melalui rekeningnya di Bank DKI.

“Honor mengajar per jam sebesar Rp 8.900. Kami juga mendapatkan uang transport setiap hari Rp 25 ribu dan tunjangan fungsional dari APBN sebesar Rp 220 ribu. Tentunya kami juga bekerja sesuai dengan tupoksinya,” ujar guru yang mengaku sudah empat tahun mengajar di SMAN 70 ini, Senin (15/3).

Sayangnya belakangan ini tersebar isu yang tak sedap bahwa lambat laun guru honorer segera dihabiskan atau disingkirkan. Bahkan jam mengajar guru honorer ini telah diambil oleh guru PNS, sehingga jatah jam mengajar guru honorer ini menjadi berkurang. Tentunya hal tersebut berimbas pada penghasilan yang diterima guru honorer tiap bulannya, yakni turut menjadi berkurang.

Indira, satu guru SMKN 14 Jakarta mengaku memang sempat mendengar rumor tersebut. Sebagai manusia tentu ia mengalami kekhawatiran. Namun ia tetap enjoy mengajar karena rumor ini dianggap tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Buktinya jatah jam mengajarnya masih utuh, tidak ada pengurangan.

“Daripada stress mikiran rumor yang belum jelas, mending saya enjoy saja pada pekerjaan. Saya yakin, Jakarta masih membutuhkan guru yang banyak dan sekarang ini guru honorer masih diperlukan,” katanya.

Sebagai tenaga honorer, ia diwajibkan datang ke sekolah tepat pada pukul 06.30 dan pulang 14.30 setiap harinya. Dalam sebulan ia mengaku mengajar kurang lebih 25 jam dengan honor sebesar Rp 20 ribu per jamnya. Ia juga mendapatkan uang insentif Rp 150 ribu per bulan dan tunjangan S1 Rp 300 ribu per bulan. Total honor yang ia terima adalah sebesar Rp 1,3 juta per bulan.

Hal senada ditandaskan Farida, guru SDN Pela Mampang 11 pagi, Mampang, Jakarta Selatan. Setiap hari ia mengajar dari pukul 06.30 – 13.00, kecuali hari Jumat yakni dari pukul 06.30 – 12.00. Ia mendapatkan honor sebagai guru kelas sebesar Rp 800 ribu per bulan. Jumlah itu belum termasuk tunjangan fungsional dari APBN sebesar 220 ribu per bulan dan tunjangan lainnya.

“Kami tetap semangat mengajar, walau statusnya sebagai guru honor dan upah yang diterimanya jauh lebih sedikit dibanding dengan guru yang berstatus PNS. Kami juga tidak masalah kalau ada sertifikasi guru honorer,” terangnya.

Kini seluruh guru honorer ini berharap agar segera diangkat menjadi PNS sehingga kesejahteraan yang mereka terima lebih baik lagi. Sayangnya, pada tahun 2010 ini belum ada informasi dari Pemprov DKI, untuk lowongan PNS, utamanya bagi guru.

Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ida Idayati, mengatakan, selama ini guru honorer diangkat karena adanya kebutuhan pihak sekolah. Makanya mereka digaji oleh pihak sekolah dengan menggunakan dana dari BOS (untuk guru SD dan SMP) serta dari komite (untuk guru tingkat SMA/SMK).

Karena yang memberikan honor adalah pihak sekolah maka ia meminta agar guru honorer ini bekerja sebaik mungkin dan profesional. Sehingga jika ada peluang atau lowongan PNS maka guru yang berdedikasi tinggi ini pastinya akan diprioritaskan.

Mengenai permintaan guru honorer agar diangkat menjadi PNS, Ida menyebutkan bahwa yang berhak mengangkat guru honorer menjadi PNS adalah unit BKD (badan kepegawaian daerah). Sedangkan kapasitas Dinas Pendidikan DKI, dalam hal ini hanya sebagai user atau pengguna.

“Selama ini guru honorer bekerja dengan baik dan menerima honor sesuai UMP DKI. Kami juga belum pernah mendapatkan pengaduan adanya guru honorer yang mendapatkan honor di bawah UMP,” terangnya.

Kepala Bidang Pendidikan SMP dan SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Amsani Idris, mengatakan, besar kecilnya honor guru honorer tentu berdasarkan jumlah jam mengajarnya. Semakin banyak jam mengajar maka semakin banyak pula honor yang diterimanya. Guru honor juga diperbolehkan untuk mengajar lebih dari sekolah, sehingga harapan untuk mendapatkan honor lebih besar sangat berpeluang.

“Sejauh ini kami melihat bahwa kehadiran guru honor masih sangat diperlukan. Sehingga tidak mungkin mereka disingkirkan dari sekolah. Mengenai jam mengajar, tentu disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, sehingga tidak semua sekolah dapat disamaratakan,” ungkapnya.

Mengenai, peluang guru honorer menjadi PNS, ia juga menyebutkan bahwa semua berpulang pada BKD DKI. Untuk tahun 2010 ini, ia mengaku belum mengetahui adanya pembukaan lowongan PNS, utamanya untuk guru. “Sebagai user tentu kami sifatnya hanya mengusulkan pada BKD. Jadi semua tergantung pada BKD, yang jelas kalo ada lowongan PNS, pasti akan kami usulkan para guru honorer ini,” sambungnya. (zun)

5 April 2010
Kategori: Berita . . Penulis: fthsnikarawang

Kamis, April 01, 2010

Akankah Amalku Di Terima ?

Beramal shalih memang penting krn merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yg tdk kalah penting adl mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yg kita lakukan justru membuat Allah murka krn tdk memenuhi syarat yg Allah dan Rasul-Nya tetapkan

Dalam mengarungi lautan hidup ini banyak duri dan kerikil yg harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yg berlaku pada hidup tiap orang. Di antara manusia ada yg berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yg tdk mampu menyingkirkan sehingga harus terkapar dlm kubang kegagalan di dunia dan akhirat.

Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. mk utk menyingkirkan membutuhkan waktu yg sangat panjang dan pengorbanan yg tdk sedikit. Kita takut kalau seandai kegagalan hidup itu berakhir dgn murka dan neraka Allah Subhanahuwata’ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi sementara kesempatan sudah tdk ada? Dan akankah ada yg merasa kasihan kepada kita padahal tiap orang bernasib sama?

Sebelum semua itu terjadi kini kesempatan bagi kita utk menjawab dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yg terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dlm Al Qur’an bahwa satu-satu jalan itu adl dgn beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman
“Demi masa. Sesungguh manusia berada dlm kerugian kecuali orang2 yg beriman dan beramal shaleh dan orang2 yg saling menasehati dlm kebaikan dan saling menasehati dlm kesabaran.”

Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dgn masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dgn amal shaleh. Dan dgn waktu pula seseorang bisa terjerumus dlm perkara-perkara yg di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yg disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dlm ayat ini merupakan tanda kebahagiaan kemenangan dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.

Keempat perkara inilah yg harus dimiliki dan diketahui oleh tiap orang ketika harus bertarung dgn kuat badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dlm kitab Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dlm Zadul Ma’ad keempat perkara tersebut merupakan kiat utk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawan ketika kita dipaksa terjerumus ke dlm kesesatan.

Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan

Mengucapkan “Saya beriman” memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan diri beriman mk seseorang memiliki konsekuensi yg harus dijalankan dan ujian yg harus diterima yaitu kesiapan utk melaksanakan segala apa yg diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan disukai atau tdk disukai

Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekang utk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yg ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yg akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dgn memperbudak diri di hadapan Allah dgn segala unsur pengagungan dan kecintaan

Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yg diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yg akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yg dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang2 yg melaksanakan syari’at Allah mencintai dan membela mereka merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan utk menerima segala ujian dan cobaan dlm mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri

Allah berfirman di dlm Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan utk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tdk diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang2 sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yg benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yg berdusta.”

Imam As Sa’dy dlm tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dlm ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa tiap orang yg mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada diri keimanan tdk dibiarkan berada dlm satu keadaan saja selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tdk ada yg akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandai perkara keimanan itu demikian niscaya tdk bisa dibedakan mana yg benar-benar beriman dan siapa yg berpura-pura serta tdk akan bisa dibedakan antara yg benar dan yg salah.”

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yg paling keras cobaan adl para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka”

Ringkas iman adl ucapan dan perbuatan. Yaitu mengucapkan dgn lisan serta beramal dgn hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yg harus diwujudkan dlm kehidupan yaitu amal

Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yg sangat positif dlm menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yg ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yg hakiki. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan hal yg demikian itu di dlm Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yg seluas langit dan bumi yg telah dijanjikan bagi orang2 yg bertakwa kepada Allah.”

Imam As Sa’dy mengatakan dlm tafsir halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan utk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dgn panjang yg telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada orang2 yg bertakwa merekalah yg pantas menjadi penduduk dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”

Jelas melalui ayat ini Allah Subhanahuwata’ala menyeru hamba-hamba-Nya utk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah serta bersegera pula berusaha utk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169

Allah berfirman
“Berlomba-lombalah kalian dlm kebajikan”

Dalam tafsir halaman 55 Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dlm kebajikan merupakan perintah tambahan dlm melaksanakan kebajikan krn berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dgn sesempurna mungkin dan melaksanakan dlm segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yg berlomba-lomba dlm kebaikan di dunia mk dia akan menjadi orang pertama yg masuk ke dlm surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yg paling tinggi kedudukannya.”

Dalam ayat ini Allah dgn jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya utk segera dan berlomba-lomba dlm amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh krn akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelap malam di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dlm keadaan beriman mk di sore hari menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman mk di pagi hari dia menjadi kafir dan dia melelang agama dgn harta benda dunia.”

Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran di antara kewajiban berpegang dgn agama Allah dan bersegera utk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yg akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yg lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dlm kehidupan begitu besar dan mulia mk Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita utk meminta segala apa yg kita butuhkan dgn amal shaleh. Allah berfirman di dlm Al Quran:

“Hai orang2 yg beriman mintalah tolong dgn penuh kesabaran dan shalat. Sesungguh Allah bersama orang2 yg bersabar.”

Lalu kalau kita telah beramal dgn penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?

Syarat Diterima Amal
Amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala memiliki persyaratan-persyaratan yg harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata’ala sendiri di dlm kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dlm haditsnya. Syarat amal itu adl sebagai berikut:
Pertama amal harus dilaksanakan dgn keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala

Allah Subhanahuwata’ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dgn mengikhlaskan bagi agama yg lurus”.

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguh amal-amal tergantung pada niat dan tiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dgn niatnya.”

Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterima amal adl ikhlas yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata’ala. Amal tanpa disertai dgn keikhlasan mk amal tersebut tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala

Kedua amal tersebut sesuai dgn sunnah Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yg melakukan satu amalan yg tdk ada perintah dari kami mk amalan tersebut tertolak.”

Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adl ikhlas dan sesuai dgn bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tdk ada mk amalan itu tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang2 yg mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar harus ada kesesuaian amal tersebut dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala dgn dalil yg penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri penzina pemabuk pemakan riba’ pemakan harta anak yatim perampok penjudi penipu pelaku bid’ah dan bahkan kesyirikan tdk bisa kita salahkan krn kita tdk mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dgn seseorang yg mencuri dgn niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dgn niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala adl benar? Apakah orang yg meminta kepada makam wali dgn niat memuliakan wali itu adl benar? Tentu jawaban adl tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dlm sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh krn itu sebelum melangkah utk beramal hendaklah berta pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? mk jawaban adl dgn kedua syarat di atas.
Masalah berikut juga bukan sekedar memperbanyak amal akan tetapi benar atau tdk amalan tersebut. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
“Dia Allah yg telah menciptakan mati dan hidup utk menguji kalian siapakah yg paling bagus amalannya.”

Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata’ala tdk mengatakan yg paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata’ala mengatakan yg paling baik amal dan tdk mengatakan yg paling banyak amal yaitu amal yg dilaksanakan dgn ikhlas dan sesuai dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam sebagaimana yg telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam.

Tawadhu’

Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yg sangat terpuji di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sudahka h kita memilikinya?

Merendahkan diri adl sifat yg sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.

Tawadhu’ adl ketundukan kepada kebenaran dan menerima dari siapapun datang baik ketika suka atau dlm keadaan marah. Arti janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.

Lawan dari sifat tawadhu’ adl takabbur sifat yg sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dgn sabdanya:
“Kesombongan adl menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.”

Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dlm rangka menolak atau mengingkari berarti anda belum tawadhu’ dan anda memiliki benih sifat sombong.

Tahukah anda apa yg diperbuat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Iblis yg terkutuk? Dan apa yg diperbuat Allah kepada Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dgn semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah subhanahu wa ta’ala krn tdk memiliki sikap tawadhu’ dan sebalik justru menyombongkan dirinya.

Tawadhu’ di Hadapan Kebenaran

Menerima dan tunduk di hadapan kebenaran sebagai perwujudan tawadhu’ adl sifat terpuji yg akan mengangkat derajat seseorang bahkan mengangkat derajat suatu kaum dan akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Negeri akhirat itu Kami jadikan utk orang2 yg tdk menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yg baik bagi orang2 yg bertakwa.”

Fudhail bin Iyadh t dita tentang tawadhu’ beliau menjawab: “Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepada serta menerima dari siapapun yg mengucapkannya.” . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan berkurang harta yg dishadaqahkan dan Allah tdk akan menambah bagi seorang hamba yg pemaaf melainkan kemuliaan dan tidaklah seseorang merendahkan diri krn Allah melainkan akan Allah angkat derajatnya.”

Ibnul Qayyim t dlm kitab Madarijus Salikin berkata: “Barangsiapa yg angkuh utk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yg dimarahi atau yg dimusuhi mk kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada Allah krn Allah adl Al-Haq ucapan haq agama haq. Al-Haq datang dari Allah dan kepada-Nya akan kembali. Barangsiapa menyombongkan diri utk menerima kebenaran berarti dia menolak segala yg datang dari Allah dan menyombongkan diri di hadapan-Nya.”

Perintah utk Tawadhu’

Dalam pembahasan masalah akhlak kita selalu terkait dan bersandar kepada firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasul teladan yg baik.”

Dalam hal ini banyak ayat yg memerintahkan kepada beliau utk tawadhu’ tentu juga perintah tersebut utk umat dlm rangka meneladani beliau. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang2 yg mengikutimu yaitu orang2 yg beriman.” .
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguh Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tdk menyombongkan diri atas yg lain dan tdk berbuat zhalim atas yg lain.” .

Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kepada kita bahwa tawadhu’ itu sebagai sebab tersebar persatuan dan persamaan derajat keadilan dan kebaikan di tengah-tengah manusia sebagaimana sifat sombong akan melahirkan keangkuhan yg mengakibatkan memperlakukan orang lain dgn kesombongan.

Macam-macam Tawadhu’

Telah dibahas oleh para ulama sifat tawadhu’ ini dlm karya-karya mereka baik dlm bentuk penggabungan dgn pembahasan yg lain atau menyendirikan pembahasannya. Di antara mereka ada yg membagi tawadhu’ menjadi dua:
1. Tawadhu’ yg terpuji yaitu ke-tawadhu’-an seseorang kepada Allah dan tdk mengangkat diri di hadapan hamba-hamba Allah.
2. Tawadhu’ yg dibenci yaitu tawadhu’- seseorang kepada pemilik dunia krn menginginkan dunia yg ada di sisinya. .

Wallahu a’lam.

Akankah Amalku Di Terima ?

Beramal shalih memang penting krn merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yg tdk kalah penting adl mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yg kita lakukan justru membuat Allah murka krn tdk memenuhi syarat yg Allah dan Rasul-Nya tetapkan

Dalam mengarungi lautan hidup ini banyak duri dan kerikil yg harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yg berlaku pada hidup tiap orang. Di antara manusia ada yg berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yg tdk mampu menyingkirkan sehingga harus terkapar dlm kubang kegagalan di dunia dan akhirat.

Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. mk utk menyingkirkan membutuhkan waktu yg sangat panjang dan pengorbanan yg tdk sedikit. Kita takut kalau seandai kegagalan hidup itu berakhir dgn murka dan neraka Allah Subhanahuwata’ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi sementara kesempatan sudah tdk ada? Dan akankah ada yg merasa kasihan kepada kita padahal tiap orang bernasib sama?

Sebelum semua itu terjadi kini kesempatan bagi kita utk menjawab dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yg terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dlm Al Qur’an bahwa satu-satu jalan itu adl dgn beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman
“Demi masa. Sesungguh manusia berada dlm kerugian kecuali orang2 yg beriman dan beramal shaleh dan orang2 yg saling menasehati dlm kebaikan dan saling menasehati dlm kesabaran.”

Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dgn masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dgn amal shaleh. Dan dgn waktu pula seseorang bisa terjerumus dlm perkara-perkara yg di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yg disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dlm ayat ini merupakan tanda kebahagiaan kemenangan dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.

Keempat perkara inilah yg harus dimiliki dan diketahui oleh tiap orang ketika harus bertarung dgn kuat badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dlm kitab Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dlm Zadul Ma’ad keempat perkara tersebut merupakan kiat utk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawan ketika kita dipaksa terjerumus ke dlm kesesatan.

Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan

Mengucapkan “Saya beriman” memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan diri beriman mk seseorang memiliki konsekuensi yg harus dijalankan dan ujian yg harus diterima yaitu kesiapan utk melaksanakan segala apa yg diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan disukai atau tdk disukai

Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekang utk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yg ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yg akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dgn memperbudak diri di hadapan Allah dgn segala unsur pengagungan dan kecintaan

Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yg diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yg akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yg dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang2 yg melaksanakan syari’at Allah mencintai dan membela mereka merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan utk menerima segala ujian dan cobaan dlm mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri

Allah berfirman di dlm Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan utk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tdk diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang2 sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yg benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yg berdusta.”

Imam As Sa’dy dlm tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dlm ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa tiap orang yg mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada diri keimanan tdk dibiarkan berada dlm satu keadaan saja selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tdk ada yg akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandai perkara keimanan itu demikian niscaya tdk bisa dibedakan mana yg benar-benar beriman dan siapa yg berpura-pura serta tdk akan bisa dibedakan antara yg benar dan yg salah.”

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yg paling keras cobaan adl para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka”

Ringkas iman adl ucapan dan perbuatan. Yaitu mengucapkan dgn lisan serta beramal dgn hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yg harus diwujudkan dlm kehidupan yaitu amal

Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yg sangat positif dlm menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yg ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yg hakiki. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan hal yg demikian itu di dlm Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yg seluas langit dan bumi yg telah dijanjikan bagi orang2 yg bertakwa kepada Allah.”

Imam As Sa’dy mengatakan dlm tafsir halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan utk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dgn panjang yg telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada orang2 yg bertakwa merekalah yg pantas menjadi penduduk dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”

Jelas melalui ayat ini Allah Subhanahuwata’ala menyeru hamba-hamba-Nya utk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah serta bersegera pula berusaha utk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169

Allah berfirman
“Berlomba-lombalah kalian dlm kebajikan”

Dalam tafsir halaman 55 Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dlm kebajikan merupakan perintah tambahan dlm melaksanakan kebajikan krn berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dgn sesempurna mungkin dan melaksanakan dlm segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yg berlomba-lomba dlm kebaikan di dunia mk dia akan menjadi orang pertama yg masuk ke dlm surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yg paling tinggi kedudukannya.”

Dalam ayat ini Allah dgn jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya utk segera dan berlomba-lomba dlm amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh krn akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelap malam di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dlm keadaan beriman mk di sore hari menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman mk di pagi hari dia menjadi kafir dan dia melelang agama dgn harta benda dunia.”

Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran di antara kewajiban berpegang dgn agama Allah dan bersegera utk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yg akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yg lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dlm kehidupan begitu besar dan mulia mk Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita utk meminta segala apa yg kita butuhkan dgn amal shaleh. Allah berfirman di dlm Al Quran:

“Hai orang2 yg beriman mintalah tolong dgn penuh kesabaran dan shalat. Sesungguh Allah bersama orang2 yg bersabar.”

Lalu kalau kita telah beramal dgn penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?

Syarat Diterima Amal
Amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala memiliki persyaratan-persyaratan yg harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata’ala sendiri di dlm kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dlm haditsnya. Syarat amal itu adl sebagai berikut:
Pertama amal harus dilaksanakan dgn keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala

Allah Subhanahuwata’ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dgn mengikhlaskan bagi agama yg lurus”.

Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguh amal-amal tergantung pada niat dan tiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dgn niatnya.”

Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterima amal adl ikhlas yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata’ala. Amal tanpa disertai dgn keikhlasan mk amal tersebut tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala

Kedua amal tersebut sesuai dgn sunnah Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yg melakukan satu amalan yg tdk ada perintah dari kami mk amalan tersebut tertolak.”

Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adl ikhlas dan sesuai dgn bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tdk ada mk amalan itu tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang2 yg mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar harus ada kesesuaian amal tersebut dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala dgn dalil yg penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri penzina pemabuk pemakan riba’ pemakan harta anak yatim perampok penjudi penipu pelaku bid’ah dan bahkan kesyirikan tdk bisa kita salahkan krn kita tdk mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dgn seseorang yg mencuri dgn niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dgn niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala adl benar? Apakah orang yg meminta kepada makam wali dgn niat memuliakan wali itu adl benar? Tentu jawaban adl tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dlm sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh krn itu sebelum melangkah utk beramal hendaklah berta pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? mk jawaban adl dgn kedua syarat di atas.
Masalah berikut juga bukan sekedar memperbanyak amal akan tetapi benar atau tdk amalan tersebut. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
“Dia Allah yg telah menciptakan mati dan hidup utk menguji kalian siapakah yg paling bagus amalannya.”

Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata’ala tdk mengatakan yg paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata’ala mengatakan yg paling baik amal dan tdk mengatakan yg paling banyak amal yaitu amal yg dilaksanakan dgn ikhlas dan sesuai dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam sebagaimana yg telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam.

‘Iffah Sebuah Kehormatan Diri

Persaingan hidup yg semakin tinggi dan keras banyak memunculkan perilaku umat yg melanggar batasan syariat. Bila perbuatan suka meminta-minta sudah bisa menyebabkan kemuliaan seseorang jatuh mk yg lbh berat dari sekedar meminta-minta –seperti korupsi mencuri merampok dsb.– lbh menghinakan pelakunya. Namun toh perbuatan tersebut semakin banyak dilakukan. Termasuk marak perilaku kaum wanita hanya demi menginginkan enak hidup mereka rela melakukan perbuatan yg menghilangkan kemuliaan mereka. Padahal agama ini telah menuntunkan agar mereka senantiasa menjaga kemuliaan diri mereka.

‘Iffah sebuah kata yg pernah atau biasa kita dengar. Si Fulan ‘afif atau si Fulanah ‘afifah merupakan sebutan bagi lelaki dan wanita yg memiliki ‘iffah. Lalu apa sebenar yg dimaksud dgn ‘iffah itu?
Secara bahasa ‘iffah adl menahan. Adapun secara istilah; menahan diri sepenuh dari perkara-perkara yg Allah haramkan. Dengan demikian seorang yg ‘afif adl orang yg bersabar dari perkara-perkara yg diharamkan walaupun jiwa cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لاَ يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Dan orang2 yg belum mampu utk menikah hendaklah menjaga kesucian diri sampai Allah menjadikan mereka mampu dgn karunia-Nya.”
Termasuk dlm makna ‘iffah adl menahan diri dari meminta-minta kepada manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ
“Orang yg tdk tahu menyangka mereka itu adl orang2 yg berkecukupan krn mereka ta’affuf .”
Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa orang2 dari kalangan Anshar pernah meminta-minta kepada Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada seorang pun dari mereka yg minta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan beliau berikan hingga habislah apa yg ada pada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda kepada mereka ketika itu:
مَا يَكُوْنُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لا أدَّخِرُهُ عَنْكُمْ، وَإِنَّه مَنْ يَسْتَعِفّ يُعِفّه اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرُ يُصَبِّرَهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Apa yg ada padaku dari kebaikan tdk ada yg aku simpan dari kalian. Sesungguh siapa yg menahan diri dari meminta-minta mk Allah akan memelihara dan menjaga dan siapa yg menyabarkan diri dari meminta-minta mk Allah akan menjadikan sabar. Dan siapa yg merasa cukup dgn Allah dari meminta kepada selain-Nya mk Allah akan memberikan kecukupan padanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yg lbh baik dan lbh luas daripada kesabaran.” 1
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ini ada anjuran utk ta’affuf qana’ah dan bersabar atas kesempitan hidup dan selain dari kesulitan di dunia.”

Menjadi wanita yg ‘afifah
Bila seorang muslim dituntut utk memiliki ‘iffah mk demikian pula seorang muslimah. Hendak ia memiliki ‘iffah sehingga ia menjadi seorang wanita yg ‘afifah krn akhlak yg satu ini merupakan akhlak yg tinggi mulia dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Allah yg shalih yg senantiasa menghadirkan keagungan Allah dan takut akan murka dan azab-Nya. Ia juga menjadi sifat bagi orang2 yg selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.
Berkaitan dgn ‘iffah ini mk ada beberapa hal yg harus diperhatikan dan dilakukan oleh seorang muslimah utk menjaga kehormatan diri di antaranya:
Pertama: Menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقٌلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…”
Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi rahimahullah berkata: “Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan kaum mukminin dan mukminat utk menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka. Termasuk menjaga kemaluan adl menjaga dari perbuatan zina liwath dan lesbian dan juga menjaga dgn tdk menampakkan dan menyingkap di hadapan manusia.”

Kedua: Tidak bepergian jauh sendirian tanpa didampingi mahram yg akan menjaga dan melindungi dari gangguan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُسَافِر امرَأَةٌ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali didampingi mahramnya.”

Ketiga: Tidak berjabat tangan dgn lelaki yg bukan mahramnya. Karena bersentuhan dgn lawan jenis akan membangkitkan gejolak di dlm jiwa yg akan membuat hati itu condong kepada perbuatan keji dan hina.
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah berkata: “Secara mutlak tdk boleh berjabat tangan dgn wanita yg bukan mahram sama saja apakah wanita itu masih muda ataupun sudah tua. Dan sama saja apakah lelaki yg berjabat tangan denga itu masih muda atau kakek tua. Karena berjabat tangan seperti ini akan menimbulkan fitnah bagi kedua pihak. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata tentang teladan kita :
مَا مَسَتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ إِلاَّ امْرَأَةً يَمْلِكُهَا
“Tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk pernah menyentuh tangan wanita kecuali tangan wanita yg dimiliki .”
Tidak ada perbedaan antara jabat tangan yg dilakukan dgn memakai alas/ penghalang ataupun tanpa penghalang. Karena dalil dlm masalah ini sifat umum dan semua ini dlm rangka menutup jalan yg mengantarkan kepada fitnah.”

Keempat: Tidak khalwat dgn lelaki yg bukan mahram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dlm titah yg agung:
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ
“Tidak boleh sama sekali seorang lelaki bersepi-sepi dgn seorang wanita kecuali bila bersama wanita itu ada mahramnya.”

Kelima: Menjauh dari hal-hal yg dapat mengundang fitnah seperti mendengarkan musik nyanyian menonton film gambar yg mengumbar aurat dan semisalnya.
Seorang muslimah yg cerdas adl yg bisa memahami akibat yg ditimbulkan dari suatu perkara dan memahami cara-cara yg ditempuh orang2 bodoh utk menyesatkan dan meyimpangkannya. Sehingga ia akan menjauhkan diri dari membeli majalah-majalah yg rusak dan tdk berfaedah dan ia tdk akan membuang harta utk merobek kehormatan diri dan menghilangkan ‘iffah-nya. Karena kehormatan adl sesuatu yg sangat mahal dan ‘iffah- adl sesuatu yg sangat berharga.2
Memang usaha yg dilakukan utk sebuah ‘iffah bukanlah usaha yg ringan. Butuh perlu perjuangan jiwa yg sungguh-sungguh dgn meminta tolong kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang2 yg bersungguh-sungguh utk mencari keridhaan Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguh Allah benar-benar beserta orang2 yg berbuat baik.”
Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.

Nikmat yang Dilalaikan

Banyak orang menyadari bahwa hidup dunia sangat singkat dan bersifat sementara. Namun kesadaran ini kebanyakan tdk diikuti dgn perilaku yg menghargai waktu. Alhasil waktu sering terbuang percuma tanpa kita sadari.

Ketahuilah wahai saudariku muslimah! Waktu bagi seorang muslim yg menyadari betapa berharga tujuan hidup di dunia tdk akan dibiarkan berlalu begitu saja dgn sia-sia. Ia tdk mengatakan seperti perkataan orang Barat materialis yg cinta dunia time is money. Tapi ia mengatakan “waktu itu utk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”. Umur kita pendek waktu kita cuma sedikit sementara kita harus mempersiapkan bekal yg banyak utk menempuh perjalanan menuju kampung akhirat bertemu dgn Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Barangkali kita semua menyadari bahwa waktu hidup kita di dunia memang hanya sebentar tdk ada yg hidup kekal. Namun entah mengapa kebanyakan dari kita tdk bisa menjaga waktu dgn baik sehingga waktu berlalu sia-sia tanpa diisi dgn amal kebaikan.
Saudariku! Di antara waktu-waktu yg kita miliki ada waktu lapang waktu senggang atau waktu yg kosong dari kesibukan. Dan waktu luang ini merupakan keni’matan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yg mesti digunakan sebaik-baik sebagai tanda syukur kepada-Nya. Namun kenyataan kebanyakan dari kita lalai akan ni’mat ini sehingga kita pun merugi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan dlm sabda yg agung:

نِعْمَتاَنِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِماَ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua keni’matan yg kebanyakan manusia merugi di dlm yaitu kesehatan dan waktu luang.”
Hadits yg mulia di atas memberikan beberapa faedah kepada kita:
Pertama: sepantas bagi kita memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang utk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengerjakan kebaikan-kebaikan sebelum hilang dua ni’mat itu. Karena waktu luang akan diikuti dgn kesibukan dan masa sehat akan disusul dgn sakit.
Kedua: Islam sangat memperhatikan dan menjaga waktu. Karena waktu adl kehidupan sebagaimana Islam memperhatikan kesehatan badan di mana akan membantu sempurna agama seseorang.
Ketiga: Dunia adl ladang akhirat. mk sepantas seorang hamba membekali diri dgn takwa dan menggunakan keni’matan yg diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala utk taat kepada-Nya.
Keempat: Mensyukuri ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala adl dgn menggunakan ni’mat tersebut utk taat kepada-Nya.
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Banyak orang merugi di dlm dua jenis keni’matan ini ni’mat sehat dan waktu luang. Karena bila seorang insan dlm keadaan sehat ia mampu menunaikan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada dan mampu meninggalkan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala larang. Dada dlm keadaan lapang dan hati tenang. Demikian pula waktu luang bila memang ada orang lain yg menyiapkan dan mencukupi kebutuhan ia pun lepas dari beban pekerjaan.
Namun bila seseorang punya waktu luang dan ia dlm keadaan sehat mk ia banyak merugi di dalamnya. Karena kebanyakan waktu yg ada kita sia-siakan tanpa faedah. Kita memang tdk mengetahui kerugian ini di dunia akan tetapi nanti ketika ajal telah datang dan ketika terjadi hari kiamat barulah seorang insan menyadarinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

حَتَّى إِذَا جآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قاَلَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صاَلِحاً فِيْماَ تَرَكْتُ

“Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa mengerjakan amal shalih yg dulu aku tinggalkan’.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلُ رَبِّ لَوْ لآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ. وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْساً إِذَا جآءَ أَجَلُهاَ وَاللهُ خَبِيْرٌ بِماَ تَعْمَلُوْنَ

“Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku seandai Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yg dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang2 yg shalih.’ Dan Allah sekali-kali tdk akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yg kalian kerjakan.”
Kenyataan yg ada banyak waktu kita berlalu sia-sia tanpa kita manfaatkan dan kita pun tdk bisa memberikan manfaat kepada salah seorang dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tdk merasakan penyesalan akan hal ini kecuali bila ajal telah datang. Ketika itu seorang insan pun berangan-angan agar ia diberi kesempatan kembali ke dunia walau sedetik utk beramal kebaikan akan tetapi hal itu tdk akan didapatkannya.”
Asy-Syaikh rahimahullah juga menyatakan: “Terkadang ni’mat ini luput sebelum datang kematian pada seseorang dgn sakit yg menimpa hingga ia lemah utk menunaikan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan terhadap ia merasakan dada sempit tdk lapang dan ia merasa letih. Terkadang datang kesibukan pada diri dgn mencari nafkah utk diri sendiri dan keluarga sehingga ia terluputkan dari menunaikan banyak dari amal ketaatan.
Karena itulah sepantas bagi insan yg berakal utk memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang dgn melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dgn kemampuannya. Jika ia dapat membaca Al Qur’an mk hendaklah ia memperbanyak membacanya. Bila ia tdk pandai membaca Al Qur’an mk ia memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila ia tdk dapat melakukan hal itu mk ia melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Atau mencurahkan apa yg ia mampu berupa bantuan dan amal kebaikan kepada saudara-saudaranya. Semua ini adl kebaikan yg banyak namun luput dari kita dgn sia-sia.”
Saudariku mudah-mudahan apa yg tertulis dlm lembaran ini memberi faedah kepada kita. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberi taufik kepada kita utk beramal kebaikan sepanjang waktu kita di dunia ini dan semoga Dia memudahkan kita utk menjaga waktu dgn sebaik-baik mengisi dgn amal ketaatan kepada-Nya sebagai tanda syukur akan ni’mat-Nya. Mudah-mudahan dgn begitu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan terus mengekalkan ni’mat-Nya kepada kita dan menambah dgn kemurahan dari sisi-Nya.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ

“Dan ingatlah ketika Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguh jika kalian bersyukur pasti Kami akan menambah ni’mat itu kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari ni’mat-Ku mk sesungguh azab-Ku sangat pedih’.”
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Tujuan Menikah

Penulis Al-Ustadz Abu Ishaq MuslimOrang yg menikah sepantasnya tidak hanya bertujuan utk menunaikan syahwatnya semata sebagaimana tujuan kebanyakan manusia pada hari ini. Namun hendaknya ia menikah krn tujuan-tujuan berikut ini:1. Melaksanakan anjuran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ..“Wahai sekalian para pemuda! Siapa di antara kalian yg telah mampu utk menikah maka hendaknya ia menikah….”2. Memperbanyak keturunan umat ini krn Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ“Menikahlah kalian dgn wanita yg penyayang lagi subur krn {pada hari kiamat nanti} aku membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain.”3. Menjaga kemaluannya dan kemaluan istrinya menundukkan pandangannya dan pandangan istrinya dari yg haram. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan:قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ“Katakanlah kepada laki-laki yg beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka yg demikian itu lbh suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yg mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yg beriman: ‘Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…’.” Dalam surah yg lain Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang beriman yg salah satu sifat mereka adl menjaga kemaluan mereka kecuali kepada apa yg dihalalkan:وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ“Dan orang-orang yg menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak perempuan yg mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” Dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ“Karena dgn nikah akan lbh menundukkan pandangan dan lbh menjaga kemaluan ” juga terkandung tujuan nikah.

Rabu, Maret 31, 2010

PART 1


Aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, Ayahku seorang pedangang di sebuah pasar di kota tercinta. Ibuku seorang pekerja yang ulet, walaupun cuma berwirausaha menjahit bisa membiayai kuliah ketiga anaknya, Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Adikku yang pertama sekarang kuliah di UNISMA Bekasi fak Ekonomi dan yang satu melanjutkan di AMA Salatiga mengambil Akuntansi. Aku sendiri adalah lulusan Fakultas Tarbiyah xxxx Salatiga yang alhamdulillah sudah lulus tahun 2009. Meskipun aku bukan dari keluarga/ keturunan pengajar( PNS) aku mendambakan jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sejak Januari 2004 aku mengabdi di sebuah SD terpencil di kec. Xxx  SALATIGA sebagai GTT dan tahun ini masuk Data Base Honorer MS B dari Non APBN/ APBD. Aku teringat pesan ayahku untuk memanfaatkan ilmu semampuku... “Ballighu anni walau ayatan..”
September 2005 aku kenal dengan seorang wanita sebut saja dia Dinda, Orangnya baik, cantik, putih dan seksi dengan segala kelebihan yang ada. Lulusan Sekolah Menengah Atas dari sebuah sekolah di Kota Hatti Beriman. Dari keluarga yang juga tak punya apa-apa, usia 12 tahun sudah di tinggal oleh Ibunya. Kejadian tragis menimpa Ibu Puji Eko Wati di depan halte Satlantas, beliau jadi korban tabrak lari. Ayahnya meninggalkannya dan menikah dengan seorang wanita di Kota Sragen. Dia tinggal bersama kakak kandungnya di Salatiga. Entah mengapa waktu pertama kali ketemu dia di masjid MJ aku langsung  ada rasa. Hari berganti hari Bulan januari 2006 kami bersepakat bertaaruf mengenal satu sama lain, gara-gara pemotong kuku hehehehe.. dan dia menjadi vokal rebana di sebuah acara walimatul Hajj, subhanallah, sempurna banget dia waktu itu.  . Kami berkomitmen untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
Tahun 2006 menjadi awal yang indah, seperti dunia ini milik berdua. Pertengahan 2006 kelulusannya dia kerja di Jakarta di Apotik Jati Kramat Bekasi entah mengapa dia jadi jauh ma aku dan dekat dengan seorang cowok namanya Purnadi walaupun komunikasi jalan terus ma aku.  Aku mencoba untuk setia walaupun aku tak tahu apa yang dia lakukan disana. Sepulangnya dari sana karena ada suatu masalah dia mengundurkan diri.
Tahun 2007 bersamanya, banyak kisah indah yang tidak dapat aku tulis disini mulai dari air terjun Dung Kayang, Keteb, Semarang, Magelang, Sekar langit, dll ukh marai kelingan.... (disensor). Bekerja di Pabrik Garmen PANRAMA VISTA Sukoharjo tiap malam minggu aku selalu menjemputnya pulang ke Salatiga, menjadikan aku tambah bangga dia seorang pekerja yang mandiri, tak kenal lelah untuk mandiri. Sayang banget aku ma dia. Segala pengorbanan, dana, waktu tenaga dan pikiran kucurahkan padanya.
Tahun penuh suka duka 2008 setelah kontraknya habis, dia jadi pengangguran. Karena aku nyambi di konter milik temanku, aku tawarkan tuk bantu aku, akhirnya dia mau jadi penjaga warung pulsa di xxx 3 km dari tempat kerjaku, ( antar jemput lagy) hoohohohohoh0... ternyata hubungan kami yang sangat mencolok tercium oleh keluarga besarku yang 100% menolak kehadiran dia. Alasannya karena banyak hal intinya bibit, bebet dan bobot.. Aku berusaha meyakinkan keluargaku untuk tidak main-main dengan  dia tapi apa daya semua alasanku tidak diterima. Aku harus pilih... dia atau keluargaku, dengan berbagai cara akhirnya kujalani hubungan backstreet sampai dia mau menerimaku kembali..
Tahun penentuan hubungan terjadi di 2009. Dia pindah ke konter milik temen SMA ku, Riya Selluler, dengan gaji yang lumayan waktu itu. ternyata disana dia membantu pekerjaan rumah tangga Rina Haryanti sampai akhirnya  pada bulan Oktober 2009 kenyataan pahit itu terjadi. Aku memang belum menjadi yang dia impikan, ternyata ada yang ngedeketin dia sampai luluh hatinya yaitu Ridho dan Ibunya. Pemuda karang Duwet yang berwiyata bhakti jadi penjaga SD. Huhhh heran banget aku. Komitmen yang kami buat bertahun-tahun kandas karena adanya pihak ketiga. Aku ditinggalkannya tanpa ada kata. Waktu aku tanya apakah masih sayang ma abie dia tidak bisa menjawabnya. Mungkin benar apan yang dikatakan temenku dia mundur alus... pareengg. Ridho hingga saat ini masih melanjutkan kuliah D2 perpustakaan kemungkinan besar tahun 2011 dia married ma Ridho. Sakit baget aq...
Awal Nopember 2009 dia pindah lagi kerja di persewaan komik dan pulsa,milik teman pacarnya Rina Jl. Kemiri, depan SMU 1 Salatiga, Pebruari 2010 dia dirumahkan karena perusahaan tersebut gulung tikar. Hingga aku nulis kisahku saat ini belum ada kabar lagi tentang dia.  Mudah-mudahan dia bahagia. Aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki. Kata pak Sultoni bahwa jodohmu ya seperti kamu, bererti aku bukan seperti dinda donk, aku janji setelah terima SK aku akan segera mengakhiri masa lajangku dengan “Ana Althofun Nisa” .. hahahahaaa ( bersambung )

PART 1


Aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, Ayahku seorang pedangang di sebuah pasar di kota tercinta. Ibuku seorang pekerja yang ulet, walaupun cuma berwirausaha menjahit bisa membiayai kuliah ketiga anaknya, Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Adikku yang pertama sekarang kuliah di UNISMA Bekasi fak Ekonomi dan yang satu melanjutkan di AMA Salatiga mengambil Akuntansi. Aku sendiri adalah lulusan Fakultas Tarbiyah xxxx Salatiga yang alhamdulillah sudah lulus tahun 2009. Meskipun aku bukan dari keluarga/ keturunan pengajar( PNS) aku mendambakan jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sejak Januari 2004 aku mengabdi di sebuah SD terpencil di kec. Xxx  SALATIGA sebagai GTT dan tahun ini masuk Data Base Honorer MS B dari Non APBN/ APBD. Aku teringat pesan ayahku untuk memanfaatkan ilmu semampuku... “Ballighu anni walau ayatan..”
September 2005 aku kenal dengan seorang wanita sebut saja dia Dinda, Orangnya baik, cantik, putih dan seksi dengan segala kelebihan yang ada. Lulusan Sekolah Menengah Atas dari sebuah sekolah di Kota Hatti Beriman. Dari keluarga yang juga tak punya apa-apa, usia 12 tahun sudah di tinggal oleh Ibunya. Kejadian tragis menimpa Ibu Puji Eko Wati di depan halte Satlantas, beliau jadi korban tabrak lari. Ayahnya meninggalkannya dan menikah dengan seorang wanita di Kota Sragen. Dia tinggal bersama kakak kandungnya di Salatiga. Entah mengapa waktu pertama kali ketemu dia di masjid MJ aku langsung  ada rasa. Hari berganti hari Bulan januari 2006 kami bersepakat bertaaruf mengenal satu sama lain, gara-gara pemotong kuku hehehehe.. dan dia menjadi vokal rebana di sebuah acara walimatul Hajj, subhanallah, sempurna banget dia waktu itu.  . Kami berkomitmen untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
Tahun 2006 menjadi awal yang indah, seperti dunia ini milik berdua. Pertengahan 2006 kelulusannya dia kerja di Jakarta di Apotik Jati Kramat Bekasi entah mengapa dia jadi jauh ma aku dan dekat dengan seorang cowok namanya Purnadi walaupun komunikasi jalan terus ma aku.  Aku mencoba untuk setia walaupun aku tak tahu apa yang dia lakukan disana. Sepulangnya dari sana karena ada suatu masalah dia mengundurkan diri.
Tahun 2007 bersamanya, banyak kisah indah yang tidak dapat aku tulis disini mulai dari air terjun Dung Kayang, Keteb, Semarang, Magelang, Sekar langit, dll ukh marai kelingan.... (disensor). Bekerja di Pabrik Garmen PANRAMA VISTA Sukoharjo tiap malam minggu aku selalu menjemputnya pulang ke Salatiga, menjadikan aku tambah bangga dia seorang pekerja yang mandiri, tak kenal lelah untuk mandiri. Sayang banget aku ma dia. Segala pengorbanan, dana, waktu tenaga dan pikiran kucurahkan padanya.
Tahun penuh suka duka 2008 setelah kontraknya habis, dia jadi pengangguran. Karena aku nyambi di konter milik temanku, aku tawarkan tuk bantu aku, akhirnya dia mau jadi penjaga warung pulsa di xxx 3 km dari tempat kerjaku, ( antar jemput lagy) hoohohohohoh0... ternyata hubungan kami yang sangat mencolok tercium oleh keluarga besarku yang 100% menolak kehadiran dia. Alasannya karena banyak hal intinya bibit, bebet dan bobot.. Aku berusaha meyakinkan keluargaku untuk tidak main-main dengan  dia tapi apa daya semua alasanku tidak diterima. Aku harus pilih... dia atau keluargaku, dengan berbagai cara akhirnya kujalani hubungan backstreet sampai dia mau menerimaku kembali..
Tahun penentuan hubungan terjadi di 2009. Dia pindah ke konter milik temen SMA ku, Riya Selluler, dengan gaji yang lumayan waktu itu. ternyata disana dia membantu pekerjaan rumah tangga Rina Haryanti sampai akhirnya  pada bulan Oktober 2009 kenyataan pahit itu terjadi. Aku memang belum menjadi yang dia impikan, ternyata ada yang ngedeketin dia sampai luluh hatinya yaitu Ridho dan Ibunya. Pemuda karang Duwet yang berwiyata bhakti jadi penjaga SD. Huhhh heran banget aku. Komitmen yang kami buat bertahun-tahun kandas karena adanya pihak ketiga. Aku ditinggalkannya tanpa ada kata. Waktu aku tanya apakah masih sayang ma abie dia tidak bisa menjawabnya. Mungkin benar apan yang dikatakan temenku dia mundur alus... pareengg. Ridho hingga saat ini masih melanjutkan kuliah D2 perpustakaan kemungkinan besar tahun 2011 dia married ma Ridho. Sakit baget aq...
Awal Nopember 2009 dia pindah lagi kerja di persewaan komik dan pulsa,milik teman pacarnya Rina Jl. Kemiri, depan SMU 1 Salatiga, Pebruari 2010 dia dirumahkan karena perusahaan tersebut gulung tikar. Hingga aku nulis kisahku saat ini belum ada kabar lagi tentang dia.  Mudah-mudahan dia bahagia. Aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki. Kata pak Sultoni bahwa jodohmu ya seperti kamu, bererti aku bukan seperti dinda donk, aku janji setelah terima SK aku akan segera mengakhiri masa lajangku dengan “Ana Althofun Nisa” .. hahahahaaa ( bersambung )

SUKA, SAYANG ATAU CINTA KEPADA SESEORANG

Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.


Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di pundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama - sama."

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."


Pada saat orang yang kau SUKAi menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau SAYANGi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, "Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."


Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.
__________________

Selasa, Maret 30, 2010

Tetap Terima Honorer, Disanksi Pidana

JAKARTA- Sikap pemerintah daerah yang tetap menerima tenaga honorer hingga saat ini, membuat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi gerah. Ironisnya penerimaan honorer ini tak hanya di daerah saja, di instansi pusat pun banyak terjadi.

"Saya tidak mengerti apakah aparatur di daerah dan pusat itu tidak tahu baca peraturan atau peraturannya kurang tegas," kata Deputi Menteri PAN&RB bidang SDM Aparatur Ramli Naibaho pada JPNN, Rabu (23/3).

Kabag Humas Kementerian PAN&RB FX Dandung Indratno menambahkan, meski pemda maupun pusat dilarang menerima honorer lagi terhitung 2005, namun fakta di lapangan tidak seperti itu. Baik pusat dan daerah masih menerima honorer sampai sekarang. Itu sebabnya jumlah honorer bukannya berkurang malah bertambah terus.

"Kalau tidak menuntut jadi PNS tidak masalah, tapi mereka juga menuntut diangkat. Padahal aturan dalam PP 48 Tahun 2005 jo PP 43 Tahun 2007 sudah jelas sekali," tegasnya.

Dijelaskan Indratno, pemda maupun pusat bisa menerima pegawai dalam bentuk outsourching sesuai Kepres 80 Tahun 2003 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa. Artinya pegawai barunya hanya dalam sistem kontrak dan bukan honorer.

Lantas apa sanksi bagi pemda yang tetap menerima honorer? Menurut Ramli, dalam undang-undang disebutkan, sanksi pidana bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran undang-undang termasuk turunannya. "Karena larangan penerimaan honorer itu diatur dalam PP, jadi siapa saja yang melanggar sama artinya melakukan tindakan pidana dan itu harus diproses secara hukum," tegas Ramli.(esy/jpnn)