Sabtu, Mei 22, 2010
Honorer Non APBN/APBD akan diangkat Tahun 2011Catatan Deni Sofyan Dpcfthsnilebak.Mhn ijin utuk mempublikasikan
Tenaga honorer non APBN/APBD harus bersabar untuk diangkat sebagai CPNS. Panitia kerja ( Panja) penyelesaian tenaga honorer yang terdiri dari gabungan Komisi II, VIII, dan X DPR RI bersama pemerintah memutuskan, pengangkatan honorer non APBN/APBD akan dimulai pada 2011. Alasannya, karena tahun ini seleksi CPNS difokuskan pada honorer tertinggal yang sesuai PP 48 Tahun 2005 jo PP 43 Tahun 2007. "Mereka (honorer non APBN/APBD) tetap akan diangkat, tapi harus menunggu sisa honorer dulu," kata Deputi Kementerian PAN&RB bidang SDM Aparatur Ramli Naibaho. Mengenai pengangkatannya, menurut Ramli akan mengikuti tahapan seleksi layaknya pelamar umur. Namun seleksinya dilakukan tersendiri. Artinya antara honorer dan pelamar umum tidak dites secara bersamaan. Kebijakan ini diambli agar sesama honorer bisa saling mengukur kemampuannya masing-masing. Mereka pun ditetapkan kuotanya, tidak seperti honorer tertinggal yang sudah pasti semuanya diangkat. "Ya tidak mungkin diangkat semuanya. Kan mereka bukan tenaga honorer tertinggal. Kalau mau jadi PNS harus ikut seleksi. Pemerintah pun menetapkan kuotanya, misalnya, tahun 2011 formasi untuk honorer non APBN/APBD 10 ribu orang," tegasnya. Bagi yang tidak lulus tes, pemerintah akan mengangkat mereka menjadi PTT (pegawai tidak tetap). Nantinya para honorer ini akan digaji oleh instansi pusat atau daerah di mana mereka bekerja. "Kalau di daerah, gajinya diambil dari PAD. Jadi jika PAD tinggi, gaji yang diberikan harus standar UMP dan ada tunjangan kesehatannya. Intinya, untuk urusan gaji harus disesuaikan dengan kemampuan daerah," terangnya.
Jumat, Mei 21, 2010
SMS dari KETUA UMUM FTHSNI KEC. LEBAK
RAPAT KETUA PB PGRI bersama MENPAN & Kepala BKN tanggal tanggal 19 Mei 2010
1. Tahun 2010/2011 sebanyak 197.678 Guru Tenaga Honorer termasuk CPNS teranulir dari JAWA TENGAH dan 5.966 Guru Bantu Swasta DKI akan diangkat PNS.
2. Segera diterbitkan PP penyelesaian permasalahan Tenaga Honorer
3. Segera diterbitkan PP mengenai Guru Tenaga Honorer & dan PTT yang memuat penghargaan/ Gaji UMP
4. Segera terbitkan Peraturan Presiden mengenai BUP Penilik menjadi 6 Tahun.
5. Segera dibayarkan Tunjangan Profesi dan Penambahan penghasilan 250rb. / bulan 9 (bagi yang belum dibayar)
6. Dan keputusan penting lainnya.
SUMBER :
KETUA PB PGRI SULISTYO
Pesan ini jangan disebarluaskan trim`s.
Kisahku (Part II)
Genap 6 tahun 3 bulan aku mengabdikan diri pada sekolah negeri di kota Salatiga. Sejak 2004 sampai saat ini belum ada perubahan kesejahteraan yang berarti. Mulai dari gaji 40.000, 50.000, 100.000, 150.000, sampai tahun 2010 ini 200.000, sungguh ajaib bisa hidup. Aku lulus DII tahun 2003 kemudian tahun 2007 melanjutkan S1 lulus 2009. Masa-masa yang penuh perjuangan, gagal menjadi CPNS setelah melalui formasi umum tidak membuatku menyerah. Pernah ikut ujian CPNS depag 2 x dan Diknas 3 X, yaitu Salatiga (2005/non formasi), Wonogiri (2007/DII PGA SD) dan terakhir temanggung (2009/S1PAI) sesuai jazah terakhir yang kumiliki.
Insentif, kesra dan fungsional dari pemerintah pernah aku nikmati, tetapi tidak setiap bulan turunnya. Biasanya Juni atau rapel 1 tahun bisa mencapai 4jt lebih pertahun. Hal ini yang kadang membuat aku bisa bersemangat mempertahankan hidup dan bisa sedikit membantu beban orang tua dan kedua adikku yang masih kuliah.
Setiap malam ku selalu memohon kepada Allah agar segera terwujud impian ini. Memang benar menjadi CPNS bukan menjadi salah satu tujuan utama, yang penting aku punya penghasilan tetap dan bisa membahagiakan keluarga. Aku melewati masa-masa sulit ini (2005) dengan berjualan koran, pulpen , permen di bis Kota, Tahun 2007 alhamdulillah aku mendapat Les Privat sampai saat ini aku bisa membeli motor, hp dan lain-lain walau dengan mengangsur. Sebuah harapan cerah mengikuti organisasi FTHSNI ( Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia) dulu FKGTT aku masuk data BASE CPNS 2005 yang akan diangkat bertahap mulai 2011. Mudah-mudahan bisa terwujud.
Tahun 2005 aku berpacaran dengan seseorang berinisial W banyak kisah suka duka yang kamin alami saat itu. Karena suatu hal pada bulan September 2009 kami putuskan untuk mengakhiri hubungan itu karena sudah tidak cocok lagi, sekarang ini statusku jomblo. Semua butuh proses dan saat aku menulis ini aku sedang mendekati seorang akhwat. Mudah-mudahan dia menerima segala kekuranganku. Aku ingin CPNS dulu agar tidak membebani orang tua saat aku menikah nanti. Dan istriku juga mantap mengarungi bahtera rumah tangga denganku. Siapakah dia? Tunggu kisah selanjutnya...
To be continue ...
Jumat, Mei 14, 2010
Assalamu’alaikum wrwb.
Cara gampang cari jodoh terbaik adalah metode agar Allah azza wajalla berkenan membuka Rahasia Jodoh Terbaik & Menghadirkannya.
Anjuran penggunaan : Sucikan diri (wudhu), sholat sunah 2 rakaat, berdoa, siapkan Al Quran selanjutnya ikuti langkah awal menuju solusi.
Urutan yang harus dilakukan : Merubah pemahaman untuk merubah pola piker lalu mencari penyebab hambatan untuk merubah pola ikhtiar.
Pemahaman : 1. Belum adanya jodoh bisa disebabkan oleh hubungan kita dengan Allah, keluarga, lingkungan, teman bahkan diri kita sendiri. Pemahaman 2 : Pahami & Yakinlah bahwa kelahiran, rejeki, jodoh & kematian adalah rahasia Allah.
QS 31:34 : Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan & mengetahui apa yang ada didalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dari pemahaman 1 & 2 jelaslah SEGERA RUBAH POLA PIKIR ANDA DALAM MENCARI JODOH! Perbaiki dulu Hubungan dengan Allah baru berikhtiar mencari hubungan perjodohan. Selanjutnya adalah cara memeriksa hubungan dengan Allah yang terdiri dari hubungan dengan Allah, Orang tua & sesama, periksalah! Apa kita pernah percaya dengan ramalan, datang ke orang pinter, percaya kekuatan selain Allah?
HATI2 SAUDARAKU! Dengan berbuat syirik dalam perjodohan bikin anda malah tertipu & menderita seumur hidup, bisa jadi anda dijauhkan dari yang semestinya jodoh terbaik atau bahkan tidak menemukannya sama sekali.
QS 31:33 : Janganlah sekali-kali kamu diperdayakan dunia & diperdayakan para penipu yang mengatasnamakan Allah, bisa juga anda mendapat jodoh namun yang malah membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah sebab akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan. QS 24:3&26 :....musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.
Bukankah anda menginginkan jodoh sebagaimana disebutkan dalam QS 30:21 : ... salah satu tanda kekuasaan-Mu adalah menjadikan pasangan hidup dari jenis kami, yaitu manusia. Yang demikian adalah agar kami cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kami rasa kasih dan sayang.
PERIKSALAH WAHAI SUADARAKU! Apakah sholat kita sudah berkualitas?
Inginnya sih jodoh Allah hadirkan tepat waktu tidak telat2 tapi saat Allah memanggil untuk sholat eh malah ditelat2in, telat juga deh tuh jodoh.
QS 107:4-5 : Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.
JUJURLAH WAHAI SAUDARAKU! Apakah anda pernah melakukan hubungan yang melampui batas atau bahkan berzina? QS. 25:68-69 : Barangsiapa yang melakukan yang demikian niscaya dia mendapat pembalasan berlipat sejak di dunia...salah satunya jdoh yang tak kunjung hadir.
PERIKSA HUBUNGAN KITA DENGAN ORANG TUA, adakah anda pernah menyakiti atau mengkasari mereka karena perbuatan tersebut termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah (termasuk jodoh).
QS. 17:23 : Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
PERIKSA HUBUNGAN SILATURAHIM. Putus silaturahim berakibat putusnya rahmat (salah satu bentuknya jodoh).QS.49:10:....sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.
PERIKSA DALAM HUBUNGAN SEBELUMNYA (mis : mantan2) apakah ada yang sampai tersakiti atau terzalimi. Hindari doa orang yang teraniaya/terzalimi, karena doanya pasti dikabulkan (kalo dia doakan ga dapat jodoh bagaimana?).
APAKAH ANDA PERNAH BERGUNJING YANG MENGARAH MENGADU DOMBA, yang menyebabkan putusnya tali silaturahim?
QS 49:12 : Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.
Bila anda pernah melakukan 1 saja dari hal diatas, SEGERALAH lakukan langkah lanjutan untuk MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLAH.
LANGKAH 1 : MOHON AMPUN ATAS KESALAHAN & KEBURUKAN, dasar ayat QS.66:8 : Hai orang2 yang beriman Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah2an Allah akan menutup kesalahan2 kamu.
Untuk tahap awal dan sekaligus riyadhah (membiasakan),ucapkanlah KALIMAT ISTIGHFAR (ASTAGHFIRULLAH)minimal 70-100 sehari semalam dasar al hadits : Barangsiapa yang biasa beristighfar Allah akan carikan jalan Keluar Bagi Kesulitannya, kelapangan bagi kesempitannya & memberi rizki dari arah yang tidak terduga. INGET JODOH JUGA RIZKI loh. QS 71:10-12 : Maka Aku katakan kepada mereka Mohon Ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak2mu dan mengadakan untukmu kebun2 dan mengadakan pula didalamnya untukmu sungai2.
LANGKAH 2 : TINGKATKAN IBADAH, PERBAIKI IBADAH. Sekali lagi yakinkan diri akan kuasa Allah. Insya Allah ada saja jalan bagi kita termasuk JALAN HADIRNYA PASANGAN HIDUP KITA-dasar ayat QS 65:3-4 : Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Cobalah melakukan hal2 berikut ini :
PERBAIKI/LAZIMKAN WUDHU, BIASAKAN SHOLAT AWAL WAKTU DAN SHOLAT BERJAMAAH, BERDOA/BERDZIKIR SELEPAS SHOLAT, PELIHARA SHOLAT SUNAH SEBELUM & SESUDAH SHOLAT FARDHU KECUALI SETELAH SHOLAT SHUBUH DAN ASHAR, BIASAKAN SHOLAT MALAM : TAHAJUD,HAJAT,ISTIKHOROH, TAUBAT, TASBIH, WITIR. Lakukanlah semampu anda,dasar ayat QS 22:77 : Hai orang2 yang beriman, ruku dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuat kebaikan supaya kamu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.
LANGKAH 3 : PASRAHKAN KEPADA ALLAH, minta hanya kepada Allah-dasar ayat QS 65:3 : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya.
LANGKAH 4 : LURUSKAN NIAT. Percayalah luruskan niat, sucikan hati bahwa anda menikah karena ingin mengikuti sunah rasul dan mengharap ridho Allah (al hadits) Pernikahan itu menyempurnakan separuh dari agama.
LANGKAH 5 HILANGKAN EGO. Target/pilah pilih boleh2 aja sih, tapi yang wajar sajalah serahkan pilihan yang terbaik hanya pada Allah melalui shalat istikhoroh dan musyawarah dengan keluarga,dasar ayat QS 2:221 : Dan janganlah kamu menikahkan orang2 musyrik, sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu, mereka mengajak keneraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya dan menerangkan ayat2-Nya (perintah2-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
LANGKAH 6 : PERBANYAK SILATURAHIM, terutama kepada orang2 yang pernah anda sakiti & minta ridho orang tua. Barangsiapa yang ingin diluaskan rejekinya temasuk jodoh, sambunglah tali silaturahim dasar al hadits untuk Ridho orangtua Raihlah cinta orangtua supaya Allah menghadirkan cinta buat anda.
LANGKAH 7 : MENUTUP AURAT, supaya anda tidak sesat (menjauh dari jodoh anda) dasar ayat QS 20:121 : Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat2nya dan mulailah keduanya menutupnya dengan daun2 (yang ada di)surga dan durhakalah adam kepada Tuhan dan Sesatlah ia.
RAHASIA JODOH TERBAIK : Jodoh itu tergantung pada diri kita sendiri, bila kita berperilaku baik, maka jodoh kitapun baik, jika perilaku kita buruk, maka jangan dipersalahkan jika jodoh kitapun berperilaku buruk. Wanita yang keji adalah untuk pria yang keji dan pria yang keji adalah buat wanita yang keji pula dan wanita yang baik adalah untuk pria yang baik dan sebaliknya. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
LANGKAH ISTIMEWA : MENOLONG YANG SEDANG KESUSAHAN misal bantulah saudara/kawan yang mau menikah tapi kekurangan/kesulitan dasar Al Hadits : wawloohu fii awnii abdi ma kanal abdu fii awni akhiihi, Allah selalu berkenan membantu hamba-Nya selama hambaNya berkenan membantu saudaranya.
SYARAT LANGKAH ISTIMEWA : LAKUKAN DENGAN IKHLAS DAN JANGAN HAPUS DENGAN DOSA2, hai orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan si penerima.
Doa bagi laki2 yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.
Doa bagi wanita yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.
Doa tambahan : HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR, dasar ayat QS 9:129 : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.
Doa untuk dapat jodoh dari hadits : ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIN, artinya : Ya Allah bukakanlah bagiku hikmamu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu, wahai Pengasih dan Penyayaang.
LANGKAH ISTIMEWA, puasa sunnah, coba mulai sekarang sampai 40 hari kedepan. Barangsiapa yang membiasakan puasa doanya cepat terkabul.
DOA TAMBAHAN2 : ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.
Waassalamu’alaikum wr wb
Kamis, Mei 13, 2010
Bila Cinta Tak Berbalas..
"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya
Subhanalllah, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.
Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta –seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.
***
Mengambil Sikap
***
Siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa' (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.
Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.
Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
***
Percayai Qadha
***
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dan sebagainya. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan. "Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: ‘tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR. Bukhari).
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita 'Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya'.
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya? Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.
***
Bersiap untuk Cinta dan Bahagia
***
"Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti," demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang ‘berani’ menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, "berani-beraninya..." atau "apa yang kurang dari saya....." Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak. Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih ‘bunga’ yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.
"Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya." (HR. Muslim).
***
Bukan Aib
***
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk 'perjuangan' menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang 'senasib' dan 'sependeritaan'.
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.
***
'Kita Mungkin Takkan Bahagia'
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan. Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar 'perceraian'? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu a'lam bi ash shawab. "Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (QS. Al-Baqarah [2] : 229).
Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pengatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan. Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain –bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.
***
'Saya Tak Mungkin Berbahagia Tanpanya'
***
Ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.
Cinta Membutuhkan Waktu
"Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!" Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa ditunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar -contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah.
Ideal Bagus, Tapi Realistik adalah Sempurna
"Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan." Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti. tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan.
Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dan sebagainya.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi "yang penting akhwat" atau "yang penting ikhwan". Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan.
Maka doa kita kepada Allah bukanlah, "berikanlah padaku pasangan yang sempurna" tetapi "ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku."
Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.
Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita "luar biasa" berjodoh dengan yang 'biasa-biasa'. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia.
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan 'jangan kegeeran' dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.
Beri Cinta Kesempatan (Lagi)
"... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf [12] : 87).
Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, Insya Allah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya.
Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. 'love is knocking outside the door.' Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.
"Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata." (HR. Turmudzi).
"Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu." (HR. Ahmad)
Kamis, Mei 06, 2010
Depdiknas Membutuhkan Ratusan Ribu Guru
Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas mengajukan kebutuhan 737 ribu guru ke Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Men PAN). Depdiknas mengestimasi, dalam lima tahun ke depan ribuan guru bakal pensiun. Selain itu, pemekaran sekolah berimbas terhadap makin tingginya kebutuhan tenaga pendidik.
Sekretaris Ditjen PMPTK Giri Suryatmana menjelaskan, berdasar proyeksi kebutuhan guru yang disusun PMPTK pada 2010-2014, kebutuhan Indonesia mencapai 737 ribu. “Saat ini, kami sudah mengajukan ke Men PAN kebutuhan dari tahun ke tahun hingga 2014,” jelasnya kemarin.
Meski demikian, kata Giri, kewenangan pengangkatan CPNS ada di tangan Men PAN. “Kami hanya mengajukan. Mudah-mudahan disetujui. Sebab, semua bergantung kemampuan negara,” ujarnya.
Giri menyebut, saat ini persoalan tenaga pendidik cukup pelik. Jika kebutuhan tenaga pendidik tidak segera terpenuhi, dikhawatirkan defisit guru semakin tinggi. “Karena itu, kami perlu mengadakan rembuk nasional untuk membahas persoalan ini,” ujarnya.
Berdasar data PMPTK, jumlah guru yang pensiun tiap tahun rata-rata 50 ribu orang. Namun pada 2012, diprediksi terjadi pensiun besar-besaran. Sebab, pada tahun itu mayoritas guru Inpres sudah pensiun. Dia memperkirakan ada 150 ribu guru yang pensiun bersamaan. “Pada tahun itu terjadi puncak pensiun,” sebutnya.
Karena itu, kata Giri, perlu segera dibuka formasi baru CPNS guru. Rencananya, formasi baru itu terbuka untuk umum. Tak ada yang menjadi prioritas untuk diangkat menjadi CPNS, seperti guru tidak tetap (GTT) atau honorer. Yang menjadi prioritas adalah guru yang telah memenuhi kualifikasi. Contohnya, berkualifikasi S1 dan telah mengikuti pendidikan profesi guru. “Syarat tersebut wajib dipenuhi. Yang tak ikut pendidikan profesi tak bakal bisa mengajar,” ungkapnya.
Giri membeberkan, saat ini kebutuhan guru di bidang matematika, sains dan bahasa amat tinggi. Termasuk, kebutuhan guru untuk sekolah kejuruan. Hal itu katanya, seiring dengan semakin banyaknya dibuka SMK di berbagai daerah. Sementara di satu sisi, pemasok guru kejuruan seperti politeknik amat minim.
Pemenuhan kebutuhan guru, kata Giri pula, juga masuk dalam program 100 hari menteri baru. Rencananya, dalam waktu dekat PMPTK bakal memverifikasi data guru di kabupaten/kota. “Verifikasi itu sekaligus sebagai penataan. Kalau ada daerah yang kelebihan guru, bisa didistribusikan ke daerah yang kekurangan guru,” terangnya.
Guru Honorer Minta Diangkat CPNS tanpa Seleksi
Perhimpunan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI) meminta kepada pemerintah untuk mengangkat tenaga honorer menjadi CPNS tanpa melalui proses seleksi. Permintaan ini disampaikan PHSNI dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI, Senin (9/11).
“Kami minta DPR untuk mengawal ini. Pemerintah harus mengutamakan pengangkatan CPNS untuk tenaga honorer yang tidak masuk data base 2005, dibanding membuka pelamar umum untuk tenaga guru,” kata Ketua DPP Perhimpunan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI), Subandi.
Dijelaskannya, banyak guru honorer yang sudah 30 tahun mengabdi tapi tak bisa jadi PNS karena tak masuk kompetensi. Ironisnya, mereka hanya mendapatkan honor Rp50 ribu-Rp150 ribu yang dibayar tidak tentu. “Kadang bulan ini dibayar, bulan depan belum tentu dibayar. Jadi kami ini susah pak karena gaji kami hanya berdasarkan belas kasihan masyarakat dan tidak masuk APBN/APBD,” ucapnya.
Sementara Eko, honorer dari Kabupaten Sragen, meminta agar pemerintah bisa mengangkat guru honorer tanpa tes. “Tuntaskan dulu pengangkatan guru honorer, baru buka lamaran umum untuk guru,” cetusnya.
Pimpinan Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo mengatakan, seharusnya sejak 2005 tidak ada lagi honorer yang diangkat oleh pemerintah daerah. Hal ini agar tidak ada lagi persoalan yang timbul karena kecemburuan sosial.
“Masalahnya, pemerintah tetap mengangkat tenaga honorer, akhirnya seperti ini semua minta agar diperlakukan adil dan diangkat CPNS. Sedangkan harus diingat untuk mengangkat CPNS harus sesuai permintaan daerah. Kalau daerah tidak butuh, mau diapakan CPNS-CPNS ini,” ulas Ganjar.
Sementara itu Deputi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara bidang SDM Ramli Naibaho menegaskan, masalah pengangkatan guru honorer dibahas bersama dengan Depdiknas. Sesuai PP 48 Tahun 2005, pemerintah dilarang mengangkat tenaga honorer lagi. Ini untuk memberikan kesempatan pada pelamar umum yang punya kompetensi.
Mengenai sisa honorer, menurut dia, akan menunggu PP yang baru. “Harus ada payung hukumnya dulu baru bisa ada pengangkatan lagi,” pungkasnya.
Rabu, Mei 05, 2010
FTHSNI UPDATE
KESIMPULAN
RAPAT KERJA GABUNGAN
KOMISI II, KOMISI VIII, DAN KOMISI X DPR RI DENGAN
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA & REFORMASI BIROKRASI,
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, MENTERI PERTANIAN, MENTERI KEUANGAN
MENTERI AGAMA, MENTERI KESEHATAN, MENTERI DALAM NEGERI, KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA DAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK
TENTANG
PENYELESAIAN TENAGA HONORER
SENIN, 26 APRIL 2010
1. Komisi gabungan dan Pemerintah sepakat untuk merumuskan dan menuntaskan penyelesian tenaga honorer secara menyeluruh agar dikemudian hari tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan baru.
2. Pemerintah akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguhkeputusan rapat gabungan Komisi II. Komisi VIII dan Komisi X DPR RI tentang masalah tenaga honorer sebagai bahan dalam perumusan Peraturan Pemerintah.
3. Komisi gabungan meminta agar dalam pelaksanaan verifikasi dan validasi tenaga honorer diselesaikan selama 3 (tiga) bulan dengan mempertimbangkan formasi CPNS Tahun 2010. Perlu dipertimbangkan sanksi hukum untuk mengantisipasi manipulasi dan rekayasa administrasi dalam verifikasi dan validasi.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
KOMISI II, KOMISI VIII DAN KOMISI X DPR RI
TENTANG
PENYELESAIAN TENTANG TENAGA HONORER
SENIN, 26 APRIL 2010
Disepakati penyelesaian Tenaga Honorer dengan kategiorisasi, sebagai berikut :
I. Tenaga Honorer yang telah memenuhi syarat sesuai dengan PP nomor 48 Tahun 2005 dan PP Nomor 43 Tahun 2007, namun tercecer, terselip, dan tertinggal. Kriterianya yakni :
a. Diangkat oleh pejabat yang berwenang
b. Bekerja di instansi Pemerintah
c. Penghasilannyan dibiayai dari APBN/APBD
d. Masa kerja minimal 1 Tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus
e. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006
(diangkat tanpa test hanya melalui verifikasi dan validasi, prioritas tahun 2010)
Catatan : Pegawai Honorer yang memenuhi persyaratan di Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Daerah termasuk yang swadana.
II. Tenaga Honorer yang telah memenuhi syarat sesuai PP Nomor 48 Tahun 2005 dan PP Nomor 43 Tahun 2007, namun tidak bekerja di instansi Pemerintah. Kriterianya yakni :
a. Diangkat oleh Pejabat yang berwenang
b. Dibiayai oleh APBD/ APBN
c. Masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus
d. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006
e. Tidak bekerja din instansi pemerintah.
(diangkat tanpa test, hanya melalui verifikasi dan validasi)
III. Tenaga Honorer yang diangkat oleh Pejabat yang Tidak Berwenang. Dibiayai bukan oleh APBD/APBN, Kriterianya yakni:
a. Diangkat oleh pejabat yang Tidak berwenang
b. Dibiayai bukan oleh APBN/APBD
c. Bekerja di instansi pemerintah.
d. Masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus.
e. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006
Bagi tenaga honorer yang telah memenuhi syarat dan telah mengikuti test serta dinyatakan lulus namun teranulir/dianulir, maka diangkat menjadi CPNS melalui proses verifikasi dan validasi.
Bagi mereka yang belum mengikuti test namun memenuhi persyaratan sebagaimana huruf a sampai dengan e diatas dapat diangkat CPNS melalui test sesama tenaga honorer sejenis.
Apabila mereka tidak berhasil diangkat menjadi CPNS sesuai dengan opsi I, II dan III akan diselasaikan dengan pendekatan kesejahteraan.
IV. Tenaga yang diangkat oleh pejabat yang tidak berwenang, bekerja di Instansi Bukan Pemerintah, dibiayai bukan oleh APBN / APBD ( khusus guru ). Kriterianya yaitu :
a. Diangkat oleh pejabat yang Tidak berwenang
b. Dibiayai bukan oleh APBN/APBD
c. Bekerja di instansi bukan pemerintah.
d. Masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan tidak terputus.
e. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006
Bagi tenaga honorer swasta yang telah memenuhi syarat dan telah mengikuti test serta dinyatakan lulus namun teranulir/dianulir, maka diangkat menjadi CPNS melalui proses verifikasi dan validasi.
Bagi mereka yang belum mengikuti test namun memenuhi persyaratan sebagaimana huruf a sampai dengan e diatas dapat diangkat CPNS melalui test sesama tenaga honorer sejenis.
Apabila mereka tidak berhasil diangkat menjadi CPNS sesuai dengan opsi I, II dan III akan diselasaikan dengan pendekatan kesejahteraan.
V. Tenaga Honorer yang diangkat oleh Pejabat yang Berwenang, dibiayai oleh APBN / APBD ( Penyuluh Pertanian, Kesehatan, Pegawai Honor Sekretariat KORPRI ).
Kriterianya yaitu :
a. Diangkat oleh pejabat yang berwenang
b. Dibiayai oleh APBN/APBD
c. Bekerja di instansi pemerintah.
d. Usia tidak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006
Melalui Proses Verifikasi dan Validasi, diangkat untuk mengisi formasi, melalui test sesama tenaga Honorer, apabila tidak menjadi CPNS akan diselesaikan dengan pendekatan status dan kesejahteraan, dan diatur dalam Peraturan Pemerintah tersendiri.
PEMIMPIN GABUNGAN
KOMISI II, KOMISI VIII DAN KOMISI X DPR RI
ttd
Dr. Drs. H. Taufik Efendi, MBA
A-533
ttd
Prof. Dr. H. Mahyuddin NS, S.POG (K)
A-439
ttd
Abdul Kadir Karding, S.Pi, M.Si
A-155
ttd
Prof. Dr. H. Mahyuddin NS, S.POG (K)
A-387
Jumat, April 30, 2010
Puisi seorang adik terhadap kakaknya
"Kau Mencintaiku".
Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka
Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa
Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga
Kau mencintaiku
Seperti bunga
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menebar mekar aroma bahagia
Tak pernah lelah
Meneduhkan gelisah nyala
Selasa, April 20, 2010
Bahtera rumah tangga seorang Jaka
Bahtera rumah tangga seorang Jaka, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda???
Bagikan
Hari ini jam 11:44
Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah. Juga, sebagai penyambung keberlangsungan hidup umat manusia. Ada hal lain buat mereka yang nikah di usia muda. Nikah juga bermakna perjuangan.
Hampir tak satu pun manusia yang betah membujang. Selalu saja ada hasrat untuk hidup berpasangan. Pria rindu ingin bersama wanita. Dan wanita kangen disayang pria. Hasrat-hasrat alami itu akan punya nilai tinggi dalam taman indah yang bernama nikah.
Masalahnya, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda. Muda usia, muda pengalaman, muda pendidikan, dan muda penghasilan. Saat itulah terjadi pertarungan yang lumayan sengit: antara idealita dengan realita. Antara cita-cita tinggi dengan kenyataan hidup yang mesti dilakoni. Dan pertarungan itulah yang kini dialami Jaka.
Dua tahun sudah calon bapak ini mengarungi bahtera rumah tangganya. Seribu satu suka dan duka ia nikmati bersama isteri tercintanya. Kadang ia berkesimpulan bahwa nikah itu anugerah indah. Sedemikian indahnya, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, tak jarang kesimpulan sebaliknya bisa hinggap. Jaka juga kerap berkesimpulan bahwa nikah merupakan perjuangan yang teramat berat.
Awalnya, bayang-bayang indah pernikahan lebih dominan dari perjuangannya. Walau baru setahun lulus sekolah menengah atas, Jaka sudah punya tekad bulat: “Saya harus nikah, insya Allah!” Dan, tekad itu benar-benar menggulir walau mesti melalui rel yang tidak mulus.
Mungkin, banyak pihak di sekitar Jaka yang geleng-geleng kepala. Ada apa dengan anak ini? Apa ia tergolong hiper seks. Atau, jangan-jangan sudah terjadi kecelakaan. Atau…? Masih banyak lagi dugaan yang tidak enak didengar oleh seorang Jaka yang juga aktivis rohis di sekolahnya.
Dan yang tidak kalah sengitnya adalah orang tua Jaka sendiri. Ayah ibunya bingung. Kok, anak saya jadi begini. Apa ini pengaruh dari ajaran rohis? Orang tua Jaka yakin seratus persen kalau Jaka tidak mungkin melakukan penyimpangan. Jangankan hubungan gelap, hubungan terang saja tak pernah diperlihatkan Jaka. Boro-boro dua-duaan, ketemu wanita saja Jaka sudah alergi: pandangannya tertunduk, wajahnya pucat, tubuhnya banjir keringat. Lalu?
“Saya bertekad nikah karena ingin segera dapat surga dunia dan akhirat,” jawab Jaka tenang. Kontan saja, kedua orang tua Jaka tertegun. Hampir tak ada celah buat menjegal tekad Jaka. Sejak SMP, Jaka memang sudah rajin dagang. Ia memang bukan tipe anak yang suka berlidung di balik kantong orang tua. Semua biaya sekolahnya hampir seratus persen mengucur dari kocek sederhananya. Termasuk, biaya buat walimahan.
Saat itu, tak ada bayang-bayang pun yang melintas di benak Jaka kecuali keindahan. Betapa sejuknya hati ketika menatap senyum isteri. Betapa semangatnya hidup ketika cinta tak pernah redup. Betapa tenangnya pandangan mata ketika syahwat tak lagi terpenjara. Dan, betapa mantapnya iman ketika nafsu tak lagi gampang dipermainkan setan.
Berlangsunglah masa-masa indah kehidupan Jaka. Hari berganti hari dan bulan pun menjumpai tahun. Ternyata, hidup tak selamanya penuh pesona wewangian taman bunga. Ada kalanya hidup penuh bara api dan asap tebal yang menyesakkan. Idealita sering tak cocok dengan realita. Dan nada-nada itulah yang kini bersenandung mengiringi keluarga Jaka.
Bisnis serabutannya tak lagi lancar seperti dulu. Ada saja masalahnya. Madu yang biasa dilakoni Jaka kurang diminati pelanggan. Pedagang koran pun mulai bertebaran. Kian banyak saingan di sektor ini. Sementara, biaya kuliahnya kian naik. Biaya kontrak rumah pun mulai melonjak. Isteri mulai ngidam. Tubuhnya lemas, perutnya mual-mual, kepalanya sering pusing-pusing. Tentu saja, sang isteri tak lagi sempurna menunaikan urusan rumah tangga dan kampus. Apalagi mencari penghasilan sampingan.
Mulailah irama ketidakstabilan mengiringi hidup Jaka. Konflik pun kian bermunculan. Seperti saat ini saja, Jaka bingung mau pinjam duit ke siapa lagi. Bulan lalu sudah pinjam ke teman kampus. Minggu lalu pinjam ke teman pengajian. Sementara, kebutuhan terus mengalir dan tak kenal penundaan. Ke orang tua?
Ini yang paling dijaga Jaka. Seberat apa pun beban hidup, Jaka tak mau berurusan dengan orang tua. Ia bukan ragu tentang kemurahan orang tuanya. Bukan juga takut. Tapi, Jaka tak mau kalau idealismenya luntur hanya karena soal makan. Terlebih setelah Jaka janji tak mau ngerepotin orang tua.
Kadang, suasana kejepit seperti itu menumbuhkan bayang-bayang masa lalu. “Kamu yakin nggak akan menyesal, Jaka?” pertanyaan-pertanyaan ibunya dua tahun lalu tak jarang menggoda ketegarannya. Kenapa nggak selesai kuliah dulu. Kenapa nggak cari kerja yang enak dulu.Kenapa nggak beli rumah dulu.
“Benarkah saya menempuh rute jalan yang salah?” sebuah pertanyaan menukik tajam ke lubuk hati Jaka. Ah, benarkah? Sikap tegar Jaka kian sengit bertarung dengan kegelisahannya. Kadang tegar menguasai keadaan. Dan tak jarang, gelisah menyetir suasana. Dalam pertarungan imbang itu, sikap kritis Jaka kerap menjadi penengah. Mestikah roda hidup selalu bergulir secara seri dan linier? Tidakkah mungkin ada lompatan-lompatan?
Ketegarannya mulai menguasai keadaan. Masih kuat dalam benak Jaka kisah teladan Rasul dan para sahabat. Sebuah fragmen hidup masa lalu yang tak kunjung kering dari air pelajaran. Siapa yang mengira kalau seorang penggembala yatim bisa menjadi pemimpin besar umat ini. Siapa yang menyangka kalau seorang budak, Bilal bin Rabbah, bisa tampil menjadi pemimpin yang disegani. Siapa yang menyana kalau seorang budak buangan, Zaid bin Haritsah, bisa melahirkan seorang panglima perang yang ditakuti.
Hidup memang perjuangan. Suka dan duka pasti akan menjambangi setiap manusia. Tak peduli apakah manusia itu menganggap hidup sebagai perjuangan atau tempat bersantai. Jaka tersadar dengan keadaannya. Kini, bukan saatnya lagi mempersoalkan halte hidup yang telah terlewati. Ada dua resep yang akan ditebus Jaka: hadapi hidup apa adanya, dan jangan coba-coba lari dari kenyataan perjuangan.
Kesusahan dan kemudahan tak ubahnya seperti dua muka kepingan uang logam. Satu sama lain tak akan berpisah jauh. Bersama kesusahan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesusahan ada kemudahan. Kesusahanlah yang menguatkan bahwa menikah itu perjuangan. Dan kemudahan, insya Allah, kian menguatkan warna-warni indahnya pernikahan.
(muhammadnuh@eramuslim.com)
Rabu, April 14, 2010
forgiven NOT forgotten
Mudah sekali sepertinya ketika aku mengatakan “aku memaafkanmu”. Tapi sungguh sangat sulit ketika aku harus mengatakan “aku sudah melupakannya”
Rasa sakit ketika aku harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang aku sayangi ternyata mendustai aku. Dan rasa sakit itu belum hilang juga sampai sekarang....
Rasa sakit itu membuat rasa percaya-ku berkurang padanya, membuat pertengkaran yang seolah tiada habisnya. Sebab setiap saat seolah aku selalu diingatkan pada hal yang telah menghancurkan hati ini.
Ya ALLAH, aku sungguh ingin menghentikan semua ini. Sungguh melelahkan untuk mencintainya… tapi lebih melelahkan lagi jika aku harus membencinya……
Ya ALLAH-ku yang Maha Baik, berikanlah aku hati yang luas dan penuh ikhlas untuk dapat memaafkan dan melupakan semua hal yang sudah menyiksa jiwa ini. Aku hanya ingin bisa melupakan………hanya ingin bisa melupakan……
....
08.27 14 Apr 10
Senin, April 12, 2010
CINTA
SetiaP oRaNG memPUNyai maKna ciNTa yaNG terSEndiRi . Ada yG biLaNG cinTa itU menYakiTkaN & jaNgaN kaU haMpirinYa . DaN ada juGa yG biLaNG cinTa iTU mengasYiKaN . sehingga kaU akaN terBaWa-baWa dGn ombaK asmaRa nYa . aDa juGa yG biLaNG cinTa itU inDaH & tiADa unkaPaN yG daPaT menYataKaN maKsuD cinTa yG sebeNaR-benaR nYa .
KesaKitaN ciNTa iNi akaN teRasa ngiLunYa aPabiLa sebUaH hubunGaN iTu haNcuR musNaH . aPa yG diJanjiKaN seLaMa iNi menjadi duSta beLaka . KetiKa baRU aJa cLasH . semUa nYa menJadi taK keNa . SemUa nYa di persaLaHkaN . iTU taK betuL . iNi taK betuL . TeraSa diri ini dihimpiT oLeH sebuaH kereTa aPi & tiaDa oRaNG yG maU menoLOnG .
Jadi sekiRanYa kamU iNgiN BercinTa denGaN se2oRaNg . ingaTLaH . "CinTa iNi taK seLama nYa inDaH & kAmU perLu beRSedia uNtuK mengahaDaPi seMuA kemungkiNaN yG berLakU . yG pasTi . dLM perCinTaaN aKaN aDa paSaNG suruT nYa huBunGaN . CUma kiTa tiDak taHu . biLa ia aKaN berLakU . mKN hari iNi . esoK . LuSa & EnTaH KaPaN"
CINTA
SetiaP oRaNG memPUNyai maKna ciNTa yaNG terSEndiRi . Ada yG biLaNG cinTa itU menYakiTkaN & jaNgaN kaU haMpirinYa . DaN ada juGa yG biLaNG cinTa iTU mengasYiKaN . sehingga kaU akaN terBaWa-baWa dGn ombaK asmaRa nYa . aDa juGa yG biLaNG cinTa itU inDaH & tiADa unkaPaN yG daPaT menYataKaN maKsuD cinTa yG sebeNaR-benaR nYa .
KesaKitaN ciNTa iNi akaN teRasa ngiLunYa aPabiLa sebUaH hubunGaN iTu haNcuR musNaH . aPa yG diJanjiKaN seLaMa iNi menjadi duSta beLaka . KetiKa baRU aJa cLasH . semUa nYa menJadi taK keNa . SemUa nYa di persaLaHkaN . iTU taK betuL . iNi taK betuL . TeraSa diri ini dihimpiT oLeH sebuaH kereTa aPi & tiaDa oRaNG yG maU menoLOnG .
Jadi sekiRanYa kamU iNgiN BercinTa denGaN se2oRaNg . ingaTLaH . "CinTa iNi taK seLama nYa inDaH & kAmU perLu beRSedia uNtuK mengahaDaPi seMuA kemungkiNaN yG berLakU . yG pasTi . dLM perCinTaaN aKaN aDa paSaNG suruT nYa huBunGaN . CUma kiTa tiDak taHu . biLa ia aKaN berLakU . mKN hari iNi . esoK . LuSa & EnTaH KaPaN"
Jumat, April 09, 2010
Kurikulum Pemanfataan TIK Dalam Pendidikan
Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, mulai dari metode penyampaian materi konvensional yang terkesan tidak efektif, letak geografis dan kondisi sosial yang berbeda di setiap daerah, kurangnya tenaga pendidik yang ahli pada suatu daerah akibat persebaran penduduk yang tidak merata. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, metode pembelajaran dengan memanfaatkan TIK serta dukungan dari infrastuktur yang memadai mungkin bisa menjadi salah satu solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
Pendidikan berbasis pemanfaatan TIK memang telah dilaksanakan oleh beberapa sekolah, khususnya sekolah di kota-kota besar yang mana dukungan fasilitas bukanlah menjadi kendala. Namun, pendidikan yang diajarkan hanya sebatas inisiatif dari masing-masing sekolah, sehingga pendidikan yang diajarkan akan berbeda antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Misalnya, sekolah yang satu mengajarkan pengetahuan komputer hanya sebatas pemanfaatan office application, sedangkan sekolah lain sudah memanfaatkan dan mengajarkan mengenai pemanfaatan multimedia dan forum diskusi dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk itulah, perlu dibuat standarisasi pemanfaatan TIK dalam pendidikan dalam bentuk kurikulum yang disisipkan pada kurikulum pendidikan konvensional yang sudah ada sekarang.
Kurikulum pemanfaatan TIK yang dibuat dapat langsung diterapkan pada peserta didik dengan tingkat pendidikan yang rendah terlebih dahulu seperti pada sekolah-sekolah dasar. Kemudian pemanfaatan TIK dapat ditingkatkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada jenjang sekolah dasar para siswa diberikan pengetahuan dasar mengenai penerapan TIK seperti bagaimana mengoperasikan fungsi-fungsi dasar komputer, pemanfaatan office application, serta pemanfaatan internet dengan batasan tertentu. Selain mengajarkan pengetahuan-pengetahuan dasar, penyajian materi yang menarik seperti dalam bentuk aplikasi audio video juga harus menjadi bahan pertimbangan agar dapat meningkatkan ketertarikan siswa pada materi yang diberikan.
Pada peserta didik dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sasaran proses belajar lebih ditekankan pada proses belajar efektif. Proses belajar seperti ini dapat dilakukan dengan mendorong siswa untuk dapat mempresentasikan kembali apa yang telah diajarkan dan telah mereka pelajari. Pada proses ini siswa dituntut untuk dapat mempresentasikan materi agar lebih menarik. Tentunya pengetahuan mengenai penyajian materi sangat diperlukan, seperti bagaimana memanfaatkan powerpoint dan bagaimana membuat penyajian materi dalam bentuk flash. Selain itu, proses belajar dengan diskusi mengenai materi yang dipelajari dengan arahan berbagai pertanyaan melalui forum diskusi juga dapat menjadi cara yang efektif dari proses pembelajaran. Peranan forum diskusi tidak hanya sebagai media untuk menyampaikan masalah yang dihadapi namun juga memacu peserta didik untuk belajar mandiri dengan mencari informasi seluas-luasnya melalui berbagai media seperti internet maupun dengan memanfaatkan video instructional. Menurut teori cognitivism dari Bruner, peserta didik akan lebih paham, atau pengetahuan yang mereka miliki akan bertahan lama apabila materi pengetahuan yang mereka peroleh berasal dari hasil usaha mandiri. Fungsi lain dari forum diskusi yaitu dapat dijadikan indikator sejauh mana peserta didik telah memahami materi yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari pendapat ataupun penjelasan yang mereka jabarkan di dalam forum.
Kurikulum pemanfaatan TIK tidak hanya ditujukan kepada para peserta didik namun juga harus menyertakan para pendidik karena pada dasarnya para peserta didik membutuhkan bimbingan dari para pendidik yang ahli. Diharapkan para pendidik pada setiap sekolah dapat menyampaikan dan memberikan pengetahuan tentang bidang yang mereka kuasai melalui pengetahuan TIK yang mereka milki. Contohnya, seorang guru fisika dapat menyampaikan materi mengenai sistem tata surya melalui multimedia seperti flash maupun dalam bentuk video untuk dapat memberikan gambaran yang lebih nyata kepada para siswanya. Lebih jauh, pendidik yang ahli dalam memanfaatkan TIK dapat saling berdiskusi maupun berbagi informasi dengan para pendidik lain ataupun dengan peserta didik lain tanpa terkendala jarak dan waktu. Contohnya, guru yang mempunyai keahlian lebih dapat menyampaikan materi yang dikuasainya kepada guru ataupun siswa lain yang letaknya jauh dari tempat dimana guru itu berada dengan memanfaatkan video conference.
Dilihat dari penjabaran fungsi dan manfaat dengan dibuatnya kurikulum pemanfatan TIK yang ditujukan kepada para peserta didik maupun pendidik seperti yang ada di atas, bukan tidak mungkin kualitas pendidikan dapat mengarah pada perbaikan yang cukup significant. Tentunya kita juga harus mempertimbangkan dan mencegah dampak negative yang mungkin timbul dari penerapan teknologi tersebut.
Rabu, April 07, 2010
Upah Guru Honorer DKI Sudah Sesuai UMP
Seluruh guru honorer di Jakarta yang berjumlah 7.000-an saat ini telah mendapatkan honor di atas UMP (upah minimum provinsi) sebagaimana telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 1.118.009. Dengan begitu mereka tak lagi risau dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun mereka berharap agar statusnya segera ditingkatkan menjadi PNS. Sayangnya, pada tahun 2010 ini belum ada informasi adanya lowongan bagi PNS di lingkungan Pemprov DKI.
Adalah Cecep Sulaiman (30), satu guru honorer SMAN 70 Jakarta Selatan, yang mengaku bersyukur karena mendapatkan honor di atas UMP. Ia mendapatkan honor dari komite sekolah setiap tanggal 15, kurang lebih sebesar Rp 1,6 juta. Sejauh ini ia merasa tercukupi kebutuhan hidupnya dengan menerima honor sebesar itu. Honor diambil melalui rekeningnya di Bank DKI.
“Honor mengajar per jam sebesar Rp 8.900. Kami juga mendapatkan uang transport setiap hari Rp 25 ribu dan tunjangan fungsional dari APBN sebesar Rp 220 ribu. Tentunya kami juga bekerja sesuai dengan tupoksinya,” ujar guru yang mengaku sudah empat tahun mengajar di SMAN 70 ini, Senin (15/3).
Sayangnya belakangan ini tersebar isu yang tak sedap bahwa lambat laun guru honorer segera dihabiskan atau disingkirkan. Bahkan jam mengajar guru honorer ini telah diambil oleh guru PNS, sehingga jatah jam mengajar guru honorer ini menjadi berkurang. Tentunya hal tersebut berimbas pada penghasilan yang diterima guru honorer tiap bulannya, yakni turut menjadi berkurang.
Indira, satu guru SMKN 14 Jakarta mengaku memang sempat mendengar rumor tersebut. Sebagai manusia tentu ia mengalami kekhawatiran. Namun ia tetap enjoy mengajar karena rumor ini dianggap tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Buktinya jatah jam mengajarnya masih utuh, tidak ada pengurangan.
“Daripada stress mikiran rumor yang belum jelas, mending saya enjoy saja pada pekerjaan. Saya yakin, Jakarta masih membutuhkan guru yang banyak dan sekarang ini guru honorer masih diperlukan,” katanya.
Sebagai tenaga honorer, ia diwajibkan datang ke sekolah tepat pada pukul 06.30 dan pulang 14.30 setiap harinya. Dalam sebulan ia mengaku mengajar kurang lebih 25 jam dengan honor sebesar Rp 20 ribu per jamnya. Ia juga mendapatkan uang insentif Rp 150 ribu per bulan dan tunjangan S1 Rp 300 ribu per bulan. Total honor yang ia terima adalah sebesar Rp 1,3 juta per bulan.
Hal senada ditandaskan Farida, guru SDN Pela Mampang 11 pagi, Mampang, Jakarta Selatan. Setiap hari ia mengajar dari pukul 06.30 – 13.00, kecuali hari Jumat yakni dari pukul 06.30 – 12.00. Ia mendapatkan honor sebagai guru kelas sebesar Rp 800 ribu per bulan. Jumlah itu belum termasuk tunjangan fungsional dari APBN sebesar 220 ribu per bulan dan tunjangan lainnya.
“Kami tetap semangat mengajar, walau statusnya sebagai guru honor dan upah yang diterimanya jauh lebih sedikit dibanding dengan guru yang berstatus PNS. Kami juga tidak masalah kalau ada sertifikasi guru honorer,” terangnya.
Kini seluruh guru honorer ini berharap agar segera diangkat menjadi PNS sehingga kesejahteraan yang mereka terima lebih baik lagi. Sayangnya, pada tahun 2010 ini belum ada informasi dari Pemprov DKI, untuk lowongan PNS, utamanya bagi guru.
Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ida Idayati, mengatakan, selama ini guru honorer diangkat karena adanya kebutuhan pihak sekolah. Makanya mereka digaji oleh pihak sekolah dengan menggunakan dana dari BOS (untuk guru SD dan SMP) serta dari komite (untuk guru tingkat SMA/SMK).
Karena yang memberikan honor adalah pihak sekolah maka ia meminta agar guru honorer ini bekerja sebaik mungkin dan profesional. Sehingga jika ada peluang atau lowongan PNS maka guru yang berdedikasi tinggi ini pastinya akan diprioritaskan.
Mengenai permintaan guru honorer agar diangkat menjadi PNS, Ida menyebutkan bahwa yang berhak mengangkat guru honorer menjadi PNS adalah unit BKD (badan kepegawaian daerah). Sedangkan kapasitas Dinas Pendidikan DKI, dalam hal ini hanya sebagai user atau pengguna.
“Selama ini guru honorer bekerja dengan baik dan menerima honor sesuai UMP DKI. Kami juga belum pernah mendapatkan pengaduan adanya guru honorer yang mendapatkan honor di bawah UMP,” terangnya.
Kepala Bidang Pendidikan SMP dan SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Amsani Idris, mengatakan, besar kecilnya honor guru honorer tentu berdasarkan jumlah jam mengajarnya. Semakin banyak jam mengajar maka semakin banyak pula honor yang diterimanya. Guru honor juga diperbolehkan untuk mengajar lebih dari sekolah, sehingga harapan untuk mendapatkan honor lebih besar sangat berpeluang.
“Sejauh ini kami melihat bahwa kehadiran guru honor masih sangat diperlukan. Sehingga tidak mungkin mereka disingkirkan dari sekolah. Mengenai jam mengajar, tentu disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, sehingga tidak semua sekolah dapat disamaratakan,” ungkapnya.
Mengenai, peluang guru honorer menjadi PNS, ia juga menyebutkan bahwa semua berpulang pada BKD DKI. Untuk tahun 2010 ini, ia mengaku belum mengetahui adanya pembukaan lowongan PNS, utamanya untuk guru. “Sebagai user tentu kami sifatnya hanya mengusulkan pada BKD. Jadi semua tergantung pada BKD, yang jelas kalo ada lowongan PNS, pasti akan kami usulkan para guru honorer ini,” sambungnya. (zun)
5 April 2010
Kategori: Berita . . Penulis: fthsnikarawang
Adalah Cecep Sulaiman (30), satu guru honorer SMAN 70 Jakarta Selatan, yang mengaku bersyukur karena mendapatkan honor di atas UMP. Ia mendapatkan honor dari komite sekolah setiap tanggal 15, kurang lebih sebesar Rp 1,6 juta. Sejauh ini ia merasa tercukupi kebutuhan hidupnya dengan menerima honor sebesar itu. Honor diambil melalui rekeningnya di Bank DKI.
“Honor mengajar per jam sebesar Rp 8.900. Kami juga mendapatkan uang transport setiap hari Rp 25 ribu dan tunjangan fungsional dari APBN sebesar Rp 220 ribu. Tentunya kami juga bekerja sesuai dengan tupoksinya,” ujar guru yang mengaku sudah empat tahun mengajar di SMAN 70 ini, Senin (15/3).
Sayangnya belakangan ini tersebar isu yang tak sedap bahwa lambat laun guru honorer segera dihabiskan atau disingkirkan. Bahkan jam mengajar guru honorer ini telah diambil oleh guru PNS, sehingga jatah jam mengajar guru honorer ini menjadi berkurang. Tentunya hal tersebut berimbas pada penghasilan yang diterima guru honorer tiap bulannya, yakni turut menjadi berkurang.
Indira, satu guru SMKN 14 Jakarta mengaku memang sempat mendengar rumor tersebut. Sebagai manusia tentu ia mengalami kekhawatiran. Namun ia tetap enjoy mengajar karena rumor ini dianggap tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Buktinya jatah jam mengajarnya masih utuh, tidak ada pengurangan.
“Daripada stress mikiran rumor yang belum jelas, mending saya enjoy saja pada pekerjaan. Saya yakin, Jakarta masih membutuhkan guru yang banyak dan sekarang ini guru honorer masih diperlukan,” katanya.
Sebagai tenaga honorer, ia diwajibkan datang ke sekolah tepat pada pukul 06.30 dan pulang 14.30 setiap harinya. Dalam sebulan ia mengaku mengajar kurang lebih 25 jam dengan honor sebesar Rp 20 ribu per jamnya. Ia juga mendapatkan uang insentif Rp 150 ribu per bulan dan tunjangan S1 Rp 300 ribu per bulan. Total honor yang ia terima adalah sebesar Rp 1,3 juta per bulan.
Hal senada ditandaskan Farida, guru SDN Pela Mampang 11 pagi, Mampang, Jakarta Selatan. Setiap hari ia mengajar dari pukul 06.30 – 13.00, kecuali hari Jumat yakni dari pukul 06.30 – 12.00. Ia mendapatkan honor sebagai guru kelas sebesar Rp 800 ribu per bulan. Jumlah itu belum termasuk tunjangan fungsional dari APBN sebesar 220 ribu per bulan dan tunjangan lainnya.
“Kami tetap semangat mengajar, walau statusnya sebagai guru honor dan upah yang diterimanya jauh lebih sedikit dibanding dengan guru yang berstatus PNS. Kami juga tidak masalah kalau ada sertifikasi guru honorer,” terangnya.
Kini seluruh guru honorer ini berharap agar segera diangkat menjadi PNS sehingga kesejahteraan yang mereka terima lebih baik lagi. Sayangnya, pada tahun 2010 ini belum ada informasi dari Pemprov DKI, untuk lowongan PNS, utamanya bagi guru.
Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ida Idayati, mengatakan, selama ini guru honorer diangkat karena adanya kebutuhan pihak sekolah. Makanya mereka digaji oleh pihak sekolah dengan menggunakan dana dari BOS (untuk guru SD dan SMP) serta dari komite (untuk guru tingkat SMA/SMK).
Karena yang memberikan honor adalah pihak sekolah maka ia meminta agar guru honorer ini bekerja sebaik mungkin dan profesional. Sehingga jika ada peluang atau lowongan PNS maka guru yang berdedikasi tinggi ini pastinya akan diprioritaskan.
Mengenai permintaan guru honorer agar diangkat menjadi PNS, Ida menyebutkan bahwa yang berhak mengangkat guru honorer menjadi PNS adalah unit BKD (badan kepegawaian daerah). Sedangkan kapasitas Dinas Pendidikan DKI, dalam hal ini hanya sebagai user atau pengguna.
“Selama ini guru honorer bekerja dengan baik dan menerima honor sesuai UMP DKI. Kami juga belum pernah mendapatkan pengaduan adanya guru honorer yang mendapatkan honor di bawah UMP,” terangnya.
Kepala Bidang Pendidikan SMP dan SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Amsani Idris, mengatakan, besar kecilnya honor guru honorer tentu berdasarkan jumlah jam mengajarnya. Semakin banyak jam mengajar maka semakin banyak pula honor yang diterimanya. Guru honor juga diperbolehkan untuk mengajar lebih dari sekolah, sehingga harapan untuk mendapatkan honor lebih besar sangat berpeluang.
“Sejauh ini kami melihat bahwa kehadiran guru honor masih sangat diperlukan. Sehingga tidak mungkin mereka disingkirkan dari sekolah. Mengenai jam mengajar, tentu disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, sehingga tidak semua sekolah dapat disamaratakan,” ungkapnya.
Mengenai, peluang guru honorer menjadi PNS, ia juga menyebutkan bahwa semua berpulang pada BKD DKI. Untuk tahun 2010 ini, ia mengaku belum mengetahui adanya pembukaan lowongan PNS, utamanya untuk guru. “Sebagai user tentu kami sifatnya hanya mengusulkan pada BKD. Jadi semua tergantung pada BKD, yang jelas kalo ada lowongan PNS, pasti akan kami usulkan para guru honorer ini,” sambungnya. (zun)
5 April 2010
Kategori: Berita . . Penulis: fthsnikarawang
Kamis, April 01, 2010
Akankah Amalku Di Terima ?
Beramal shalih memang penting krn merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yg tdk kalah penting adl mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yg kita lakukan justru membuat Allah murka krn tdk memenuhi syarat yg Allah dan Rasul-Nya tetapkan
Dalam mengarungi lautan hidup ini banyak duri dan kerikil yg harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yg berlaku pada hidup tiap orang. Di antara manusia ada yg berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yg tdk mampu menyingkirkan sehingga harus terkapar dlm kubang kegagalan di dunia dan akhirat.
Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. mk utk menyingkirkan membutuhkan waktu yg sangat panjang dan pengorbanan yg tdk sedikit. Kita takut kalau seandai kegagalan hidup itu berakhir dgn murka dan neraka Allah Subhanahuwata’ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi sementara kesempatan sudah tdk ada? Dan akankah ada yg merasa kasihan kepada kita padahal tiap orang bernasib sama?
Sebelum semua itu terjadi kini kesempatan bagi kita utk menjawab dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yg terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dlm Al Qur’an bahwa satu-satu jalan itu adl dgn beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman
“Demi masa. Sesungguh manusia berada dlm kerugian kecuali orang2 yg beriman dan beramal shaleh dan orang2 yg saling menasehati dlm kebaikan dan saling menasehati dlm kesabaran.”
Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dgn masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dgn amal shaleh. Dan dgn waktu pula seseorang bisa terjerumus dlm perkara-perkara yg di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yg disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dlm ayat ini merupakan tanda kebahagiaan kemenangan dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.
Keempat perkara inilah yg harus dimiliki dan diketahui oleh tiap orang ketika harus bertarung dgn kuat badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dlm kitab Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dlm Zadul Ma’ad keempat perkara tersebut merupakan kiat utk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawan ketika kita dipaksa terjerumus ke dlm kesesatan.
Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan
Mengucapkan “Saya beriman” memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan diri beriman mk seseorang memiliki konsekuensi yg harus dijalankan dan ujian yg harus diterima yaitu kesiapan utk melaksanakan segala apa yg diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan disukai atau tdk disukai
Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekang utk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yg ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yg akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dgn memperbudak diri di hadapan Allah dgn segala unsur pengagungan dan kecintaan
Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yg diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yg akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yg dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang2 yg melaksanakan syari’at Allah mencintai dan membela mereka merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan utk menerima segala ujian dan cobaan dlm mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri
Allah berfirman di dlm Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan utk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tdk diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang2 sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yg benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yg berdusta.”
Imam As Sa’dy dlm tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dlm ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa tiap orang yg mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada diri keimanan tdk dibiarkan berada dlm satu keadaan saja selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tdk ada yg akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandai perkara keimanan itu demikian niscaya tdk bisa dibedakan mana yg benar-benar beriman dan siapa yg berpura-pura serta tdk akan bisa dibedakan antara yg benar dan yg salah.”
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yg paling keras cobaan adl para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka”
Ringkas iman adl ucapan dan perbuatan. Yaitu mengucapkan dgn lisan serta beramal dgn hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yg harus diwujudkan dlm kehidupan yaitu amal
Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yg sangat positif dlm menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yg ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yg hakiki. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan hal yg demikian itu di dlm Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yg seluas langit dan bumi yg telah dijanjikan bagi orang2 yg bertakwa kepada Allah.”
Imam As Sa’dy mengatakan dlm tafsir halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan utk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dgn panjang yg telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada orang2 yg bertakwa merekalah yg pantas menjadi penduduk dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”
Jelas melalui ayat ini Allah Subhanahuwata’ala menyeru hamba-hamba-Nya utk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah serta bersegera pula berusaha utk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169
Allah berfirman
“Berlomba-lombalah kalian dlm kebajikan”
Dalam tafsir halaman 55 Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dlm kebajikan merupakan perintah tambahan dlm melaksanakan kebajikan krn berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dgn sesempurna mungkin dan melaksanakan dlm segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yg berlomba-lomba dlm kebaikan di dunia mk dia akan menjadi orang pertama yg masuk ke dlm surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yg paling tinggi kedudukannya.”
Dalam ayat ini Allah dgn jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya utk segera dan berlomba-lomba dlm amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh krn akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelap malam di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dlm keadaan beriman mk di sore hari menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman mk di pagi hari dia menjadi kafir dan dia melelang agama dgn harta benda dunia.”
Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran di antara kewajiban berpegang dgn agama Allah dan bersegera utk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yg akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yg lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dlm kehidupan begitu besar dan mulia mk Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita utk meminta segala apa yg kita butuhkan dgn amal shaleh. Allah berfirman di dlm Al Quran:
“Hai orang2 yg beriman mintalah tolong dgn penuh kesabaran dan shalat. Sesungguh Allah bersama orang2 yg bersabar.”
Lalu kalau kita telah beramal dgn penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?
Syarat Diterima Amal
Amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala memiliki persyaratan-persyaratan yg harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata’ala sendiri di dlm kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dlm haditsnya. Syarat amal itu adl sebagai berikut:
Pertama amal harus dilaksanakan dgn keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala
Allah Subhanahuwata’ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dgn mengikhlaskan bagi agama yg lurus”.
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguh amal-amal tergantung pada niat dan tiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dgn niatnya.”
Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterima amal adl ikhlas yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata’ala. Amal tanpa disertai dgn keikhlasan mk amal tersebut tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala
Kedua amal tersebut sesuai dgn sunnah Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yg melakukan satu amalan yg tdk ada perintah dari kami mk amalan tersebut tertolak.”
Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adl ikhlas dan sesuai dgn bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tdk ada mk amalan itu tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang2 yg mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar harus ada kesesuaian amal tersebut dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala dgn dalil yg penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri penzina pemabuk pemakan riba’ pemakan harta anak yatim perampok penjudi penipu pelaku bid’ah dan bahkan kesyirikan tdk bisa kita salahkan krn kita tdk mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dgn seseorang yg mencuri dgn niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dgn niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala adl benar? Apakah orang yg meminta kepada makam wali dgn niat memuliakan wali itu adl benar? Tentu jawaban adl tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dlm sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh krn itu sebelum melangkah utk beramal hendaklah berta pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? mk jawaban adl dgn kedua syarat di atas.
Masalah berikut juga bukan sekedar memperbanyak amal akan tetapi benar atau tdk amalan tersebut. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
“Dia Allah yg telah menciptakan mati dan hidup utk menguji kalian siapakah yg paling bagus amalannya.”
Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata’ala tdk mengatakan yg paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata’ala mengatakan yg paling baik amal dan tdk mengatakan yg paling banyak amal yaitu amal yg dilaksanakan dgn ikhlas dan sesuai dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam sebagaimana yg telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam.
Dalam mengarungi lautan hidup ini banyak duri dan kerikil yg harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yg berlaku pada hidup tiap orang. Di antara manusia ada yg berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yg tdk mampu menyingkirkan sehingga harus terkapar dlm kubang kegagalan di dunia dan akhirat.
Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. mk utk menyingkirkan membutuhkan waktu yg sangat panjang dan pengorbanan yg tdk sedikit. Kita takut kalau seandai kegagalan hidup itu berakhir dgn murka dan neraka Allah Subhanahuwata’ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi sementara kesempatan sudah tdk ada? Dan akankah ada yg merasa kasihan kepada kita padahal tiap orang bernasib sama?
Sebelum semua itu terjadi kini kesempatan bagi kita utk menjawab dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yg terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dlm Al Qur’an bahwa satu-satu jalan itu adl dgn beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman
“Demi masa. Sesungguh manusia berada dlm kerugian kecuali orang2 yg beriman dan beramal shaleh dan orang2 yg saling menasehati dlm kebaikan dan saling menasehati dlm kesabaran.”
Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dgn masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dgn amal shaleh. Dan dgn waktu pula seseorang bisa terjerumus dlm perkara-perkara yg di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yg disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dlm ayat ini merupakan tanda kebahagiaan kemenangan dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.
Keempat perkara inilah yg harus dimiliki dan diketahui oleh tiap orang ketika harus bertarung dgn kuat badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dlm kitab Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dlm Zadul Ma’ad keempat perkara tersebut merupakan kiat utk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawan ketika kita dipaksa terjerumus ke dlm kesesatan.
Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan
Mengucapkan “Saya beriman” memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan diri beriman mk seseorang memiliki konsekuensi yg harus dijalankan dan ujian yg harus diterima yaitu kesiapan utk melaksanakan segala apa yg diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan disukai atau tdk disukai
Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekang utk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yg ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yg akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dgn memperbudak diri di hadapan Allah dgn segala unsur pengagungan dan kecintaan
Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yg diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yg akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yg dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang2 yg melaksanakan syari’at Allah mencintai dan membela mereka merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan utk menerima segala ujian dan cobaan dlm mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri
Allah berfirman di dlm Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan utk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tdk diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang2 sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yg benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yg berdusta.”
Imam As Sa’dy dlm tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dlm ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa tiap orang yg mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada diri keimanan tdk dibiarkan berada dlm satu keadaan saja selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tdk ada yg akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandai perkara keimanan itu demikian niscaya tdk bisa dibedakan mana yg benar-benar beriman dan siapa yg berpura-pura serta tdk akan bisa dibedakan antara yg benar dan yg salah.”
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yg paling keras cobaan adl para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka”
Ringkas iman adl ucapan dan perbuatan. Yaitu mengucapkan dgn lisan serta beramal dgn hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yg harus diwujudkan dlm kehidupan yaitu amal
Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yg sangat positif dlm menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yg ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yg hakiki. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan hal yg demikian itu di dlm Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yg seluas langit dan bumi yg telah dijanjikan bagi orang2 yg bertakwa kepada Allah.”
Imam As Sa’dy mengatakan dlm tafsir halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan utk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dgn panjang yg telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada orang2 yg bertakwa merekalah yg pantas menjadi penduduk dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”
Jelas melalui ayat ini Allah Subhanahuwata’ala menyeru hamba-hamba-Nya utk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah serta bersegera pula berusaha utk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169
Allah berfirman
“Berlomba-lombalah kalian dlm kebajikan”
Dalam tafsir halaman 55 Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dlm kebajikan merupakan perintah tambahan dlm melaksanakan kebajikan krn berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dgn sesempurna mungkin dan melaksanakan dlm segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yg berlomba-lomba dlm kebaikan di dunia mk dia akan menjadi orang pertama yg masuk ke dlm surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yg paling tinggi kedudukannya.”
Dalam ayat ini Allah dgn jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya utk segera dan berlomba-lomba dlm amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh krn akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelap malam di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dlm keadaan beriman mk di sore hari menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman mk di pagi hari dia menjadi kafir dan dia melelang agama dgn harta benda dunia.”
Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran di antara kewajiban berpegang dgn agama Allah dan bersegera utk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yg akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yg lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dlm kehidupan begitu besar dan mulia mk Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita utk meminta segala apa yg kita butuhkan dgn amal shaleh. Allah berfirman di dlm Al Quran:
“Hai orang2 yg beriman mintalah tolong dgn penuh kesabaran dan shalat. Sesungguh Allah bersama orang2 yg bersabar.”
Lalu kalau kita telah beramal dgn penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?
Syarat Diterima Amal
Amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala memiliki persyaratan-persyaratan yg harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata’ala sendiri di dlm kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dlm haditsnya. Syarat amal itu adl sebagai berikut:
Pertama amal harus dilaksanakan dgn keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala
Allah Subhanahuwata’ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dgn mengikhlaskan bagi agama yg lurus”.
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguh amal-amal tergantung pada niat dan tiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dgn niatnya.”
Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterima amal adl ikhlas yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata’ala. Amal tanpa disertai dgn keikhlasan mk amal tersebut tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala
Kedua amal tersebut sesuai dgn sunnah Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yg melakukan satu amalan yg tdk ada perintah dari kami mk amalan tersebut tertolak.”
Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adl ikhlas dan sesuai dgn bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tdk ada mk amalan itu tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang2 yg mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar harus ada kesesuaian amal tersebut dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala dgn dalil yg penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri penzina pemabuk pemakan riba’ pemakan harta anak yatim perampok penjudi penipu pelaku bid’ah dan bahkan kesyirikan tdk bisa kita salahkan krn kita tdk mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dgn seseorang yg mencuri dgn niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dgn niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala adl benar? Apakah orang yg meminta kepada makam wali dgn niat memuliakan wali itu adl benar? Tentu jawaban adl tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dlm sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh krn itu sebelum melangkah utk beramal hendaklah berta pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? mk jawaban adl dgn kedua syarat di atas.
Masalah berikut juga bukan sekedar memperbanyak amal akan tetapi benar atau tdk amalan tersebut. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
“Dia Allah yg telah menciptakan mati dan hidup utk menguji kalian siapakah yg paling bagus amalannya.”
Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata’ala tdk mengatakan yg paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata’ala mengatakan yg paling baik amal dan tdk mengatakan yg paling banyak amal yaitu amal yg dilaksanakan dgn ikhlas dan sesuai dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam sebagaimana yg telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam.
Tawadhu’
Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yg sangat terpuji di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sudahka h kita memilikinya?
Merendahkan diri adl sifat yg sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.
Tawadhu’ adl ketundukan kepada kebenaran dan menerima dari siapapun datang baik ketika suka atau dlm keadaan marah. Arti janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.
Lawan dari sifat tawadhu’ adl takabbur sifat yg sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dgn sabdanya:
“Kesombongan adl menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.”
Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dlm rangka menolak atau mengingkari berarti anda belum tawadhu’ dan anda memiliki benih sifat sombong.
Tahukah anda apa yg diperbuat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Iblis yg terkutuk? Dan apa yg diperbuat Allah kepada Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dgn semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah subhanahu wa ta’ala krn tdk memiliki sikap tawadhu’ dan sebalik justru menyombongkan dirinya.
Tawadhu’ di Hadapan Kebenaran
Menerima dan tunduk di hadapan kebenaran sebagai perwujudan tawadhu’ adl sifat terpuji yg akan mengangkat derajat seseorang bahkan mengangkat derajat suatu kaum dan akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Negeri akhirat itu Kami jadikan utk orang2 yg tdk menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yg baik bagi orang2 yg bertakwa.”
Fudhail bin Iyadh t dita tentang tawadhu’ beliau menjawab: “Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepada serta menerima dari siapapun yg mengucapkannya.” . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan berkurang harta yg dishadaqahkan dan Allah tdk akan menambah bagi seorang hamba yg pemaaf melainkan kemuliaan dan tidaklah seseorang merendahkan diri krn Allah melainkan akan Allah angkat derajatnya.”
Ibnul Qayyim t dlm kitab Madarijus Salikin berkata: “Barangsiapa yg angkuh utk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yg dimarahi atau yg dimusuhi mk kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada Allah krn Allah adl Al-Haq ucapan haq agama haq. Al-Haq datang dari Allah dan kepada-Nya akan kembali. Barangsiapa menyombongkan diri utk menerima kebenaran berarti dia menolak segala yg datang dari Allah dan menyombongkan diri di hadapan-Nya.”
Perintah utk Tawadhu’
Dalam pembahasan masalah akhlak kita selalu terkait dan bersandar kepada firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasul teladan yg baik.”
Dalam hal ini banyak ayat yg memerintahkan kepada beliau utk tawadhu’ tentu juga perintah tersebut utk umat dlm rangka meneladani beliau. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang2 yg mengikutimu yaitu orang2 yg beriman.” .
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguh Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tdk menyombongkan diri atas yg lain dan tdk berbuat zhalim atas yg lain.” .
Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kepada kita bahwa tawadhu’ itu sebagai sebab tersebar persatuan dan persamaan derajat keadilan dan kebaikan di tengah-tengah manusia sebagaimana sifat sombong akan melahirkan keangkuhan yg mengakibatkan memperlakukan orang lain dgn kesombongan.
Macam-macam Tawadhu’
Telah dibahas oleh para ulama sifat tawadhu’ ini dlm karya-karya mereka baik dlm bentuk penggabungan dgn pembahasan yg lain atau menyendirikan pembahasannya. Di antara mereka ada yg membagi tawadhu’ menjadi dua:
1. Tawadhu’ yg terpuji yaitu ke-tawadhu’-an seseorang kepada Allah dan tdk mengangkat diri di hadapan hamba-hamba Allah.
2. Tawadhu’ yg dibenci yaitu tawadhu’- seseorang kepada pemilik dunia krn menginginkan dunia yg ada di sisinya. .
Wallahu a’lam.
Merendahkan diri adl sifat yg sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.
Tawadhu’ adl ketundukan kepada kebenaran dan menerima dari siapapun datang baik ketika suka atau dlm keadaan marah. Arti janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.
Lawan dari sifat tawadhu’ adl takabbur sifat yg sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dgn sabdanya:
“Kesombongan adl menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.”
Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dlm rangka menolak atau mengingkari berarti anda belum tawadhu’ dan anda memiliki benih sifat sombong.
Tahukah anda apa yg diperbuat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Iblis yg terkutuk? Dan apa yg diperbuat Allah kepada Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dgn semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah subhanahu wa ta’ala krn tdk memiliki sikap tawadhu’ dan sebalik justru menyombongkan dirinya.
Tawadhu’ di Hadapan Kebenaran
Menerima dan tunduk di hadapan kebenaran sebagai perwujudan tawadhu’ adl sifat terpuji yg akan mengangkat derajat seseorang bahkan mengangkat derajat suatu kaum dan akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Negeri akhirat itu Kami jadikan utk orang2 yg tdk menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yg baik bagi orang2 yg bertakwa.”
Fudhail bin Iyadh t dita tentang tawadhu’ beliau menjawab: “Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepada serta menerima dari siapapun yg mengucapkannya.” . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak akan berkurang harta yg dishadaqahkan dan Allah tdk akan menambah bagi seorang hamba yg pemaaf melainkan kemuliaan dan tidaklah seseorang merendahkan diri krn Allah melainkan akan Allah angkat derajatnya.”
Ibnul Qayyim t dlm kitab Madarijus Salikin berkata: “Barangsiapa yg angkuh utk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yg dimarahi atau yg dimusuhi mk kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada Allah krn Allah adl Al-Haq ucapan haq agama haq. Al-Haq datang dari Allah dan kepada-Nya akan kembali. Barangsiapa menyombongkan diri utk menerima kebenaran berarti dia menolak segala yg datang dari Allah dan menyombongkan diri di hadapan-Nya.”
Perintah utk Tawadhu’
Dalam pembahasan masalah akhlak kita selalu terkait dan bersandar kepada firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasul teladan yg baik.”
Dalam hal ini banyak ayat yg memerintahkan kepada beliau utk tawadhu’ tentu juga perintah tersebut utk umat dlm rangka meneladani beliau. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang2 yg mengikutimu yaitu orang2 yg beriman.” .
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguh Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tdk menyombongkan diri atas yg lain dan tdk berbuat zhalim atas yg lain.” .
Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kepada kita bahwa tawadhu’ itu sebagai sebab tersebar persatuan dan persamaan derajat keadilan dan kebaikan di tengah-tengah manusia sebagaimana sifat sombong akan melahirkan keangkuhan yg mengakibatkan memperlakukan orang lain dgn kesombongan.
Macam-macam Tawadhu’
Telah dibahas oleh para ulama sifat tawadhu’ ini dlm karya-karya mereka baik dlm bentuk penggabungan dgn pembahasan yg lain atau menyendirikan pembahasannya. Di antara mereka ada yg membagi tawadhu’ menjadi dua:
1. Tawadhu’ yg terpuji yaitu ke-tawadhu’-an seseorang kepada Allah dan tdk mengangkat diri di hadapan hamba-hamba Allah.
2. Tawadhu’ yg dibenci yaitu tawadhu’- seseorang kepada pemilik dunia krn menginginkan dunia yg ada di sisinya. .
Wallahu a’lam.
Akankah Amalku Di Terima ?
Beramal shalih memang penting krn merupakan konsekuensi dari keimanan seseorang. Namun yg tdk kalah penting adl mengetahui persyaratan agar amal tersebut diterima di sisi Allah. Jangan sampai ibadah yg kita lakukan justru membuat Allah murka krn tdk memenuhi syarat yg Allah dan Rasul-Nya tetapkan
Dalam mengarungi lautan hidup ini banyak duri dan kerikil yg harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yg berlaku pada hidup tiap orang. Di antara manusia ada yg berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yg tdk mampu menyingkirkan sehingga harus terkapar dlm kubang kegagalan di dunia dan akhirat.
Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. mk utk menyingkirkan membutuhkan waktu yg sangat panjang dan pengorbanan yg tdk sedikit. Kita takut kalau seandai kegagalan hidup itu berakhir dgn murka dan neraka Allah Subhanahuwata’ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi sementara kesempatan sudah tdk ada? Dan akankah ada yg merasa kasihan kepada kita padahal tiap orang bernasib sama?
Sebelum semua itu terjadi kini kesempatan bagi kita utk menjawab dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yg terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dlm Al Qur’an bahwa satu-satu jalan itu adl dgn beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman
“Demi masa. Sesungguh manusia berada dlm kerugian kecuali orang2 yg beriman dan beramal shaleh dan orang2 yg saling menasehati dlm kebaikan dan saling menasehati dlm kesabaran.”
Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dgn masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dgn amal shaleh. Dan dgn waktu pula seseorang bisa terjerumus dlm perkara-perkara yg di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yg disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dlm ayat ini merupakan tanda kebahagiaan kemenangan dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.
Keempat perkara inilah yg harus dimiliki dan diketahui oleh tiap orang ketika harus bertarung dgn kuat badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dlm kitab Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dlm Zadul Ma’ad keempat perkara tersebut merupakan kiat utk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawan ketika kita dipaksa terjerumus ke dlm kesesatan.
Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan
Mengucapkan “Saya beriman” memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan diri beriman mk seseorang memiliki konsekuensi yg harus dijalankan dan ujian yg harus diterima yaitu kesiapan utk melaksanakan segala apa yg diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan disukai atau tdk disukai
Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekang utk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yg ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yg akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dgn memperbudak diri di hadapan Allah dgn segala unsur pengagungan dan kecintaan
Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yg diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yg akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yg dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang2 yg melaksanakan syari’at Allah mencintai dan membela mereka merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan utk menerima segala ujian dan cobaan dlm mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri
Allah berfirman di dlm Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan utk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tdk diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang2 sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yg benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yg berdusta.”
Imam As Sa’dy dlm tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dlm ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa tiap orang yg mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada diri keimanan tdk dibiarkan berada dlm satu keadaan saja selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tdk ada yg akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandai perkara keimanan itu demikian niscaya tdk bisa dibedakan mana yg benar-benar beriman dan siapa yg berpura-pura serta tdk akan bisa dibedakan antara yg benar dan yg salah.”
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yg paling keras cobaan adl para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka”
Ringkas iman adl ucapan dan perbuatan. Yaitu mengucapkan dgn lisan serta beramal dgn hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yg harus diwujudkan dlm kehidupan yaitu amal
Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yg sangat positif dlm menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yg ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yg hakiki. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan hal yg demikian itu di dlm Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yg seluas langit dan bumi yg telah dijanjikan bagi orang2 yg bertakwa kepada Allah.”
Imam As Sa’dy mengatakan dlm tafsir halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan utk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dgn panjang yg telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada orang2 yg bertakwa merekalah yg pantas menjadi penduduk dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”
Jelas melalui ayat ini Allah Subhanahuwata’ala menyeru hamba-hamba-Nya utk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah serta bersegera pula berusaha utk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169
Allah berfirman
“Berlomba-lombalah kalian dlm kebajikan”
Dalam tafsir halaman 55 Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dlm kebajikan merupakan perintah tambahan dlm melaksanakan kebajikan krn berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dgn sesempurna mungkin dan melaksanakan dlm segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yg berlomba-lomba dlm kebaikan di dunia mk dia akan menjadi orang pertama yg masuk ke dlm surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yg paling tinggi kedudukannya.”
Dalam ayat ini Allah dgn jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya utk segera dan berlomba-lomba dlm amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh krn akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelap malam di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dlm keadaan beriman mk di sore hari menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman mk di pagi hari dia menjadi kafir dan dia melelang agama dgn harta benda dunia.”
Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran di antara kewajiban berpegang dgn agama Allah dan bersegera utk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yg akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yg lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dlm kehidupan begitu besar dan mulia mk Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita utk meminta segala apa yg kita butuhkan dgn amal shaleh. Allah berfirman di dlm Al Quran:
“Hai orang2 yg beriman mintalah tolong dgn penuh kesabaran dan shalat. Sesungguh Allah bersama orang2 yg bersabar.”
Lalu kalau kita telah beramal dgn penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?
Syarat Diterima Amal
Amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala memiliki persyaratan-persyaratan yg harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata’ala sendiri di dlm kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dlm haditsnya. Syarat amal itu adl sebagai berikut:
Pertama amal harus dilaksanakan dgn keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala
Allah Subhanahuwata’ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dgn mengikhlaskan bagi agama yg lurus”.
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguh amal-amal tergantung pada niat dan tiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dgn niatnya.”
Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterima amal adl ikhlas yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata’ala. Amal tanpa disertai dgn keikhlasan mk amal tersebut tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala
Kedua amal tersebut sesuai dgn sunnah Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yg melakukan satu amalan yg tdk ada perintah dari kami mk amalan tersebut tertolak.”
Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adl ikhlas dan sesuai dgn bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tdk ada mk amalan itu tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang2 yg mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar harus ada kesesuaian amal tersebut dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala dgn dalil yg penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri penzina pemabuk pemakan riba’ pemakan harta anak yatim perampok penjudi penipu pelaku bid’ah dan bahkan kesyirikan tdk bisa kita salahkan krn kita tdk mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dgn seseorang yg mencuri dgn niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dgn niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala adl benar? Apakah orang yg meminta kepada makam wali dgn niat memuliakan wali itu adl benar? Tentu jawaban adl tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dlm sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh krn itu sebelum melangkah utk beramal hendaklah berta pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? mk jawaban adl dgn kedua syarat di atas.
Masalah berikut juga bukan sekedar memperbanyak amal akan tetapi benar atau tdk amalan tersebut. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
“Dia Allah yg telah menciptakan mati dan hidup utk menguji kalian siapakah yg paling bagus amalannya.”
Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata’ala tdk mengatakan yg paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata’ala mengatakan yg paling baik amal dan tdk mengatakan yg paling banyak amal yaitu amal yg dilaksanakan dgn ikhlas dan sesuai dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam sebagaimana yg telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam.
Dalam mengarungi lautan hidup ini banyak duri dan kerikil yg harus kita singkirkan satu demi satu. Demikianlah sunnatullah yg berlaku pada hidup tiap orang. Di antara manusia ada yg berhasil menyingkirkan duri dan kerikil itu sehingga selamat di dunia dan di akhirat. Namun banyak yg tdk mampu menyingkirkan sehingga harus terkapar dlm kubang kegagalan di dunia dan akhirat.
Kerikil dan duri-duri hidup memang telalu banyak. mk utk menyingkirkan membutuhkan waktu yg sangat panjang dan pengorbanan yg tdk sedikit. Kita takut kalau seandai kegagalan hidup itu berakhir dgn murka dan neraka Allah Subhanahuwata’ala. Akankah kita bisa menyelamatkan diri lagi sementara kesempatan sudah tdk ada? Dan akankah ada yg merasa kasihan kepada kita padahal tiap orang bernasib sama?
Sebelum semua itu terjadi kini kesempatan bagi kita utk menjawab dan berusaha menyingkirkan duri dan kerikil hidup tersebut. Tidak ada cara yg terbaik kecuali harus kembali kepada agama kita dan menempuh bimbingan Allah Subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan di dlm Al Qur’an bahwa satu-satu jalan itu adl dgn beriman dan beramal kebajikan. Allah berfirman
“Demi masa. Sesungguh manusia berada dlm kerugian kecuali orang2 yg beriman dan beramal shaleh dan orang2 yg saling menasehati dlm kebaikan dan saling menasehati dlm kesabaran.”
Sumpah Allah Subhanahuwata’ala dgn masa menunjukkan bahwa waktu bagi manusia sangat berharga. Dengan waktu seseorang bisa memupuk iman dan memperkaya diri dgn amal shaleh. Dan dgn waktu pula seseorang bisa terjerumus dlm perkara-perkara yg di murkai Allah Subhanahuwata’ala. Empat perkara yg disebutkan oleh Allah Subhanahuwata’ala di dlm ayat ini merupakan tanda kebahagiaan kemenangan dan keberhasilan seseorang di dunia dan di akhirat.
Keempat perkara inilah yg harus dimiliki dan diketahui oleh tiap orang ketika harus bertarung dgn kuat badai kehidupan. Sebagaimana disebutkan Syaikh Muhammad Abdul Wahab dlm kitab Al Ushulu Ats Tsalasah dan Ibnu Qoyyim dlm Zadul Ma’ad keempat perkara tersebut merupakan kiat utk menyelamatkan diri dari hawa nafsu dan melawan ketika kita dipaksa terjerumus ke dlm kesesatan.
Iman Adalah Ucapan dan Perbuatan
Mengucapkan “Saya beriman” memang sangat mudah dan ringan di mulut. Akan tetapi bukan hanya sekedar itu kemudian orang telah sempurna imannya. Ketika memproklamirkan diri beriman mk seseorang memiliki konsekuensi yg harus dijalankan dan ujian yg harus diterima yaitu kesiapan utk melaksanakan segala apa yg diperintahkan Allah dan Rasul-Nya baik berat atau ringan disukai atau tdk disukai
Konsekuensi iman ini pun banyak macamnya. Kesiapan menundukkan hawa nafsu dan mengekang utk selalu berada di atas ridha Allah termasuk konsekuensi iman. Mengutamakan apa yg ada di sisi Allah dan menyingkirkan segala sesuatu yg akan menghalangi kita dari jalan Allah juga konsekuensi iman. Demikian juga dgn memperbudak diri di hadapan Allah dgn segala unsur pengagungan dan kecintaan
Mengamalkan seluruh syariat Allah juga merupakan konsekuensi iman. Menerima apa yg diberitakan oleh Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam tentang perkara-perkara gaib dan apa yg akan terjadi di umat beliau merupakan konsekuensi iman. Meninggalkan segala apa yg dilarang Allah dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam juga merupakan konsekuensi iman. Memuliakan orang2 yg melaksanakan syari’at Allah mencintai dan membela mereka merupakan konsekuensi iman. Dan kesiapan utk menerima segala ujian dan cobaan dlm mewujudkan keimanan tersebut merupakan konsekuensi dari iman itu sendiri
Allah berfirman di dlm Al Qur’an:
“Alif lam mim. Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan utk mengatakan kami telah beriman lalu mereka tdk diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang2 sebelum mereka agar Kami benar-benar mengetahui siapakah di antara mereka yg benar-benar beriman dan agar Kami mengetahui siapakah di antara mereka yg berdusta.”
Imam As Sa’dy dlm tafsir ayat ini mengatakan: ”Allah telah memberitakan di dlm ayat ini tentang kesempurnaan hikmah-Nya. Termasuk dari hikmah-Nya bahwa tiap orang yg mengatakan “aku beriman” dan mengaku pada diri keimanan tdk dibiarkan berada dlm satu keadaan saja selamat dari segala bentuk fitnah dan ujian dan tdk ada yg akan mengganggu keimanannya. Karena kalau seandai perkara keimanan itu demikian niscaya tdk bisa dibedakan mana yg benar-benar beriman dan siapa yg berpura-pura serta tdk akan bisa dibedakan antara yg benar dan yg salah.”
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Orang yg paling keras cobaan adl para nabi kemudian setelah mereka kemudian setelah mereka”
Ringkas iman adl ucapan dan perbuatan. Yaitu mengucapkan dgn lisan serta beramal dgn hati dan anggota badan. Dan memiliki konsekuensi yg harus diwujudkan dlm kehidupan yaitu amal
Amal
Amal merupakan konsekuensi iman dan memiliki nilai yg sangat positif dlm menghadapi tantangan hidup dan segala fitnah yg ada di dalamnya. Terlebih jika seseorang menginginkan kebahagiaan hidup yg hakiki. Allah Subhanahuwata’ala telah menjelaskan hal yg demikian itu di dlm Al Qur’an:
“Bersegeralah kalian menuju pengampunan Rabb kalian dan kepada surga yg seluas langit dan bumi yg telah dijanjikan bagi orang2 yg bertakwa kepada Allah.”
Imam As Sa’dy mengatakan dlm tafsir halaman 115: “Kemudian Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan utk bersegera menuju ampunan-Nya dan menuju surga seluas langit dan bumi. Lalu bagaimana dgn panjang yg telah dijanjikan oleh Allah Subhanahuwata’ala kepada orang2 yg bertakwa merekalah yg pantas menjadi penduduk dan amalan ketakwaan itu akan menyampaikan kepada surga.”
Jelas melalui ayat ini Allah Subhanahuwata’ala menyeru hamba-hamba-Nya utk bersegera menuju amal kebajikan dan mendapatkan kedekatan di sisi Allah serta bersegera pula berusaha utk mendapatkan surga-Nya. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/169
Allah berfirman
“Berlomba-lombalah kalian dlm kebajikan”
Dalam tafsir halaman 55 Imam As Sa’dy mengatakan: “Perintah berlomba-lomba dlm kebajikan merupakan perintah tambahan dlm melaksanakan kebajikan krn berlomba-lomba mencakup mengerjakan perintah tersebut dgn sesempurna mungkin dan melaksanakan dlm segala keadaan dan bersegera kepadanya. Barang siapa yg berlomba-lomba dlm kebaikan di dunia mk dia akan menjadi orang pertama yg masuk ke dlm surga kelak pada hari kiamat dan merekalah orang yg paling tinggi kedudukannya.”
Dalam ayat ini Allah dgn jelas memerintahkan hamba-hamba-Nya utk segera dan berlomba-lomba dlm amal shalih. Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Bersegeralah kalian menuju amal shaleh krn akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelap malam di mana seorang mukmin bila berada di waktu pagi dlm keadaan beriman mk di sore hari menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman mk di pagi hari dia menjadi kafir dan dia melelang agama dgn harta benda dunia.”
Dalam hadits ini terdapat banyak pelajaran di antara kewajiban berpegang dgn agama Allah dan bersegera utk beramal shaleh sebelum datang hal-hal yg akan menghalangi darinya. Fitnah di akhir jaman akan datang silih berganti dan ketika berakhir dari satu fitnah muncul lagi fitnah yg lain. Lihat Bahjatun Nadzirin 1/170
Karena kedudukan amal dlm kehidupan begitu besar dan mulia mk Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita utk meminta segala apa yg kita butuhkan dgn amal shaleh. Allah berfirman di dlm Al Quran:
“Hai orang2 yg beriman mintalah tolong dgn penuh kesabaran dan shalat. Sesungguh Allah bersama orang2 yg bersabar.”
Lalu kalau kita telah beramal dgn penuh keuletan dan kesabaran apakah amal kita pasti diterima?
Syarat Diterima Amal
Amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala memiliki persyaratan-persyaratan yg harus dipenuhi. Hal ini telah disebutkan Allah Subhanahuwata’ala sendiri di dlm kitab-Nya dan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam di dlm haditsnya. Syarat amal itu adl sebagai berikut:
Pertama amal harus dilaksanakan dgn keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah Subhanahuwata’ala
Allah Subhanahuwata’ala berfirman;
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar menyembah Allah dgn mengikhlaskan bagi agama yg lurus”.
Rasulullah Sholallohualaihiwasallam bersabda:
“Sesungguh amal-amal tergantung pada niat dan tiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dgn niatnya.”
Kedua dalil ini sangat jelas menunjukkan bahwa dasar dan syarat pertama diterima amal adl ikhlas yaitu semata-mata mencari wajah Allah Subhanahuwata’ala. Amal tanpa disertai dgn keikhlasan mk amal tersebut tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala
Kedua amal tersebut sesuai dgn sunnah Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Beliau bersabda:
“Dan barang siapa yg melakukan satu amalan yg tdk ada perintah dari kami mk amalan tersebut tertolak.”
Dari dalil-dalil di atas para ulama sepakat bahwa syarat amal yg akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala adl ikhlas dan sesuai dgn bimbingan Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tdk ada mk amalan itu tdk akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang2 yg mengatakan “ Yang penting kan niatnya.” Yang benar harus ada kesesuaian amal tersebut dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam. Jika istilah “yang penting niat” itu benar niscaya kita akan membenarkan segala perbuatan maksiat kepada Allah Subhanahuwata’ala dgn dalil yg penting niatnya. Kita akan mengatakan para pencuri penzina pemabuk pemakan riba’ pemakan harta anak yatim perampok penjudi penipu pelaku bid’ah dan bahkan kesyirikan tdk bisa kita salahkan krn kita tdk mengetahui bagaimana niatnya. Demikian juga dgn seseorang yg mencuri dgn niat memberikan nafkah kepada anak dan isterinya.
Apakah seseorang melakukan bid’ah dgn niat beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala adl benar? Apakah orang yg meminta kepada makam wali dgn niat memuliakan wali itu adl benar? Tentu jawaban adl tidak.
Dari pembahasan di atas sangat jelas kedudukan dua syarat tersebut dlm sebuah amalan dan sebagai penentu diterimanya. Oleh krn itu sebelum melangkah utk beramal hendaklah berta pada diri kita: Untuk siapa saya beramal? Dan bagaimana caranya? mk jawaban adl dgn kedua syarat di atas.
Masalah berikut juga bukan sekedar memperbanyak amal akan tetapi benar atau tdk amalan tersebut. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
“Dia Allah yg telah menciptakan mati dan hidup utk menguji kalian siapakah yg paling bagus amalannya.”
Muhammad bin ‘Ajlan berkata: “Allah Subhanahuwata’ala tdk mengatakan yg paling banyak amalnya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/396
Allah Subhanahuwata’ala mengatakan yg paling baik amal dan tdk mengatakan yg paling banyak amal yaitu amal yg dilaksanakan dgn ikhlas dan sesuai dgn ajaran Rasulullah Sholallohualaihiwasallam sebagaimana yg telah diucapkan oleh Imam Hasan Bashri.
Kedua syarat di atas merupakan makna dari kalimat Laa ilaaha illallah – Muhammadarrasulullah.
Wallahu a’lam.
‘Iffah Sebuah Kehormatan Diri
Persaingan hidup yg semakin tinggi dan keras banyak memunculkan perilaku umat yg melanggar batasan syariat. Bila perbuatan suka meminta-minta sudah bisa menyebabkan kemuliaan seseorang jatuh mk yg lbh berat dari sekedar meminta-minta –seperti korupsi mencuri merampok dsb.– lbh menghinakan pelakunya. Namun toh perbuatan tersebut semakin banyak dilakukan. Termasuk marak perilaku kaum wanita hanya demi menginginkan enak hidup mereka rela melakukan perbuatan yg menghilangkan kemuliaan mereka. Padahal agama ini telah menuntunkan agar mereka senantiasa menjaga kemuliaan diri mereka.
‘Iffah sebuah kata yg pernah atau biasa kita dengar. Si Fulan ‘afif atau si Fulanah ‘afifah merupakan sebutan bagi lelaki dan wanita yg memiliki ‘iffah. Lalu apa sebenar yg dimaksud dgn ‘iffah itu?
Secara bahasa ‘iffah adl menahan. Adapun secara istilah; menahan diri sepenuh dari perkara-perkara yg Allah haramkan. Dengan demikian seorang yg ‘afif adl orang yg bersabar dari perkara-perkara yg diharamkan walaupun jiwa cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لاَ يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Dan orang2 yg belum mampu utk menikah hendaklah menjaga kesucian diri sampai Allah menjadikan mereka mampu dgn karunia-Nya.”
Termasuk dlm makna ‘iffah adl menahan diri dari meminta-minta kepada manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ
“Orang yg tdk tahu menyangka mereka itu adl orang2 yg berkecukupan krn mereka ta’affuf .”
Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa orang2 dari kalangan Anshar pernah meminta-minta kepada Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada seorang pun dari mereka yg minta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan beliau berikan hingga habislah apa yg ada pada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda kepada mereka ketika itu:
مَا يَكُوْنُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لا أدَّخِرُهُ عَنْكُمْ، وَإِنَّه مَنْ يَسْتَعِفّ يُعِفّه اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرُ يُصَبِّرَهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Apa yg ada padaku dari kebaikan tdk ada yg aku simpan dari kalian. Sesungguh siapa yg menahan diri dari meminta-minta mk Allah akan memelihara dan menjaga dan siapa yg menyabarkan diri dari meminta-minta mk Allah akan menjadikan sabar. Dan siapa yg merasa cukup dgn Allah dari meminta kepada selain-Nya mk Allah akan memberikan kecukupan padanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yg lbh baik dan lbh luas daripada kesabaran.” 1
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ini ada anjuran utk ta’affuf qana’ah dan bersabar atas kesempitan hidup dan selain dari kesulitan di dunia.”
Menjadi wanita yg ‘afifah
Bila seorang muslim dituntut utk memiliki ‘iffah mk demikian pula seorang muslimah. Hendak ia memiliki ‘iffah sehingga ia menjadi seorang wanita yg ‘afifah krn akhlak yg satu ini merupakan akhlak yg tinggi mulia dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Allah yg shalih yg senantiasa menghadirkan keagungan Allah dan takut akan murka dan azab-Nya. Ia juga menjadi sifat bagi orang2 yg selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.
Berkaitan dgn ‘iffah ini mk ada beberapa hal yg harus diperhatikan dan dilakukan oleh seorang muslimah utk menjaga kehormatan diri di antaranya:
Pertama: Menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقٌلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…”
Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi rahimahullah berkata: “Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan kaum mukminin dan mukminat utk menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka. Termasuk menjaga kemaluan adl menjaga dari perbuatan zina liwath dan lesbian dan juga menjaga dgn tdk menampakkan dan menyingkap di hadapan manusia.”
Kedua: Tidak bepergian jauh sendirian tanpa didampingi mahram yg akan menjaga dan melindungi dari gangguan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُسَافِر امرَأَةٌ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali didampingi mahramnya.”
Ketiga: Tidak berjabat tangan dgn lelaki yg bukan mahramnya. Karena bersentuhan dgn lawan jenis akan membangkitkan gejolak di dlm jiwa yg akan membuat hati itu condong kepada perbuatan keji dan hina.
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah berkata: “Secara mutlak tdk boleh berjabat tangan dgn wanita yg bukan mahram sama saja apakah wanita itu masih muda ataupun sudah tua. Dan sama saja apakah lelaki yg berjabat tangan denga itu masih muda atau kakek tua. Karena berjabat tangan seperti ini akan menimbulkan fitnah bagi kedua pihak. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata tentang teladan kita :
مَا مَسَتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ إِلاَّ امْرَأَةً يَمْلِكُهَا
“Tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk pernah menyentuh tangan wanita kecuali tangan wanita yg dimiliki .”
Tidak ada perbedaan antara jabat tangan yg dilakukan dgn memakai alas/ penghalang ataupun tanpa penghalang. Karena dalil dlm masalah ini sifat umum dan semua ini dlm rangka menutup jalan yg mengantarkan kepada fitnah.”
Keempat: Tidak khalwat dgn lelaki yg bukan mahram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dlm titah yg agung:
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ
“Tidak boleh sama sekali seorang lelaki bersepi-sepi dgn seorang wanita kecuali bila bersama wanita itu ada mahramnya.”
Kelima: Menjauh dari hal-hal yg dapat mengundang fitnah seperti mendengarkan musik nyanyian menonton film gambar yg mengumbar aurat dan semisalnya.
Seorang muslimah yg cerdas adl yg bisa memahami akibat yg ditimbulkan dari suatu perkara dan memahami cara-cara yg ditempuh orang2 bodoh utk menyesatkan dan meyimpangkannya. Sehingga ia akan menjauhkan diri dari membeli majalah-majalah yg rusak dan tdk berfaedah dan ia tdk akan membuang harta utk merobek kehormatan diri dan menghilangkan ‘iffah-nya. Karena kehormatan adl sesuatu yg sangat mahal dan ‘iffah- adl sesuatu yg sangat berharga.2
Memang usaha yg dilakukan utk sebuah ‘iffah bukanlah usaha yg ringan. Butuh perlu perjuangan jiwa yg sungguh-sungguh dgn meminta tolong kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang2 yg bersungguh-sungguh utk mencari keridhaan Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguh Allah benar-benar beserta orang2 yg berbuat baik.”
Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.
‘Iffah sebuah kata yg pernah atau biasa kita dengar. Si Fulan ‘afif atau si Fulanah ‘afifah merupakan sebutan bagi lelaki dan wanita yg memiliki ‘iffah. Lalu apa sebenar yg dimaksud dgn ‘iffah itu?
Secara bahasa ‘iffah adl menahan. Adapun secara istilah; menahan diri sepenuh dari perkara-perkara yg Allah haramkan. Dengan demikian seorang yg ‘afif adl orang yg bersabar dari perkara-perkara yg diharamkan walaupun jiwa cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لاَ يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Dan orang2 yg belum mampu utk menikah hendaklah menjaga kesucian diri sampai Allah menjadikan mereka mampu dgn karunia-Nya.”
Termasuk dlm makna ‘iffah adl menahan diri dari meminta-minta kepada manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ
“Orang yg tdk tahu menyangka mereka itu adl orang2 yg berkecukupan krn mereka ta’affuf .”
Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa orang2 dari kalangan Anshar pernah meminta-minta kepada Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada seorang pun dari mereka yg minta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan beliau berikan hingga habislah apa yg ada pada beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda kepada mereka ketika itu:
مَا يَكُوْنُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لا أدَّخِرُهُ عَنْكُمْ، وَإِنَّه مَنْ يَسْتَعِفّ يُعِفّه اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرُ يُصَبِّرَهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
“Apa yg ada padaku dari kebaikan tdk ada yg aku simpan dari kalian. Sesungguh siapa yg menahan diri dari meminta-minta mk Allah akan memelihara dan menjaga dan siapa yg menyabarkan diri dari meminta-minta mk Allah akan menjadikan sabar. Dan siapa yg merasa cukup dgn Allah dari meminta kepada selain-Nya mk Allah akan memberikan kecukupan padanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yg lbh baik dan lbh luas daripada kesabaran.” 1
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ini ada anjuran utk ta’affuf qana’ah dan bersabar atas kesempitan hidup dan selain dari kesulitan di dunia.”
Menjadi wanita yg ‘afifah
Bila seorang muslim dituntut utk memiliki ‘iffah mk demikian pula seorang muslimah. Hendak ia memiliki ‘iffah sehingga ia menjadi seorang wanita yg ‘afifah krn akhlak yg satu ini merupakan akhlak yg tinggi mulia dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Allah yg shalih yg senantiasa menghadirkan keagungan Allah dan takut akan murka dan azab-Nya. Ia juga menjadi sifat bagi orang2 yg selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.
Berkaitan dgn ‘iffah ini mk ada beberapa hal yg harus diperhatikan dan dilakukan oleh seorang muslimah utk menjaga kehormatan diri di antaranya:
Pertama: Menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقٌلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…”
Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi rahimahullah berkata: “Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan kaum mukminin dan mukminat utk menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka. Termasuk menjaga kemaluan adl menjaga dari perbuatan zina liwath dan lesbian dan juga menjaga dgn tdk menampakkan dan menyingkap di hadapan manusia.”
Kedua: Tidak bepergian jauh sendirian tanpa didampingi mahram yg akan menjaga dan melindungi dari gangguan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُسَافِر امرَأَةٌ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali didampingi mahramnya.”
Ketiga: Tidak berjabat tangan dgn lelaki yg bukan mahramnya. Karena bersentuhan dgn lawan jenis akan membangkitkan gejolak di dlm jiwa yg akan membuat hati itu condong kepada perbuatan keji dan hina.
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah berkata: “Secara mutlak tdk boleh berjabat tangan dgn wanita yg bukan mahram sama saja apakah wanita itu masih muda ataupun sudah tua. Dan sama saja apakah lelaki yg berjabat tangan denga itu masih muda atau kakek tua. Karena berjabat tangan seperti ini akan menimbulkan fitnah bagi kedua pihak. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata tentang teladan kita :
مَا مَسَتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ إِلاَّ امْرَأَةً يَمْلِكُهَا
“Tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tdk pernah menyentuh tangan wanita kecuali tangan wanita yg dimiliki .”
Tidak ada perbedaan antara jabat tangan yg dilakukan dgn memakai alas/ penghalang ataupun tanpa penghalang. Karena dalil dlm masalah ini sifat umum dan semua ini dlm rangka menutup jalan yg mengantarkan kepada fitnah.”
Keempat: Tidak khalwat dgn lelaki yg bukan mahram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dlm titah yg agung:
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ
“Tidak boleh sama sekali seorang lelaki bersepi-sepi dgn seorang wanita kecuali bila bersama wanita itu ada mahramnya.”
Kelima: Menjauh dari hal-hal yg dapat mengundang fitnah seperti mendengarkan musik nyanyian menonton film gambar yg mengumbar aurat dan semisalnya.
Seorang muslimah yg cerdas adl yg bisa memahami akibat yg ditimbulkan dari suatu perkara dan memahami cara-cara yg ditempuh orang2 bodoh utk menyesatkan dan meyimpangkannya. Sehingga ia akan menjauhkan diri dari membeli majalah-majalah yg rusak dan tdk berfaedah dan ia tdk akan membuang harta utk merobek kehormatan diri dan menghilangkan ‘iffah-nya. Karena kehormatan adl sesuatu yg sangat mahal dan ‘iffah- adl sesuatu yg sangat berharga.2
Memang usaha yg dilakukan utk sebuah ‘iffah bukanlah usaha yg ringan. Butuh perlu perjuangan jiwa yg sungguh-sungguh dgn meminta tolong kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang2 yg bersungguh-sungguh utk mencari keridhaan Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguh Allah benar-benar beserta orang2 yg berbuat baik.”
Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.
Nikmat yang Dilalaikan
Banyak orang menyadari bahwa hidup dunia sangat singkat dan bersifat sementara. Namun kesadaran ini kebanyakan tdk diikuti dgn perilaku yg menghargai waktu. Alhasil waktu sering terbuang percuma tanpa kita sadari.
Ketahuilah wahai saudariku muslimah! Waktu bagi seorang muslim yg menyadari betapa berharga tujuan hidup di dunia tdk akan dibiarkan berlalu begitu saja dgn sia-sia. Ia tdk mengatakan seperti perkataan orang Barat materialis yg cinta dunia time is money. Tapi ia mengatakan “waktu itu utk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”. Umur kita pendek waktu kita cuma sedikit sementara kita harus mempersiapkan bekal yg banyak utk menempuh perjalanan menuju kampung akhirat bertemu dgn Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Barangkali kita semua menyadari bahwa waktu hidup kita di dunia memang hanya sebentar tdk ada yg hidup kekal. Namun entah mengapa kebanyakan dari kita tdk bisa menjaga waktu dgn baik sehingga waktu berlalu sia-sia tanpa diisi dgn amal kebaikan.
Saudariku! Di antara waktu-waktu yg kita miliki ada waktu lapang waktu senggang atau waktu yg kosong dari kesibukan. Dan waktu luang ini merupakan keni’matan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yg mesti digunakan sebaik-baik sebagai tanda syukur kepada-Nya. Namun kenyataan kebanyakan dari kita lalai akan ni’mat ini sehingga kita pun merugi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan dlm sabda yg agung:
نِعْمَتاَنِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِماَ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua keni’matan yg kebanyakan manusia merugi di dlm yaitu kesehatan dan waktu luang.”
Hadits yg mulia di atas memberikan beberapa faedah kepada kita:
Pertama: sepantas bagi kita memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang utk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengerjakan kebaikan-kebaikan sebelum hilang dua ni’mat itu. Karena waktu luang akan diikuti dgn kesibukan dan masa sehat akan disusul dgn sakit.
Kedua: Islam sangat memperhatikan dan menjaga waktu. Karena waktu adl kehidupan sebagaimana Islam memperhatikan kesehatan badan di mana akan membantu sempurna agama seseorang.
Ketiga: Dunia adl ladang akhirat. mk sepantas seorang hamba membekali diri dgn takwa dan menggunakan keni’matan yg diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala utk taat kepada-Nya.
Keempat: Mensyukuri ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala adl dgn menggunakan ni’mat tersebut utk taat kepada-Nya.
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Banyak orang merugi di dlm dua jenis keni’matan ini ni’mat sehat dan waktu luang. Karena bila seorang insan dlm keadaan sehat ia mampu menunaikan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada dan mampu meninggalkan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala larang. Dada dlm keadaan lapang dan hati tenang. Demikian pula waktu luang bila memang ada orang lain yg menyiapkan dan mencukupi kebutuhan ia pun lepas dari beban pekerjaan.
Namun bila seseorang punya waktu luang dan ia dlm keadaan sehat mk ia banyak merugi di dalamnya. Karena kebanyakan waktu yg ada kita sia-siakan tanpa faedah. Kita memang tdk mengetahui kerugian ini di dunia akan tetapi nanti ketika ajal telah datang dan ketika terjadi hari kiamat barulah seorang insan menyadarinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
حَتَّى إِذَا جآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قاَلَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صاَلِحاً فِيْماَ تَرَكْتُ
“Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa mengerjakan amal shalih yg dulu aku tinggalkan’.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلُ رَبِّ لَوْ لآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ. وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْساً إِذَا جآءَ أَجَلُهاَ وَاللهُ خَبِيْرٌ بِماَ تَعْمَلُوْنَ
“Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku seandai Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yg dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang2 yg shalih.’ Dan Allah sekali-kali tdk akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yg kalian kerjakan.”
Kenyataan yg ada banyak waktu kita berlalu sia-sia tanpa kita manfaatkan dan kita pun tdk bisa memberikan manfaat kepada salah seorang dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tdk merasakan penyesalan akan hal ini kecuali bila ajal telah datang. Ketika itu seorang insan pun berangan-angan agar ia diberi kesempatan kembali ke dunia walau sedetik utk beramal kebaikan akan tetapi hal itu tdk akan didapatkannya.”
Asy-Syaikh rahimahullah juga menyatakan: “Terkadang ni’mat ini luput sebelum datang kematian pada seseorang dgn sakit yg menimpa hingga ia lemah utk menunaikan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan terhadap ia merasakan dada sempit tdk lapang dan ia merasa letih. Terkadang datang kesibukan pada diri dgn mencari nafkah utk diri sendiri dan keluarga sehingga ia terluputkan dari menunaikan banyak dari amal ketaatan.
Karena itulah sepantas bagi insan yg berakal utk memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang dgn melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dgn kemampuannya. Jika ia dapat membaca Al Qur’an mk hendaklah ia memperbanyak membacanya. Bila ia tdk pandai membaca Al Qur’an mk ia memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila ia tdk dapat melakukan hal itu mk ia melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Atau mencurahkan apa yg ia mampu berupa bantuan dan amal kebaikan kepada saudara-saudaranya. Semua ini adl kebaikan yg banyak namun luput dari kita dgn sia-sia.”
Saudariku mudah-mudahan apa yg tertulis dlm lembaran ini memberi faedah kepada kita. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberi taufik kepada kita utk beramal kebaikan sepanjang waktu kita di dunia ini dan semoga Dia memudahkan kita utk menjaga waktu dgn sebaik-baik mengisi dgn amal ketaatan kepada-Nya sebagai tanda syukur akan ni’mat-Nya. Mudah-mudahan dgn begitu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan terus mengekalkan ni’mat-Nya kepada kita dan menambah dgn kemurahan dari sisi-Nya.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ
“Dan ingatlah ketika Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguh jika kalian bersyukur pasti Kami akan menambah ni’mat itu kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari ni’mat-Ku mk sesungguh azab-Ku sangat pedih’.”
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Ketahuilah wahai saudariku muslimah! Waktu bagi seorang muslim yg menyadari betapa berharga tujuan hidup di dunia tdk akan dibiarkan berlalu begitu saja dgn sia-sia. Ia tdk mengatakan seperti perkataan orang Barat materialis yg cinta dunia time is money. Tapi ia mengatakan “waktu itu utk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”. Umur kita pendek waktu kita cuma sedikit sementara kita harus mempersiapkan bekal yg banyak utk menempuh perjalanan menuju kampung akhirat bertemu dgn Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Barangkali kita semua menyadari bahwa waktu hidup kita di dunia memang hanya sebentar tdk ada yg hidup kekal. Namun entah mengapa kebanyakan dari kita tdk bisa menjaga waktu dgn baik sehingga waktu berlalu sia-sia tanpa diisi dgn amal kebaikan.
Saudariku! Di antara waktu-waktu yg kita miliki ada waktu lapang waktu senggang atau waktu yg kosong dari kesibukan. Dan waktu luang ini merupakan keni’matan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yg mesti digunakan sebaik-baik sebagai tanda syukur kepada-Nya. Namun kenyataan kebanyakan dari kita lalai akan ni’mat ini sehingga kita pun merugi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan dlm sabda yg agung:
نِعْمَتاَنِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِماَ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua keni’matan yg kebanyakan manusia merugi di dlm yaitu kesehatan dan waktu luang.”
Hadits yg mulia di atas memberikan beberapa faedah kepada kita:
Pertama: sepantas bagi kita memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang utk taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengerjakan kebaikan-kebaikan sebelum hilang dua ni’mat itu. Karena waktu luang akan diikuti dgn kesibukan dan masa sehat akan disusul dgn sakit.
Kedua: Islam sangat memperhatikan dan menjaga waktu. Karena waktu adl kehidupan sebagaimana Islam memperhatikan kesehatan badan di mana akan membantu sempurna agama seseorang.
Ketiga: Dunia adl ladang akhirat. mk sepantas seorang hamba membekali diri dgn takwa dan menggunakan keni’matan yg diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala utk taat kepada-Nya.
Keempat: Mensyukuri ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala adl dgn menggunakan ni’mat tersebut utk taat kepada-Nya.
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Banyak orang merugi di dlm dua jenis keni’matan ini ni’mat sehat dan waktu luang. Karena bila seorang insan dlm keadaan sehat ia mampu menunaikan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada dan mampu meninggalkan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala larang. Dada dlm keadaan lapang dan hati tenang. Demikian pula waktu luang bila memang ada orang lain yg menyiapkan dan mencukupi kebutuhan ia pun lepas dari beban pekerjaan.
Namun bila seseorang punya waktu luang dan ia dlm keadaan sehat mk ia banyak merugi di dalamnya. Karena kebanyakan waktu yg ada kita sia-siakan tanpa faedah. Kita memang tdk mengetahui kerugian ini di dunia akan tetapi nanti ketika ajal telah datang dan ketika terjadi hari kiamat barulah seorang insan menyadarinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
حَتَّى إِذَا جآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قاَلَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صاَلِحاً فِيْماَ تَرَكْتُ
“Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa mengerjakan amal shalih yg dulu aku tinggalkan’.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلُ رَبِّ لَوْ لآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ. وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْساً إِذَا جآءَ أَجَلُهاَ وَاللهُ خَبِيْرٌ بِماَ تَعْمَلُوْنَ
“Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku seandai Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yg dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang2 yg shalih.’ Dan Allah sekali-kali tdk akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yg kalian kerjakan.”
Kenyataan yg ada banyak waktu kita berlalu sia-sia tanpa kita manfaatkan dan kita pun tdk bisa memberikan manfaat kepada salah seorang dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tdk merasakan penyesalan akan hal ini kecuali bila ajal telah datang. Ketika itu seorang insan pun berangan-angan agar ia diberi kesempatan kembali ke dunia walau sedetik utk beramal kebaikan akan tetapi hal itu tdk akan didapatkannya.”
Asy-Syaikh rahimahullah juga menyatakan: “Terkadang ni’mat ini luput sebelum datang kematian pada seseorang dgn sakit yg menimpa hingga ia lemah utk menunaikan apa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan terhadap ia merasakan dada sempit tdk lapang dan ia merasa letih. Terkadang datang kesibukan pada diri dgn mencari nafkah utk diri sendiri dan keluarga sehingga ia terluputkan dari menunaikan banyak dari amal ketaatan.
Karena itulah sepantas bagi insan yg berakal utk memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang dgn melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dgn kemampuannya. Jika ia dapat membaca Al Qur’an mk hendaklah ia memperbanyak membacanya. Bila ia tdk pandai membaca Al Qur’an mk ia memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila ia tdk dapat melakukan hal itu mk ia melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Atau mencurahkan apa yg ia mampu berupa bantuan dan amal kebaikan kepada saudara-saudaranya. Semua ini adl kebaikan yg banyak namun luput dari kita dgn sia-sia.”
Saudariku mudah-mudahan apa yg tertulis dlm lembaran ini memberi faedah kepada kita. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberi taufik kepada kita utk beramal kebaikan sepanjang waktu kita di dunia ini dan semoga Dia memudahkan kita utk menjaga waktu dgn sebaik-baik mengisi dgn amal ketaatan kepada-Nya sebagai tanda syukur akan ni’mat-Nya. Mudah-mudahan dgn begitu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan terus mengekalkan ni’mat-Nya kepada kita dan menambah dgn kemurahan dari sisi-Nya.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ
“Dan ingatlah ketika Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguh jika kalian bersyukur pasti Kami akan menambah ni’mat itu kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari ni’mat-Ku mk sesungguh azab-Ku sangat pedih’.”
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Langganan:
Postingan (Atom)